여기 wanna play artinya와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 wanna play artinya와 같은 이야기는 Romansa, Rumah Tangga 및 Thriller 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Heart Stealing (Mencuri Hati) 부터 시작해보세요!
Hal yang paling Dakota pikirkan sekarang adalah menjauhkan Dylan dari Maria.
“Aku rasa malam akan semakin meriah jika kita melakukan permainan,” ucap Maria seraya menggerakan gelas berkaki tinggi di tangannya.
Boy menoleh menatap Maria. “Permainan apa yang kau maksud, Maria?”
Dylan mengamati Maria, menunggu jawaban dari wanita itu.
Maria menyesap wine di tangannya perlahan. “Permainan truth or dare.”
“Setuju!” seru Boy.
bujuk Arkana.
“Kayana ... Kaluna ... cup cup cup ... berenti nangis sayang, mau apa? Sebut aja ... tas mahal? Liburan mewah? Kartu kredit unlimited? Nanti Uncle kasih tapi please berenti nangis, sayang.”
Iming-iming seperti itu mana mempan untuk bayi yang belum mengerti apa-apa.
Arkana keseringan membujuk wanita yang menangis akibat diminta menjauh karena bosan ia tiduri.
“Yaaa terus, mau ngapain elo buka-buka situs website penyedia dekorasi kalau bukan mau kawin lagi?”
Sagara menghela napasnya dengan pelan. “Nggak ada yang mau nikah lagi, Andra. Astaga! Mulut elo emang pengen disumpel bara api emang, yaa! Gue mau mewujudkan keinginan Hanna yang belum gue wujudkan.”
“Apaan? Kawin lagi?”
katanya dengan nada meyakinkan.
Dara semakin bingung. “H-hah?! Maksudnya apa?”
Sang ART tampak tersenyum malu-malu. “Itu ... tadi kan, Non Dara mau lihat yang segar-segar, jadi saya ajak ke sini supaya Non Dara bisa cuci mata lihat yang bening-bening,” paparnya sontak membuat Dara melongo.
Dara menggeleng pastah. “Bisa kita ke taman saja?” tanyanya setengah memohon. “Saya mau lihat pemandangan indah,” sambungnya lagi dengan suara lirih.
Have fun!
"Ikbal duluan berarti ya," Ucap Kanaya. Ikbal mengusap wajahnya dengan kasar. Kakinya bergerak dengan gelisah. Sejujurnya, ia tidak tahu apa yang ingin ia tanyakan. Akan lebih baik menjadi orang kesekian setelah melihat orang lain bermain.
Lama sekali Ikbal berpikir, sampai-sampai kawannya menunggu dengan bosan.
"Ck, lama," Omel Ezra.
Mana gue tahu kalau besok yang muncul adalah si Dugol, atau bisa jadi Erik.
"Dean, ayo kita manfaatkan waktu semaksimal mungkin. Lets play now," ajak gue sambil menjilat daun telinganya.
Dean menggelinjang geli.
"Emang kamu mau main apa? Catur membosankan. Monopoli? Halma atau Sentil-sentilan!" usulnya riang, jarinya beraksi siap menjentik.
Anya menengadahkan kepalanya, menatap pemandangan yang menyatu
dengan buruk-buruk itu, “Damai sekali kehidupan kalian. Seandainya aku juga bisa menari, akan ku menari sesuka hati. Terbang ke sana kemari tanpa ada penghalang apapun”
KREAK
KRIUK
"Bukan sayang kan tadu uda di bilang papi nemu di jalan tadi"
"Nemu? apa artinya?"
"Enak saja dia bilang neu emang aku barang apa! aku ini manusia woy!" teriak hati Elmira yang marah sembarangan saja kalau ngomong.
"Itu artinya dapat nak" jawab Arya yang melangkah masuk tanpa mengajak Elmira.
Elmira menggerutu dalam hatinya, kemudian mengekori Arya ikut masuk ke dalam rumah megah itu.
katanya.
Lintang pun mengangguk setuju.
***
Sore hari, Arta tampak sedang bermain playstation bersama Fala. Anak itu tampak riang dan bercanda dengan lepas.
"Sekali lagi, aku pasti bisa mengalahkan Papa!" seru Arta dengan penuh semangat.
"Apa kamu yakin? Beberapa kali pun kamu tidak akan bisa mengalahkan Papa!" balas Fala mengejeknya.
“Kamu bercanda? Aku tidak mungkin ketemu lagi denga orang yang sudah bercinta denganku.”
Yogie tercengang mendengar jawaban Elena. “Maksudmu?”
“Please, lupakan tadi malam, anggap saja itu cuman kencan satu malam yang harus di lupakan. Dan aku tidak mau ninggalin kontakku buat kamu.”
“Tapi, bagaimana kalau kita tidak sengaja bertemu lagi??”
“Cukup Say Hallo.” Jawab Elena dengan nada entengnya.
“Elena, Emm.. Apa aku kurang memuaskanmu?” pertanyaan Yogie tersebut sontak membuat Elena menatap ke arah Yogie dengan tatapan anehnya.