Rahasia Indah Di bawah Kembang Api
“Cindy, kamu jelas-jelas lebih sensitif daripada dia.”
“Kalau kamu mau, buka sendiri kakimu.”
Di atas kapal penyeberangan sungai yang padat, Sisil, sahabatku sedang asik melihat kembang api yang memenuhi langit dengan penuh semangat. Sementara aku malah ditindih dengan kuat di pagar kapal yang dingin oleh Jimmy, pacarnya yang setinggi 185 cm.
Di dalam ruangan yang gelap dan sempit ini, jari panjang Jimmy dengan nakal menarik celana dalam thong rendaku, lalu menyusup masuk tanpa ragu.
Rasa bersalahku bercampur dengan sensasi kebas yang melumpuhkan membuatku tak mampu melawan. Kedua kakiku terasa lemas, tubuhku yang sensitif sudah kehilangan kendali di tengah gemuruh suara kembang api.
Mendeng