Aku Bukan Orang Ketiga
Aku mengikuti Reza berjalan ke dapur sambil mengelus hidungku yang berdenyut, bekerja di bagian front liner mengharuskanku selalu berpenampilan cantik dan menarik, apa jadinya besok ketika menjelaskan pada nasabah dengan hidung seperti ini.
"Sini." Reza mengambil salep memar dari dalam kotak p3k dan dengan santainya mengoleskan cream itu ke hidungku. Ya Tuhan, adegan apalagi ini, jaraknya yang begitu dekat denganku dan lagi barusan tangannya menyentuh hidungku, aku tidak sanggup.
"Siap, Sudah." ucapnya.
"Hah..?"
Cepat sekali, aku bahkan belum benar- benar menikmatinya.