Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Aku Mulai Melepaskanmu

Ketika Aku Mulai Melepaskanmu

"Halo, Assalamualaikum. Ada apa, Bu?" "Zahwa! Cepat kamu ke rumah sakit sekarang! Abimu... Abimu masuk IGD!" "Apa? Abi masuk IGD?!" pekik Zahwa panik. Ia refleks melirik ke arah Debby yang duduk di seberangnya. Wanita paruh baya itu ikut tersentak, dan menatap Zahwa dengan raut wajah penuh tanya.
9.339.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
MAAF! AKU CACAT

MAAF! AKU CACAT

“Udah tau cacat sok-sokan pengen jadi orang normal. Ngerepotin tau, gak?!” Kata itu ... Kurasakan jantung ini seakan berhenti berdetak. Aliran darah bagai memompa cepat. Saraf di kedua mata menegang, menimbulkan kabut-kabut kepedihan. Dan telapak tangan pun terkepal, siap meninju. “Udahlah kok kalian malah lanjut gelut,” tegur Diki. “Kita mau ke UKS buat ngobatin luka Melga bukan mau perang dunia ketiga."
10931 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Perishable

Perishable

"Za, ini gue Davin." "Ck, apaan? Lo nggak ngeliat ini jam berapa?" balas Merza kesal, dia sudah ingin memutuskan sambungan, namun pergerakan tangannya tertahan kala mendengar ucapan Davin selanjutnya. "Cepet ke rumah sakit sekarang!" Davin berkata itu dengan napas tak beraturan, seperti tengah berlari. "Paan sih? Lo mau ngerjain gue ya? Ngapain gue ke rumah--,"
626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Penakhluk Hati sang Miliarder

Penakhluk Hati sang Miliarder

"Sebentar! Apa kamu ...." Tut tut Bara menghela nafas berat. Dua bola matanya memicing saat Darren memutuskan telepon darinya. "Ini nih yang membuatku jengkel saat kali mengingatkan dirinya. Kalo orang jawa bilang, DABLEK! Hah, sudahlah. Semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi padanya. Jika urusan di sini beres, aku akan menyusulnya ke Bogor!" kata Bara melangkah pergi.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Bukannya sang suami tadi pamit untuk pergi bertemu dengan Zidan? Lalu kenapa sahabat suaminya itu menghubunginya? Apa terjadi sesuatu dengan Akbi? Tiba-tiba perutnya terasa sakit dan jantungnya berdetak kencang, buru-buru ia menggeser icon hijau pada layarnya. “Hallo,” Bee menjawab dengan suara parau. “Bee ...,” panggil Zidan menggantung. “Kenapa, Dan? Apa ada sesuatu terjadi sama Akbi?”
1054.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Watak Asli Keluargaku ketika Aku Sakit

Watak Asli Keluargaku ketika Aku Sakit

Bab 33 "Kalian benar-benar keterlaluan!" hardik Dika sambil membopong Isma dan menyetop mobil yang lewat. Dia melempar kunci motor miliknya berharap Dion agar ikut menyusul. Seseorang turun dari kendaraan hitam dan terkejut saat Dika meminta bantuan. "Ada apa ini?" tanyanya melihat wanita hamil itu sudah bersimbah darah.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Hareudang, hareudang, hareudang ... panas, panas, panas." El melayangkan tatapan tajam kepada Dara. Ia tahu, jika Dara senang melihat adik bungsunya ini menderita karena gerah hati. "Ada yang panas, tapi bukan api. Apa, ya, Guys?" sindir Dara sambil mencuri-curi pandang El yang sedang bersedekap dada. Ia mengerti jika adiknya yang satu ini tengah berada dalam fase ngambek.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

Di layar ponsel, notifikasi berita finansial masih berkedip. “DharmaLux Corp dikabarkan mengalami krisis internal, saham anjlok 12%…” kalimat pesan yang sama seperti tiga hari lalu diterima Vika saat keluar dari klinik Cendrawasih. Ia menggeser layar, tapi nama sekolah itu tetap tertinggal di pikirannya. "Harapan Bunda, kata yang sederhana, tapi membawa sesuatu yang… entah gimana… terasa dekat," gumamnya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Bicara

Bicara

Dia naik apa? Bian terus-menerus menanyakan keberadaan Misell saat ini. Ia menyesal kenapa tadi dia terlalu buru-buru untuk pulang ke rumah. Bian memilih untuk membuka roomchat Misell dan jarinya mengetikkan sesuatu di sana. Biantara Sell, kamu di mana? Bian menunggu balasan chat dari Misell yang cukup lama. Hal itu, semakin membuatnya khawatir. Namun, beberapa menit kemudian, Misell akhirnya membalasnya.
7.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Dosenku

Ibu Susu Anak Dosenku

Hingga tiba-tiba, ada telepon dari Dika dan itu berkali-kali sehingga Bara pun langsung mengangkatnya. "Ada apa Dik? Kan saya udah bilang hari ini saya libur, kenapa malah nelpon saya?" "Em... maaf, bukan begitu, Pak. Ini darurat!" ucapnya, panik, "Apa bapak bisa cek internet sekarang? Ada gosip tentang Anda." Bara menghela nafas, gosip apalagi kali ini?
9.9106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai urgent dibacanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status