Sisa Rasa
bisiknya pelan, hampir tak terdengar.
Dengan hati-hati, Rendra melepaskan pelukannya agar tidak membangunkan Selin. Begitu ia bergerak, ia merasa punggungnya sedikit perih. Ia berjalan menuju cermin besar di sudut kamar dan berbalik.
Di sana, terlihat beberapa bekas merah dan guratan kuku yang cukup jelas.
Rendra tertawa kecil sambil menggelengkan kepala. "Ganas juga ternyata kalau lagi panik," gumamnya teringat momen saat Selin menjerit dan mencengkeramnya kuat semalam.