Bukan Perawan
Kening Jingga mengerut bingung sembari menerima novel itu dari tangan Biru.
“Iya, dalam novel itu male lead-nya sempurna banget … ganteng, kaya, baik, perhatian, penyayang, peka, selalu ada kapan pun dibituhin oleh si Female lead, selalu memudahkan urusan si Female lead, selalu ada untuk si Female lead … Cuma sayang ….” Biru menggantung kalimatnya.
“Sayang kenapa?”
“Male lead-nya enggak bernapas, hanya tokoh dalam novel dan kalian cewek-cewek suka enggak bisa bedain mana dunia nyata mana fiksi.” Biru bersungut-sungut.