Gairah Terlarang Di Bus Wisata
“Jangan takut, serahkan tubuhmu padaku.”
Di belakangku, ada dada bidang pelatih yang terasa begitu panas dan kokoh. Tangan besarnya yang melintang di dadaku menekan dan mengubah bentuk kedua buah dada kebanggaanku dengan kasar.
Memakai bikini pilihan pacarku sendiri yang ukurannya hampir tak menutupi apapun, aku benar-benar dikuasai dan ditembus dari belakang oleh pria lain di dalam air kolam yang sangat dingin ini.
Sentuhannya yang membara bergerak turun mengikuti tulang punggungku. Setiap riak air yang bergelombang seolah menjadi bentuk hasratnya yang begitu nyata sedang menguasai diriku dengan cara yang paling alami.
Aku menggigit bibir, terombang-ambing hebat di antara rasa malu dan sensasi mati rasa yang meluap-luap, hingga tubuhku gemetar hebat saat mencapai puncak.
Tepat pada saat itu, ponselku berdering saat waktu yang salah di tepi kolam. Itu panggilan video dari pacarku….