KEMBALINYA SANG RATU
Kalimat-kalimat itu, walaupun sederhana, seolah menggetarkan ruang jiwa Lintang, mengajaknya kembali mengingat asal usul peradaban yang pernah dibangun oleh nenek moyang yang kalah oleh waktu namun tidak oleh keikhlasan.
Setelah beberapa hari di Iran, Lintang mendapat pesan lagi—sebuah undangan yang datang dari India, negeri yang penuh dengan pelajaran dan angka nol, angka yang bagi masyarakatnya merupakan simbol kekosongan yang kemudian diisi dengan makna. “India menantimu,” bunyi pesan itu, “untuk menyusun kembali cerita dari nol, untuk mengajarkan bahwa kekosongan itu adalah ruang bagi penciptaan yang baru.”