Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Guru Aku Milikmu

Guru Aku Milikmu

Tok.. Tok... Sebuah bambu satu ruas yang di beri lubang kecil berbentuk persegi panjang sedang di pukul kencang oleh seorang lelaki tua yang sedang berdiri di atas menara. "Cepat lari cepat... ada moster bermata merah" "Bagaimana bisa? Bukankah moster mata merah selalu muncul saat matahari terbenam?" "Siapa yang tahu kapan dia datang, cepat kunci pintunya"
821 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 22 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
Dewa Alkemis

Dewa Alkemis

Duaaakkk Braaakkk Duak Duak Duak…. Krrakk…Krakkk… “Arrggghh.” Tungku di tangan Tian Fan langsung dihantamkan ke arah punggung Qin Shi tanpa keraguan, ia benar benar menggunakan semua kekuatannya untuk menghantamkan tungkunya itu ke tubuh Qin Shi yang membuat Tian muda klan Qin itu langsung tertanam dalam ke lantai dengan keras.
9.2173.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 4.2K fois en tant que tengkuk
Afficher les avis (37)
Read
+Librairie
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Lire tous les avis
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Ia berkata kepada ratunya, "Dia nggak mau bicara siapa penyerangnya, Gusti! Mungkin ia bermaksud merahasiakan sebuah nama." "Bukan merahasiakan, tapi memang dia nggak mau bicara lagi. Soalnya racun 'Tengkuk Setan', katanya, selain menyerang peredaran darah juga mengeringkan tenggorokan. Pantas kalau dia nggak bisa bicara dan susah bernapas." "Ooo... gitu!" Rembulan Pantai manggut-manggut. "Ambil air putih!" "Apakah cukup dengan air putih racun itu bisa tawar dari dalam tubuhnya, Gusti!"
1028.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 932 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
Telanjur Cinta

Telanjur Cinta

UHUK UHUK Elma terbatuk-batuk. Aku sangka sih dia cuma pura-pura. "Hadehhh ... cuma jadi obat nyamuk deh gue," keluhnya sambil menepuk jidat. "Yodah aku balik saja, ya." Dirinya bangkit berdiri. Aku dan Kak Sabiru pun mengikuti. "Makasih banyak ya kalian udah mau dengerin curhatku. Dan makasih untuk makan malamnya." "Sama-sama." Aku dan Kak Sabiru menyahut bersama.
1013.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 276 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

teriak Arya kesal, sambil memegangi hidungnya yang kini mengeluarkan darah segar akibat pukulan Niko. Rupanya tinju Niko tepat mengenai tulang hidung Arya sehingga seketika cairan merah kental itu mengalir dari kedua lubang hidungnya. "Dimana Nirel? Kembalikan dia pada kami!" geram Niko dengan tangannya yang mencengkeram kasar bagian kerah baju Arya. "Nirel? Apa maksud mu? Kenapa kau menanyakannya pada ku? aku bahkan baru saja sampai ke tempat ini!" Arya menyingkirkan tangan Niko dari hadpannya.
104.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 174 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
Belenggu Hati

Belenggu Hati

Hingga turun ke rahang, leher, bahu dan terakhir ke tulang selangka Kara. Ender mengerang layaknya binatang buas. Ia menurunkan wajahnya ke sana dan meletakkan bibirnya di sana. "Entahlah. Aku bahkan tidak pernah mencicipi wanita yang baik." Kara melebarkan matanya. Mencicipi? Apa tidak ada kata yang lebih baik dari itu. Kara berusaha menguasai dirinya. Meski godaan pria ini sangatlah kuat padanya.
103.4K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 67 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
Jungle Love

Jungle Love

Diarahkan lurus-lurus ke tengkuk orang. Buukk! ***
1016.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 448 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
102.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 73 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

seru Arnold menunjuk Puente de San Martín, jembatan batu tua yang membentang di atas sungai. Marsha terdiam sejenak, lalu menggenggam tangan Arnold. “Kita benar-benar seperti masuk ke dalam dunia dongeng.” Mereka mulai menyusuri jalanan kota tua yang sempit, menanjak dan berliku. Toko-toko kecil berjejer di sisi jalan, menjual kerajinan tangan, pedang khas Toledo, dan manisan lokal. Arnold dan Marsha sempat berhenti di sebuah toko keramik. Marsha memilih satu mangkuk kecil bermotif kuno sebagai kenang-kenangan.
10867 VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 30 fois en tant que tengkuk
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status