Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

"Aku punya kabar baik." Tidak ada yang baik yang pernah dimulai dengan kata-kata itu. Aku berdiri, tubuhku tegang. Tua Bangka di sudut sel membuka satu matanya, mengirim peringatan tanpa suara. "Proyek Kebangkitan mengalami sedikit... penundaan teknis," kata Yan, dengan nada yang terlalu santai. "Formasi di Jantung Batu menunjukkan anomali minor. Para Elder memutuskan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum melanjutkan ritual."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
His Dangerous Secret

His Dangerous Secret

“Kenapa wajahmu memerah? Jangan bilang kamu sedang mengingat malam itu.” Semakin dipancing, Zura semakin kehilangan kata-kata. Lidahnya kelu. Edric berhasil membuat pikirannya kembali travelling ke malam panas mereka di Dubai. Suara-suara berisik yang mereka ciptakan kembali terngiang-ngiang di dalam otaknya yang sempit. “Ck. Saya serius, Pak. Ini penting.” “Ha-ha-ha.” Edric jadi tertawa melihat ekspresi kesal Zura. “Apa yang ingin kamu sampaikan, mamanya Embun?”
10108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai urgent dibacanya
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Christina
secret pasti sesuatu yg disembunyikan tidak ingin orang tau. tapi jika ditambah sebelumnya kata dangerous brarti sesuatu hal yang berbahaya yang di sembunyikan. ntah jati dirinya atau perbuatan kenakalannya atau apa. cerita yang menarik pasti ini.
Oot
Selamat malam readers. Saya pamit hiatus sebentar. Kondisi platform sedang tidak baik-baik saja dan saya juga tidak bisa memaksakan diri untuk tetap berjalan tanpa arah di sini. Terima kasih atas pengertiannya. Salam hangat, Oot.
Baca Semua Ulasan
Tiba-Tiba Dimadu

Tiba-Tiba Dimadu

** Kukendarai mobilku menuju rumah sakit Siti Fatimah Medical Centre, rumah sakit swasta yang lumayan baik pelayanannya di mana Ikbal manatan suami Jannah dirawat. Kususuri lorong rumah sakit berkeramik putih dan cat hijau telur tersebut, bau karbol khas menguar di penciuman, ketika sampai di ujung paling kanan kulihat beberapa pemuda yang sedang menunggu Ikbal langsung berdiri melihat kedatanganku. "Assalamualaikum, bagaimana Pak Ikbal?" tanyaku. "Belum ada perkembangan berarti."
1059.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai urgent dibacanya
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Kiky
endingnya sangat mengecewakan..! padahal secara jelas udah kentara banget kamu itu cuma cadangan Jannah..! seandainya aib nya angel gak ketahuan, gak akan mungkin Rafiq mau nyariin kamu.. ini malah balikan lg ma Rafiq.. astaga harga diri wanita di novel² skrng pada gak ada ya...??
anne annisa
versi disini berakhir indah buat jannah. makasih thor udah kasih ending yg lbh baik buat rafiq dan jannah. dulu waktu baca di inn****sama kabeem, sumpah aku pengen protes. gitu amat nasib jannah maupun rafiq. sukses selalu buat author. tetap semangat untuk berkarya.
Baca Semua Ulasan
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Ia tahu ibunya akan menggunakan cara apa pun. "Nak ... Da—Davka kecelakaan. Sekarang … ada di IGD RS JB. Cepat kamu ke sini," lirih Darius, intonasi bergelombang karena tangisnya sendiri. Di seberang sana, tepatnya di dalam kabin Mercedes Benz hitam, Dhava meremas kuat-kuat ponselnya hingga buku jarinya memutih. Ia yang baru saja terlelap sejenak di pinggir jalan usai pencarian Diana yang buntu, pun membelalak. Tanpa membalas ucapan ayahnya, Dhava langsung menginjak pedal gas sedalam mungkin.
9.955.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Dicerai Karena Gendut

Dicerai Karena Gendut

Dia menatapku dengan wajah gusar. "Pabrik kita hampir bangkrut, Dek. Kamu malah sibuk dengan sesuatu yang tidak penting seperti ini," jawabnya. "Bangkrut?" Aku terkejut mendengar ucapannya. "Tapi kamu baru menjalankannya selama kurang dari setahun, Mas." Mas Dicki mengacak rambutnya. Dia terlihat sangat tertekan. Apalagi ketika aku tahu, Mama dan Kakaknya sama sekali tidak mau membantunya.
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
DIKEJAR DUDA KEREN

DIKEJAR DUDA KEREN

Satu tangannya sudah memegangi perut. “Mas, boleh bantuin saya nggak?”tanya Pak Satpam. Dan Brian langsung mengangguk. Jadi, “Tolong jagain pos, ya? Bentar lagi beberapa orang penting Pak Ajri akan datang. Saya minta tolong, ya, Mas? Soalnya perut saya mules dan dari tadi BAB terus.” Dan tidak lama kemudian, suara bising dengan bau busuk terdengar. “Tuh, kan! Saya duluan, ya, Mas!” Pak Satpam lari terbirit-birit.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Koloni Betaverse

Koloni Betaverse

"Dil, install Betaverse Outlook!" "Baik, Kak!" ***
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Replacement Of Heart (INDONESIA)

Replacement Of Heart (INDONESIA)

ucap Daninda agak ragu dan lambat. Sorry typo & absurd Thankyuuu^^
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Jantungku yang sedari tadi seakan bergeser dari posisinya langsung tenang saat melihat Abram duduk di sisi Bibik yang duduk di ruang tunggu IGD. "Alhamdulillah, kamu tak apa-apa, Sayang?" kataku menghambur memeluk Abram yang melakukan sama. Lalu siapa yang di dalam hingga membuat seisi rumah sakit panik? Apa ...? "Ibu yang sakit, Mbak. Dia pendarahan hebat," jelas Bibik seakan tahu isi hatiku. Sedang Mas Langit mengangguk saat aku melihatnya. Jadi, ini alasan agar aku tak mengambil Abram dulu?
9.756.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

“udah mad” “aku liat hasil test darah kamu” “ada di kantong baju, aku benar-benar lemas” bisiknya itu bearti gue harus masukin tangan ke kantong baju tidurnya, dengan perlahan gue masukin. Sedikit terasa bulatan yang besar sampai akhirnya jari-jari gue menggapai selembar kertas. Gue bisa baca hasil cek darah, dulu memang ada pelajaran buat itu. “inii DBD!!” gumam gue yakin pas baaca hasil tes darah nia.
1021.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status