Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Akhirnya, dengan nada gusar Arya berkata, “Besok sore. Jam empat. Kamu punya waktu satu jam bersama Vivi. Tidak bisa lebih.” Uma menghela napas lega meski kesal. Ia benci mendengar kata Vivi. “Terima kasih.” Arya tidak membalas. Panggilan berakhir dengan suara klik dingin. Uma menatap layar ponsel yang gelap, perasaan bercampur antara lega dan perih. Meski jalan untuk bertemu Adek terbuka, ia tahu tantangan sesungguhnya masih menanti. Tapi ia tidak akan putus asa. Ia akan bekerja keras agar bisa bisa sepenuhnya bersamanya.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
Seandainya Waktu Bisa Kembali

Seandainya Waktu Bisa Kembali

Tapi yang kudapatkan hanyalah tawa dinginnya di telepon. “Mengakui kesalahan adalah hal yang seharusnya kau lakukan. Bisa menyelamatkan nyawa Lolly adalah keberuntunganmu. Jangan pikir kau bisa lolos begitu saja. Jangan kira dengan memberikan ginjalmu untuk Lolly, kau nggak perlu meminta maaf. Semua luka yang kau berikan padanya selama ini, satu per satu akan kuhitung setelah dia sembuh.” “Mau mati? Setidaknya, minta maaf dulu pada Lolly sebelum itu!”
50.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
Living With You

Living With You

jawab Noah. "Baik, Tuan." Bip! Noah langsung mematikan sambungan teleponnya. Dengan kasar ia meletakkan ponselnya di atas meja lalu melirik jam di dinding dekat televisi ruangannya. Jam dua lewat lima belas menit.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Aku menutup pintu vila dan melangkah pergi. Dengan hanya 24 jam tersisa dalam hidupku, aku tidak punya tempat tujuan. Udara lembap bercampur asin dari laut menyapu wajahku. Aku menaiki feri menuju pulau kecil di seberang Teluk Aruna. Pusing semakin menjadi-jadi, pandanganku gelap bergelombang. Aku tahu waktuku tidak lama lagi. Sebelum kegelapan menelanku sepenuhnya, aku mengambil tas, mencari ponsel.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
TIME (Indonesia)

TIME (Indonesia)

Sebelum Bernardo menutup teleponnya, dia berkata padaku,"Jangan lupa sarapan." Tentu saja! aku tidak akan membiarkan cacing - cacing di perutku bernyanyi. Setelah itu, Aku menutup ponsel, menaruhnya di sampingku, mataku tertuju pada jam dinding yang berada tepat di samping televisi, jam itu menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Aku terdiam sebentar selama satu menit memandangi jarum jam yang terus berjalan.
9.95.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Robby menekan tambol masuk apartemen, dan melihat Jonatan duduk di sudut dengan segelas wine. "Hentikan kebiasaan minummu saat stres Jo." Ucap Robby yang jengkel melihat sikap kekanak-kanakan Jonatan. Jonatan tidak menggubris Robby sama sekali, dan masih memandang ke arah langit yang semakin gelap. Bintang-bintang bertaburan dan suasana begitu hening. Terang saja, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Robby mengambil wine di tangan Jonatan dan menguruhnya istirahat.
9.95.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
Love life hope

Love life hope

[Besok minggu, ayo keluar jogging] Sandy mengirim sebuah pesan. [Besok pagi kita latihan basket, San. Kamu lupa?] Nana mengetik dengan lincah pada ponsel model ketupat tersebut. [Sore?] Balasan datang tak lama setelah dia mengirimkan pesannya. [Liat jadwalku yah, kamu kan tau aku terikat kontrak dengan si kembar. Dua jam sebelum waktunya aku bakalan konfirmasi. Mau lari sore jam berapa?]
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
DATE ME PLEASE!

DATE ME PLEASE!

Umpatku Lalu setelah mengatakan itu sesuatu muncul dilayar, foto pria berjas biru tua dengan dalaman kemeja putih, dengan potongan rambut model Classic Quiff, jam tangan yang dia gunakan juga terlihat mahal terutama hal yang paling penting adalah wajahnya, mata biru yang cerah, pahatan hidung yang sangat mancung dan alis tebalnya itu membuatnya menawan. “omg! Dia berasal dari new york?!” aku meneliti lagi biodatanya dan benar saja dia tinggal di New York dan bekerja di perusahaan yang letaknya tidak jauh dari apartemenku
745 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
The Time Replayers

The Time Replayers

Mau tidak mau, aku harus mulai bisa menerimanya, meskipun batinku tidak. Terakhir kali aku sekarat di rumah sakit. Saat itu tahun 2020. Lalu aku mati, dan terbangun di 1989? Tidak ada penjelasan yang masuk akal di sini. Memang sering sekali kubaca tentang teori mesin waktu yang dengan teknologi futuristik membawa pengendaranya pergi ke zaman mana pun. Kuakui mesin waktu adalah salah satu obsesi yang belum pernah kucapai.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
Waktu adalah Maut

Waktu adalah Maut

Matanya yang menunduk seolah tenggelam dalam kegelapan yang tak berujung. "Sebulan," ucap Adrian. Suaranya terdengar serak seperti keluar dari tenggorokan berduri. Dia melanjutkan, "Beri aku satu bulan lagi .…" Beri dia satu bulan lagi untuk melupakan Charin. Dia akan melupakan cintanya pada Charin, menghapus semua kenangan mereka, lalu kembali pada kehidupan yang 'normal'. "Kamu benar-benar nggak masuk akal!" kata Arya.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai time your life
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status