Bisikan Tengah Malam
"Lho, apa hubungannya? Kalian kesal aku tak bisa di sini sampai sore? Baiklah, suatu saat aku akan minta izin untuk tidak ke surau. Aku akan bermain Hoom Pim Pah bersama kalian di sini..."
Hari itu, Sukemi menepati janjinya untuk bermain Hoom Pim Pah. Bersama belasan anak-anak itu, mereka membentuk lingkaran kecil. Mereka membolak-balikan tangan. Siapa yang paling banyak posisi pilihan tangan, baik telapak atas (hitam) atau telapak bawah (putih) akan jadi pengikut menang. Mundur dari permainan. Selanjutnya yang berjuang terus melakukan Hoom Pim Pah lagi adalah kaum pilihan minoritas, sampai terpilih dia yang tak punya kesamaan pilihan sama sekali. Sendiri, tanpa dukungan kawan.