Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI

BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI

🤫 Pergerakan di Kuil Utara Di Kuil Utara, Valerian menerima berita tentang Lady Mira dari seorang penjaga yang berhasil disogok oleh sisa-sisa jaringannya. Awalnya, Valerian tertawa. "Dia menjual tubuhnya! Wanita-wanita Kaira selalu sama!" Namun, saat penjaga itu menjelaskan bahwa Mira adalah wanita yang keluarganya dihancurkan oleh Valerian sendiri dan kini akan melahirkan pewaris yang secara permanen akan mengakhiri garis keturunan Valerian di tahta, tawa itu hilang. "Elara!" Valerian meraung, membanting tangannya ke jeruji. "Dia tidak hanya mengambil tahtaku. Dia memastikan tidak ada satu pun jejakku di masa depan! Ini adalah kekejaman yang paling dingin!"
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Kael, sementara itu, tak berhenti mencumbui, seolah ingin menegaskan ucapan barusan dengan setiap tarikan napas dan sentuhan bibirnya. “Apa kau punya Visa?” Kael menarik wajahnya hanya beberapa inci dari bibir Valeriah, napasnya masih memburu, mata hijaunya berkilat liar. Pertanyaan yang keluar begitu tiba-tiba membuat Valeriah mengerjap bingung. “Visa…?” suaranya tercekat, masih setengah kehilangan kendali karena ciuman brutal barusan.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Kini, Valeriana berdiri tegak, melindungi suaminya dari jerat hukum dengan kepala dingin. “Maafkan saya, Tuan … sa-saya tidak bisa berbuat banyak,” ucap Vargo terbata, berlutut dengan kepala tertunduk dalam-dalam. “Valeriana memiliki pasukan bayangan … mereka menyebutnya Shadow Guard.” “Jadi kau kalah hanya karena adu argumen dengannya?” Marquis Gosh mendengus tajam. “Tidak becus! Percuma saja aku mengirim Kael ke perbatasan utara dengan dalih kasus pemberontakan Mata Merah jika kau gagal dalam tugas sesederhana ini!”
9.936.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 920 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA

PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA

Satu-satunya hal yang bisa mengendalikan Valin adalah ingatan soal siapa Zen sebenarnya. Dia seorang pembunuh bayaran. Karenanya Valin tidak boleh punya hubungan terlalu jauh dengan pria itu. "Kak, Kakak dengar tidak?" Vante menyela ketika Valin bengong di depan supnya. "Aku dengar Vante. Belum budek," sahut Valin sambil mengaduk sup krim jamur di panci. Nyaris gosong di bagian tepinya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

ucap Nico tajam, sebab Farrel tengah melancarkan aksi menggodanya itu. Setidaknya Farrel pernah menjadi orang baik, sebelum kelakuannya berubah menjadi pria brengsek yang suka meniduri wanita yang berbeda setiap malamnya. Dia bahkan tidak menghargai wanita, menurutnya wanita adalah kesialan yang harus di manfaatkan sepuasnya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Vivian

Vivian

Ia termasuk hewan langka hingga sangat terancam jika manusia lain melihat. Vivian diangkat dengan tangan Aglo. Ia berdiri seperti gorila, juga tangannya. Wajah Aglo persis kera dengan mata berwarna toska. Vivian berpegangan di pundak Aglo, ia merehatkan diri dan tersenyum lega. "Terima kasih banyak, Aglo!" ucap Vivian mengeratkan pegangan seperti anak kecil digendong ayahnya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Vale yang melihat itu tersenyum puas, lalu mendekat pada Alle dan membisikkan sesuatu. “Aku akan mengirim fotonya agar kau bisa terus mengingatnya, Xa.” Dengan senyum licik penuh kemenangannya Vale mengatakan itu, segera menjauh dan melambaikan tangan pada Alle yang berlalu dari sana bersama Jeremy. “Ada apa, Valeria?” Tanya Earl yang menuntut jawab pada Vale yang menatapnya ringan dan menggelengkan bahunya tidak tau.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Revansha

Revansha

kata Emil seraya menepis tangan Elang. "Maksudnya?" "Lo lihat, tuh." Emil menggerakkan dagunya ke arah lapangan. "Eca?" tanya Elang. Emil mengangguk. "Pulang, kalau lo nggak mau jadi obat nyamuk!" Elang mendengus sebal. "Bilang, kek, dari tadi. Rese lo, Van." Evan hanya tersenyum dengan menampakkan deretan giginya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Dear Helva

Dear Helva

Dia tidak tahu apa artinya. “Saya juga, ya,” suara bass seseorang terdengar, kemudian buku Helva sudah diambil alih, dia mengangkat wajahnya. “Helva, nama yang cantik. Semoga beruntung,” ucapnya sambil tersenyum dan mengembalikan buku itu pada pemiliknya. Sekali lagi, Helva melihat siapa yang menggoreskan tinta pada bukunya. Jodi Alianda, The Prince, kedokteran.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai vale valir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status