Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Di Balik Bayang-Bayang Keluarga

Sejak usia dua tahun, Erianna Vindra menjadi bank darah pribadi untuk adik kembarnya setelah didiagnosa memiliki kelainan genetik yang langka. Dokter memprediksi adiknya tidak akan hidup lebih dari delapan belas tahun, jadi keluarga dan kakak laki-lakinya sangat menyayangi adiknya. Mengutamakannya dalam segala hal. Mereka bahkan menyalahkan Erianna, menuduhnya "mencuri" nutrisi adiknya dari dalam kandungan sehingga membuatnya sakit-sakitan. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada satupun di keluarganya yang menyayanginya. Hanya tunangannya, Devan, yang benar-benar tetap berada di sisinya. Tapi, Erianna tidak pernah menyangka bahwa ada yang disembunyikan di balik cinta Devan. Hingga adiknya tanpa sengaja jatuh dari tebing dan perlu transfusi darah penuh. Devan mengisi formulir persetujuan tanpa ragu, mengirim dirinya ke meja operasi untuk jadi pendonor. Saat darahnya mengalir dan kesadarannya hampir sirna, Erianna berjanji bahwa, di kehidupan lain, dia tidak akan menjadi bank darah untuk adiknya lagi! Berikutnya, saat dia membuka mata, dia kembali ke hari dimana dia telah bertunangan dengan Devan ….
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Undian yang Menentukan Pernikahan

Undian yang Menentukan Pernikahan

Setiap malam Natal, pewaris Keluarga Mafia Marsa, Adrian Marsa, harus mengikuti tradisi keluarga, yaitu mengundi sebuah nama untuk menentukan apakah dia diizinkan menikah denganku. Karena aku, Irene Karsa, bukan keturunan mafia. Jika dia tidak menarik kertas undian bertuliskan namaku, dia tidak boleh menjadikanku istrinya. Selama empat tahun, Adrian sudah melakukan undian itu empat kali dan tidak sekali pun namaku yang terambil. Aku selalu mengira dia bertengkar dengan keluarganya karena aku, bahwa dia rela mempertaruhkan posisinya sebagai bos mafia hanya untuk memilihku. Setiap kali dia gagal, dia akan memelukku erat dan berbisik, "Nggak apa-apa. Masih ada tahun depan." Aku mencintainya sampai rasanya menyakitkan. Begitu sakitnya, sampai aku bersedia menunggu ... tahun demi tahun. Tahun ini, aku berkata pada diriku sendiri, "Kalau dia masih juga nggak menarik namaku, aku akan diam-diam menukar hasil undian itu." Aku menyelinap ke depan pintu ruang kerja Adrian, lalu mendengar adik laki-lakinya bertanya, "Bos, setiap tahun sebenarnya kamu menarik nama Irene. Kenapa kamu pura-pura nggak menarik namanya? Apa karena kamu masih belum bisa melepaskan Sera?" Namun, Adrian hanya menjawab dengan suara datar, "Sera membutuhkanku untuk urusan mendesak. Lakukan seperti biasa, tukar nama Irene dengan kertas kosong." Dia pergi tanpa menoleh. Alih-alih menukar, adiknya justru membuang kertas kosong itu ke tempat sampah, meninggalkan kertas bertuliskan namaku di atas meja, lalu bergegas menyusul Adrian. Aku masuk ke dalam. Mengambil kertas kosong dari tempat sampah dan menggantinya dengan kertas yang bertuliskan namaku. Membuang kertas bertuliskan namaku sendiri ke tong sampah. Adrian, aku tidak ingin menunggu dan menikah denganmu lagi. Aku akan memberimu pilihanmu.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali ke Dekapan Penderitaan

Takkan Kembali ke Dekapan Penderitaan

Aku sudah delapan tahun menikah dengan suamiku, Rangga. Selama itu, dia sudah membawa pulang 99 wanita lain ke rumah. Sekarang, aku menatap gadis muda yang ke-100 di depanku. Dia menatapku dengan menantang, lalu menoleh dan bertanya, "Pak Rangga, ini istrimu yang nggak berguna itu ya?" Rangga bersandar santai di kursinya sembari menjawab, "Ya." Gadis muda itu berjalan ke arahku dan menepuk pipiku, lalu berkata sambil tersenyum, "Malam ini, dengarkan baik-baik gimana jadi wanita yang hebat!" Malam itu, aku terpaksa duduk di ruang tamu mendengarkan suara erangan dari kamar sampai fajar menyingsing. Pagi harinya, Rangga menyuruhku menyiapkan sarapan seperti biasa. Aku menolak. Sepertinya dia lupa, pernikahan kami hanya pernikahan kontrak. Dan hari ini, adalah tiga hari terakhir sebelum kontrak itu berakhir.
9.660.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Keyakinan

Antara Cinta dan Keyakinan

Di tahun kelima pernikahan tanpa hubungan suami istri, sebuah pesan teks tentang suamiku yang meninggalkan duniawi dan saudara perempuan angkatnya yang sedang menginap di hotel muncul. Detik berikutnya, foto pribadiku yang mengenakan pakaian seksi untuk menggoda suamiku, tetapi ditolak dengan dingin, terkirim ke grup obrolan kerja. Grup obrolan kerja itu penuh dengan sarkasme, [Awalnya, berusaha mati-matian memaksa menikah dengan Pak Jason, Pak Jason menjadi biksu untuk melindungi kepolosannya, sehingga dia harus berpisah dari kekasihnya.] [Pak Jason menahannya selama lima tahun, wajar baginya untuk kehilangan kendali atas emosinya dan kembali bersama kekasihnya.] Ayah yang sakit parah meninggal karena syok, tetapi suamiku bahkan tidak menghadiri pemakaman. Malam itu, aku berlutut di depan Ibu Jason dan mengajukan perceraian. “Awalnya, kamu bilang aku adalah jodoh Jason, pernikahan kami akan memberinya masa depan yang cerah, jadi kamu rela membayar biaya pengobatan yang sangat mahal dan menyetujui perjanjian lima tahun denganku.” “Sekarang waktunya telah tiba dan kamu harus melepaskanku.”
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Melepaskanmu, Melepaskanku, Melepaskan Cinta Kita

Melepaskanmu, Melepaskanku, Melepaskan Cinta Kita

"Bu Noria, ini dari lembaga eutanasia di Swiss. Apakah benar Anda sendiri yang mengajukan eutanasia pada tanggal 25 Desember?" Bulu mata Noria bergetar ringan beberapa kali. Nadanya sangat tenang. "Ya." "Baik, pengajuan Anda sudah lolos verifikasi. Kami memberi waktu setengah bulan, silakan Anda mengatur urusan setelah kematian." Baru saja telepon ditutup, pintu kamar tidur langsung didorong terbuka. Aziel masuk membawa hawa dingin dari luar. Begitu melihat Noria, dia tersenyum sambil mengangkat kotak hadiah yang dibungkus dengan indah di tangannya. "Nori, selamat ulang tahun." Noria tersenyum tipis. "Ulang tahunku kemarin." Gerakan Aziel sedikit kaku, sekilas rasa panik dan canggung melintas di wajahnya. "Maaf, akhir-akhir ini aku terlalu sibuk kerja."
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Dibuang oleh Keluarga

Dibuang oleh Keluarga

Di hari acara pernikahan, pacarku, Thomas Samono, tiba-tiba menghentikan upacara pernikahan. Hanya karena Yana Amerta mengunggah di media sosial bahwa dia telah kembali. Thomas membuang cincin pernikahan rancangannya sendiri dan meninggalkan tempat upacara pernikahan tanpa menoleh ke belakang. Aku terdiam di tempat dalam balutan gaun pengantinku, kakakku yang sedari tadi menopang melepaskanku, “Cindy Marissa, kamu selalu kuat, aku tahu kamu bisa menghadapi ini sendiri, sekarang Yana lebih membutuhkanku daripada kamu.” Setelah mengatakan itu, dia juga pergi. Mereka pergi demi wanita yang sama, meninggalkanku sendirian. Malam itu, setelah membereskan kekacauan acara pernikahan, Yana mengirimkan foto kepadaku. Dalam foto itu, Thomas dan kakakku berada di samping tempat tidurnya. Kalung buatan Thomas ada di leher Yana. Gaun pengantin rancangan kakakku dikenakan oleh Yana. Semua barang-barang ini seharusnya milikku. Akhirnya aku menyerah dan menelepon sambil menangis, “Ayah, ibu. Aku berubah pikiran, aku ingin pulang.”
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Baru setelah membaca catatan harian di akun anonim milik Juan Biantara tentang pertemuan kembali setelah sekian lama, Olivia Nismara akhirnya sadar bahwa selama tiga tahun pernikahan mereka, pria itu ternyata selalu mencintai adiknya. Di hari ketika dokter memvonis usianya tidak akan bertahan lebih dari sebulan, Juan justru sedang menghadiri acara makan hotpot bersama sang cinta sejati, yang juga adik Olivia. Dia membalikkan ponsel dan membiarkan panggilan dari Olivia terabaikan di atas meja dengan santai. Juan berkata, "Melda jarang pulang. Bulan ini aku mau lebih banyak menemaninya." Saat Olivia menjalani kemoterapi hingga muntah dan pingsan, Juan menulis di buku hariannya, [Aku mengajaknya berjalan di sepanjang jalan rindang di almamater kami. Rasanya seperti kembali ke masa lalu.] Ketika rasa sakit membuat Olivia sampai memuntahkan darah di hadapannya, pria itu malah pergi tergesa-gesa. "Anjing peliharaan Melda sakit. Aku harus membawanya ke dokter." Malam pergantian tahun, Olivia meninggal sendirian di kamar rumah sakit. Sementara Juan sedang bersulang bersama keluarganya di bawah gemerlap kembang api. Saat membuka mata lagi, Olivia mendapati dirinya kembali ke titik balik takdirnya. Juan menerobos hujan dengan mata memerah, berusaha meraih dirinya. "Olivia, di kehidupan ini aku nggak bakal mengecewakanmu lagi!" Namun, Olivia hanya berbalik dengan tenang. "Tuan Juan, permisi. Kehidupanmu itu, aku nggak berniat ikut menjalaninya lagi."
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Belenggu Sang Bos Mafia

Belenggu Sang Bos Mafia

Seminggu sudah berlalu, dan Tonny akhirnya menyadari bahwa aku tak lagi meminta-minta uang padanya. Saking senangnya, pria itu sampai meluangkan waktu untuk mengirimiku pesan singkat, sebuah pujian yang langka. [Sayang, akhirnya kamu paham juga caranya jadi istri ketua mafia yang pantas.] Dia bahkan menambahkan janji manis. [Obat khusus buat ibumu sudah aku kirim. Selama kamu bersikap manis dan tidak serakah, aku akan kasih segalanya buat kamu.] Tonny tidak tahu, saat pesan itu masuk, aku sedang berdiri di depan mesin cetak, menunggu lembar demi lembar surat cerai keluar. Saat itu aku masih mengenakan gaun usang dari tiga tahun yang lalu. Di balik kemewahan statusku sebagai istri ketua mafia yang ditakuti, tak ada yang percaya bahwa untuk sekadar membeli pembalut pun, aku harus mengemis pada Helen, orang kepercayaannya. Aku pun harus mengajukan izin tiga hari sebelumnya hanya untuk bisa keluar rumah. Tonny selalu berdalih bahwa itu semua demi melindungiku. "Di luar sana terlalu berbahaya, Sayang. Kamu cukup diam di rumah aja." Namun, segalanya hancur seminggu yang lalu. Saat Ibu kritis, aku memohon pada Helen agar mengizinkanku pergi tanpa melewati prosedur birokrasi yang konyol itu. Helen sengaja menahanku selama lima hari dan baru melepaskanku setelah Ibu mengembuskan napas terakhir. Obat khusus? Buat apa lagi? Ibu sudah tiada, dan kesabaranku pun sudah habis.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa

Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa

Pada hari ulang tahunku, Alex yang memberi bocoran di media sosial bahwa malam nanti akan memberiku kejutan …. Malah lebih dulu membuatku melihat foto dirinya yang dikirimkan ke media sosial oleh asistennya. Di dalam foto, dia tampak sedang menunggangi kuda bersama asisten wanitanya sore itu. Di foto itu, kerah baju Alex terbuka dan memperlihatkan bekas kemerahan di dada berototnya. [Pengalaman pertama dalam hidup, terima kasih padanya ….] Kolom komentarnya langsung ramai orang-orang yang ikut menggoda: [Iri sekali bisa menyentuh otot dada sebagus itu ….] [Posisi begini memang sulit dikendalikan ….] Bahkan Alex sengaja memberi like pada komentar itu. Hatiku menjadi dingin sepenuhnya. Aku selalu mengira dia hanya bersikap lebih bebas saat bersamaku, tetapi ternyata … dia bisa begitu dengan siapa pun. Aku sendiri yang memandikan kudanya dan menghapus semua jejak yang tersisa. Lalu mengalihkan kepemilikan arena berkuda itu kepadanya. “Kuda-kuda yang tersisa ini boleh kamu berikan pada siapa pun. Pilih saja sesukamu.” Melihat ekspresi wajahnya yang begitu gembira, akhirnya aku menyetujui perjodohan keluarga.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai toxic
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3738394041
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status