The Wall In My Heart
Diobati pun dia enggan.
Dimarahinya semua orang yang berusaha mendekat meski sekedar ingin melihat keadaannya. Mereka akhirnya menjaga jarak. Kaki kakek itu terluka cukup parah. Darah mengalir segar dilutut, dan kepalanya terbentur benda keras, mengalirkan darah kental di pelipis. Miris orang-orang melihatnya. Pakaiannya compang camping, bertambal sulam di mana-mana. Baju kaos putih tulang yang ia kenakan tak nampak lagi warna putihnya bercampur debu dan darah. Tangannya lecet dipenuhi luka goresan. Dia tetap bergeming, ditatapnya hampa gerobak sampah yang rusak parah, lebih parah baginya kerusakan gerobak itu daripada dirinya sendiri. Itulah sumber kehidupannya, bagaimana bisa ia mengobati
Bab Populer