Satria Idaman Wanita
Satria membalikkan badannya, menatap ke arah wanita yang masih berdiri di samping motor Ninja hijaunya.
Wanita itu menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan detak jantungnya yang sempat berdegub kencang akibat panik. Dia merapikan posisi tas ranselnya sejenak, lalu mulai melangkah perlahan mendekati Satria. Tatapan matanya memancarkan rasa lega yang luar biasa, bercampur dengan rasa kagum yang amat besar.
"Terima kasih banyak ya, Mas. Saya benar-benar tidak tahu apa yang bakal terjadi kalau tadi Mas tidak datang menolong," ucap wanita itu dengan sangat tulus saat jarak mereka kini tinggal dua langkah.