MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-08-21
Oleh:  HaniHadi_LTFTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
124Bab
2.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Takdir mempertemukan kembali Dilan dengan Dini saat wanita itu hilang ingatan. Rasa cinta yang tak pernah luntur membuat Dilan membawa wanita yang sudah dia nikahi itu ke rumahnya, meski ditentang keluarga. Hanya saja, kala Dini sembuh, mengapa wanita itu menatap penuh kebencian pada Dilan?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 01. Dia, Aziel, Bu

"Aziel, Bu... Aziel. Dia Aziel, Bu!"

Suara Dini pecah, menggema di tengah taman rumah sakit jiwa yang lengang. Tubuhnya gemetar. Mata bening itu melebar, menatap sosok dari kejauhan dengan jari menunjuk penuh keyakinan.

Astri tercekat. Tangan tuanya refleks menggenggam jemari putrinya. Jemari yang dulu lembut kini tampak kurus dan pucat.

“Dini?”

Tubuhnya ia dekap erat, seolah takut suara itu menghilang lagi. “Alhamdulillah, akhirnya kamu mau bicara, Dhuk…”

Namun Dini menggeleng pelan, tetap menatap arah mushola kecil di ujung taman. “Itu... suaranya. Dia Aziel, Bu.”

Astri menoleh ke arah sumber suara. Lantunan ayat suci mengalun lembut dari pengeras suara mushola. Suara itu memang indah. Merdu dan menenangkan. Tapi bukan itu yang membuat Astri merinding.

Itu suara yang dikenalnya. Atau lebih tepatnya, suara yang diingat Dini, namun bagi Astri itu juga suara yang sepertinya dia kenal. Bagaimanapun dia telah lama menjadi abdi dalem pesantren dan melayani banyak siswa yang makan.

Aziel.

Nama itu seperti luka yang belum sembuh. Lelaki yang pernah mengisi hati Dini secara diam-diam di pesantren bertahun lalu. Yang membuat Dini melawan Astri, menangis, dan... akhirnya hancur.

Langkah kaki terdengar dari arah mushola. Seorang pemuda tinggi keluar, mengenakan kemeja putih polos dan peci hitam. Rambut lurusnya jatuh ke dahi, hampir menyentuh alis tebalnya.

Dia berhenti, mengambil pecinya. Wajahnya menegang saat melihat Astri.

“Bu... Astri?”

Astri nyaris tidak percaya. “Dilan? Astaghfirullah… Dilan Devangga?”

Dilan mengangguk pelan. “Saya kerja di sini sekarang, Bu. Di bagian klinis. Psikolog.”

Ia menatap gadis di samping Astri yang kini menunduk malu-malu. “Itu… Dini?”

Astri mengangguk. “Anak Ibu. Iya dia Dini, istrimu.”

Ada jeda. Udara terasa sesak. Dilan menelan ludah, matanya tak berkedip menatap Dini yang hanya membalas dengan lirikan cepat. Namun senyum malu-malu menghiasi wajahnya yang kemudian menunduk.

“Dini sakit,” lirih Astri. “Sejak… Aziel meninggal.”

Dilan mengernyit. “Aziel meninggal? Siapa dia, Bu?”

Astri menunduk, memeluk bahunya sendiri. “Saat bersama Dini. Kejadiannya rumit, Nak. Yang jelas, Aziel dibunuh saat bersama Dini. Tak tahu bagaimana kejadiannya. Setelah itu, Dini diam. Hampir setahun ini, hinggah Ibu tadi pagi membawanya ke sini sesuai saran tetangga.”

Dilan menghela napas panjang, menatap gadis yang pernah ia nikahi diam-diam atas desakan pesantren. Gadis yang saat itu belum siap. Gadis yang kini menatapnya seperti asing... dan sekaligus akrab.

“Maafkan Ibu, Nak,” suara Astri nyaris bergetar. “Ibu nggak bisa jaga dia. Dia mencintai orang lain. Dia menyebutmu Aziel... bukan Dilan.”

Ada gemuruh saat Dilan mendengar itu. Namun Dilan hanya tersenyum tipis. “Saya akan terima itu, Bu. Tapi saya tetap Dilan.”

Sejak hari itu, Dilan sering mengunjungi Dini. Tak lagi sebagai orang asing. Perlahan, Dini mulai bicara lebih banyak. Tertawa kecil. Kadang bertanya, “Kapan Aziel datang?” Dan Dilan akan menjawab dengan suara pelan, “Sudah pulang. Sekarang di sini.”

Lama-lama, dia terbiasa. Dengan senyum Dini yang belum sempurna. Dengan ucapan acak yang kadang menyakitkan. Tapi Dilan tetap di sana.

Suatu sore, saat matahari mulai turun di balik jendela rumah sakit, Dilan datang dengan sebuah pertanyaan.

“Bu,” katanya hati-hati. “Boleh saya bawa Dini pulang?”

Astri mematung. “Pulang? Maksudmu... ke rumahmu?”

“Saya ingin rawat dia di rumah, Bu. Lebih tenang. Lebih dekat. Mungkin... dia bisa sembuh.”

“Dia bukan Dini yang dulu, Le.” Mata Astri berkaca-kaca. “Dia bisa panggil kamu ‘Aziel’ kapan saja.”

Dilan menunduk, suaranya lembut. “Saya tahu. Tapi saya mencintai dia. Dan saya akan tetap bersamanya.”

Astri diam. Lalu bertanya dengan suara pelan, “Kamu yakin keluargamu setuju?”

“Kalau tidak... saya tetap bawa Dini, Bu. Saya urus sendiri.”

Astri menahan napas. Lalu berkata lirih, “Kalau dia tambah parah? Kalau semua makin hancur?”

“Saya enggak akan tinggalin dia, Bu,” ucap Dilan dengan mata berkaca. “Saya janji. Dulu dia nggak bisa terima saya, tapi sekarang saya akan tetap di sini. Untuk Dini. Untuk janji saya.”

Hening sesaat. Angin sore menyentuh pelipis mereka.

Astri mengusap mata yang mulai buram. “Ibu restui. Tapi jangan tinggalin dia. Apapun yang terjadi, jangan buat anak Ibu patah lagi.”

Dilan mengangguk pelan. “Tidak, Bu. Kali ini, saya akan pulang bersama dia.”

Sore itu, saat Dini duduk di taman dengan tangan memegang bunga plastik, dia tersenyum kecil pada Dilan yang duduk di bangku seberang.

“Aku mau pulang,” katanya pelan.

“Pulang ke rumah Aziel.”

Dilan mematung dengan menahan perkataan Dini yang mengatakan dia Aziel. Kemudian menjawab dengan suara nyaris tak terdengar, “Iya. Kita pulang, Din.”

Dan di kejauhan, matahari mulai tenggelam — bersiap membawa luka-luka lama itu pulang. Tapi tak seorang pun tahu...

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
124 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status