Setelah Segalanya Hancur
Ketika Dirga pulang keesokan paginya, aku pura-pura tidur.
Dia menanggalkan mantelnya, menunggu dingin dari tubuhnya hilang, lalu menarikku ke dalam pelukannya. Aku bisa merasakan detak jantungnya, stabil dan kuat, terasa menempel di punggungku.
"Sayang, lihat ini," katanya pelan sambil membuka ipadnya.
Sebuah gambar pulau muncul di layar, dengan pasir putih dan air biru, seperti surga yang digambarkan orang-orang dalam cerita.