Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love in The Game (INDONESIA)

Love in The Game (INDONESIA)

Setelah tulisan ‘Start’ menghilang, mereka diperhadapkan dengan labyrinth yang entah seluas apa. Kabut tipis melayang-layang di hadapan mereka. Sunyi sepi, tidak terdengar apapun di labyrinth berkabut itu. “Kurasa kita harus mulai sekarang, Claire,” kata Leon. “Kurasa begitu,” jawab Claire. Mereka kemudian melangkahkan kaki menuju pintu masuk labirin itu. Seketika terdengar bunyi berdetak, seperti bunyi jam. Claire dan Leon saling berpandangan.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Labirin itu terasa hidup, bergetar pelan seolah memiliki napas sendiri, siap menyesatkan siapa saja yang tak memiliki pengalaman atau kemampuan untuk menemukan jalan keluar. Kael melangkah di depan, matanya biru menyipit mencoba menembus bayang-bayang yang tebal. “Lorong ini terlalu banyak,” katanya pelan, suaranya rendah namun teguh. “Kalau kami salah pilih, mungkin tak pernah keluar.” Sarah mengangguk di sisinya, Mata Sihir-nya menyala samar, energi ungu berkilau di pupilnya saat memindai dinding-dinding berliku. “Aku rasa ini bukan labirin biasa—ada sesuatu yang mengacaunya,” ujarnya, nadanya tenang namun penuh kewaspadaan.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
The Playboy

The Playboy

Ia pun tak sengaja mencari tahu tentang pembuatan labirin, dirinya membaca artikel yang menyebutkan, Labirin merupakan sebuah sistem jalur yang rumit, berliku-liku, serta memiliki banyak jalan buntu. Labirin bisa menjadi permainan di atas kertas, tetapi dapat juga dibuat dengan sekala besar dengan menggunakan tanaman yang cukup besar untuk dilewati dapat juga dengan tembok ataupun pintu-pintu. Dahulu labirin digunakan untuk mengurung Minotaur, yaitu makhluk mitos Yunani. “Zaman sekarang ini mana ada.”katanya yang dengan percaya diri. “Mudah-mudahan saja ini hanya mimpi.”
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

"Ruang di depan kita tidak lagi linier. Sang Pengamat telah membagi lembah ini menjadi jutaan 'kubus data'. Jika kau melangkah salah, kau bisa berakhir di tempat yang sudah dihapus." Saat mereka melangkah masuk, dunia di sekitar mereka tiba-tiba bergeser. Pepohonan yang tadinya ada di depan, kini berada di atas langit-langit yang terbuat dari kaca perak. Jarak antara satu langkah dengan langkah lainnya bisa terasa seperti satu kilometer. "Ini adalah 'Deletion Labyrinth'," gumam Elena, tangannya menggenggam erat pedang cahaya. "Setiap kali kita ragu, labirin ini akan memakan memori jalan pulang kita."
461 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Another Maze

Another Maze

sahut Zora penasaran. “Jika sebuah labirin normal atau labirin waktu hanya dapat menghubungkan perjalanan menuju dunia masa lalu, dunia masa depan maupun dunia masa sekarang, maka sebuah labirin lain akan tercipta dari sebuah labirin waktu yang terhubung dengan sebuah labirin ruang. Labirin lain tersebut juga akan menghubungkan beberapa dunia yang berbeda seperti dunia paralel maupun dunia fantasi.” Zora mengangguk, penjelasan Neirda telah berhasil dipahaminya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Jika Anda tidak dapat memecahkan misteri labirin ini dan menemukan cara untuk mengatasinya, Anda mungkin akan berakhir berputar-putar di dalam gua ini, terjebak di dalamnya selamanya. Selain itu, labirin ini tidak hanya menjebak orang; bahaya tak terhitung jumlahnya mengintai di dalamnya, dan Kelelawar Ilusi Hujan Ungu hanyalah salah satunya.
1027.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Menulis Ulang Takdir

Menulis Ulang Takdir

jelas Sarah frustrasi. Lyra segera memeriksa komputernya. Jantungnya berdegup kencang saat melihat barisan kode yang muncul di layar. Ia mengenalnya. Ini adalah kode 'Labyrinth', kode yang ia buat bersama Julian lima tahun lalu sebagai proyek sampingan. Julian sengaja melakukan ini, batin Lyra marah. Pria itu sedang memancingnya. "Hubungi teknisi J-Tech segera!" perintah Lyra.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Ludus

Ludus

Pasukan tak bersayap ✨ Noubi Ad yg lht bku pth? Aryaniputra Yang mana bi? Buku pelajaran bukan? Lilicans Yang mana beb? Noubi Diary Syammm Ga liat deh bi 🤔 Anggun Awas jatoh dijalan bi Lilicans Nah iya tuh, tadi dijalan ngeluarin sesuatu ga dari tas? Takutnya jatuh.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Legend Of Luna

Legend Of Luna

Sebastian held out his hand in front of his companions. Luna nodded and just listened to what they were saying as they sat around the spacious and large room. “That competition was called ᜀᜅ᜔ᜀᜅ᜔ ᜋᜎᜃᜐ᜔,” Lucy said. They continued to impart knowledge about the palace to the princess. She still listened to their stories even though she was reading books about their kingdom. Luna felt at ease, she felt safe with new acquaintances. From day one she already considered them as her friends. She realized that she's no longer alone because there are actually people waiting for her and wants to get to know her.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Mysterious Luna

Mysterious Luna

Along with the house being in white and lamps shone on the way in, a scent caught my senses, it was sweet and intoxicating but I was pulled out of my daze when I was pushed into a silver cage in a dark room which I haven't realised till now. After the warrior glanced over us, he then exited and locked the door before going back to the surface. I glanced over at my surroundings, the only light that was present was the lamp from the far end near the door whilst there were other cages, some empty and some with other wolves in, majority of which were rouges who looks like they've been crazed out of their salvation and lost their mind through the colour of their deep red eyes. I wasn't screaming
1050.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai the labyrinth
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status