Hajatan Tetangga
kataku seraya beranjak ke dapur mengambil minum.
"Subur, tolong kami sekali lagi, hutang sewa teratak waktu pesta itu belum dibayar, sudah berulang kali datang orang itu nagih," kata Kakak ketika aku menghidangkan minuman.
Aku lemas, kukira kakak datang mau bayar hutang, ternyata mau minjam lagi.
"Maaf, Kak, kali ini kami tak punya uang lagi, sudah habis, tinggal tunggu tanggal muda gajian," kata suami.