DIARY SKIZO
Berganti khawatir dan kecemasan.
Kutekan bel, tak ada jawaban. Mengulang sekali lagi, masih tak ada jawaban.
Ketika akan menekannya lagi, pintu terbuka.
Seorang laki-laki dengan wajah putih pucat berdiri tepat di hadapan dengan rambut berantakan. Lidahku mendadak kelu.
"Rinda ... ada apa?"
Aku bergeming.
"Ayo, masuk!"
Aku masih bergeming.