Kebangkitan Sang Putri Terbuang
Lilis kepala terbentur lantaisendiri dalam kegelapanrenungan sepertiga malamlirik tak terasa gelap pun jatuh
ucap Qingyan dengan mata berbinar, senyumnya tiap pernah absen dari wajahnya.
"Tentu aku juga merindukanmu, hah perjalanan ku sangat menjengkelkan apalagi pria itu selalu membuat ku kesal dan jengkel, tidak ada yang menarik, kalo begitu kau bersihkan diri dan mandilah." ucap lin Yue kepada Qingyan yang bau di amis, matahari, lumpur dan yang lainya sangat tidak nyaman untuk di hirup oleh hidungnya.
" Baiklah aku akan mandi, setelah itu kita perlu menceritakan pengalaman kita masing masing. "ucap Qingyan dengan riangnya