Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dongeng Zanna

Dongeng Zanna

Suara 'ting-tong' terdengar menggema sampai ke telinga mereka, menunggu beberapa saat sambil terpaku, Zanna menangkap setiap jengkal pekarangan rumah tersebut dengan kedua matanya, ia mengagumi kebersihan dan kerapiannya. Terdengar langkah seseorang dari dalam rumah, menyeret kakinya yang beralaskan sandal jepit karet. Gordyn di samping pintu tersibak, Zanna melihat sosok wanita seusia Leta tengah mengintipnya sebelum suara kunci pintu berputar dan terbuka. "Zanna ya?" tanya wanita tersebut, yang bernama Lidya, teman dari ibunya Zanna. "Iya, Tante ...," jawab Zanna seraya mengangguk hormat dan melempar senyum.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

“Aduh, sorry, Bry! Aunty gak tau bakalan begini endingnya. Aunty ngira tadi, kalau cuman bilang kangen, istri kamu gak bakal gubris chat itu!” Jenna melihat wajah Nina yang amat berantakan dan kusut seperti kabel tiang listrik di desa kalian. Mata perempuan malang itu, namun aslinya dari Indramayu, tampak sembab dan merah. Jenna semakin merasa bersalah pada Nina. “Sekali lagi Aunty minta maaf ya. Chat yang kamu baca itu cuman prank doang. Gak nyata,” ucap Jenna.
10487.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai 옆집누나
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Priangga Angga
ceritanya dari bab per bab nya membuat semakin penasaran terus untuk membaca setiap bab lanjutannya, tapi sekarang semakin sedikit lanjutan bab nya. perhari Hanya 2 sampai 3 bab saja lanjutannya yg bisa di baca. tolong dong kaka lanjutan bab nya di tambahin lg, biar gak bikin tambah penasaran terus.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Memory

Memory

Dengan kecepatan rendah aku mengendarai motor--takut oleng dan menabrak pengendara lain. Amanda tampak duduk di teras dengan Mbak Niken ketika aku sampai. Mandala yang menjemputnya pulang dari sekolah. "Dari mana, Hasna? Sore-sore pergi tanpa pamit," gerutu Mbak Niken. Aku melepas helm, berjalan perlahan ke teras. "Aku sudah dewasa tidak perlu pamit padamu, Mbak," sahutku. "Eh, Hasna, kita punya tetangga baru. Orangnya ganteng sekali, tadi dia pergi ke warung Mak Rum," ujar Mbak Niken. "Dia tinggal tepat di sebelah rumahmu."
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Obsesi Nyonya dan Nona Rumah

Obsesi Nyonya dan Nona Rumah

Ingin berburu mangsa empuk di depannya. Bambang harus bisa mengendalikan dirinya, ia tidak ingin menjebol Celine yang harusnya masih perawan apalagi ia anak bungsu kesayangan Herman. Meski berusaha menahan nafsunya, adiknya masih tegak berdiri di bawah sana. Ia akhirnya berjalan keluar rumah, satu-satunya orang di rumah itu yang bisa membantunya melampiaskan ini adalah Nyonya rumah ini, ia naik ke atas, mengetuk kamar Diana.
10874 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Tetangga

Di Bawah Selimut Tetangga

Sagara dan Aruna akhirnya pamit meski malam harinya meski masih ada beberapa bujukan yang akhirnya membuat Aruna menolak karena besok hari harus bekerja. “Nanti kalau sudah sampai apartemen, ini langsung di masukin kulkas ya, Sayang,” ucap Mamanya Sagara sambil memberikan se tas makanan. “Iya, Tan. Terima kasih ya,” jawab Aruna. “Sama-sama,” Mama Sagara langsung memeluk Aruna dan berkata lagi, “Tante belum tahu sampai kapan di Bandung, tapi kalau minggu depan kamu tidak sibuk, bisa kesini lagi ya.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

Sejauh ini cuma Satria yang melakukannya. "Nanti malam ke rumah ya, Nas. Bunda pasti senang banget anak gadisnya pulang." Nasha bahkan lupa ada rumah lain selain bakery dan kediaman ayah di luar kota yang saat ini ditempati sepupunya. "Nanti saya bilangin ke Bunda biar langsung masak kare kesukaan kamu." "Iya, nanti aku datang." Datang, bukannya pulang. Tentu punya arti yang berbeda.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

kataku lagi. "Dia di rumah koq," jawab Pak Bondan lalu masuk rumah. "Kenalkan aku Tina," kata istri muda Pak Bondan, kata wanita itu setelah kami tinggal berdua. "Ooh, Tina, aku Yanti, kita tetanggaan, ya," kataku sambil menyalami dia untuk kedua kalinya. "Iya, tapi kita gak tetanggaan, aku tak tinggal di sini," jawab wanita yang ternyata bernama Tina itu.
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Tetangga Aneh!

Tetangga Aneh!

Jemarinya meremas lenganku. Seketika aku terkejut mendengar permintaan konyolnya, bagaimana bisa seorang wanita bersuami tidur di rumah tetangganya yang telah berkeluarga. Yang mana wanita itu bukanlah siapa-siapa, hubungan darah pun tidak. "Ah, akhir-akhir ini memang banyak orang aneh," desisku sambil memutar bola mata, lalu mengamati lagi detil penampilan eksotis Sita yang santai bak berada di pantai.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
ANNOYING NEIGHBOR

ANNOYING NEIGHBOR

Tanpa memedulikan tatapannya, aku mengayunkan kaki, berjalan pergi meninggalkan area olahraga. ​** ​Ting! Ting! Ting! ​Ponselku bergetar tanpa henti di atas kasur, memuntahkan rentetan notifikasi dari grup WeChat kelas yang seketika membuat dadaku sesak. ​"OMG... kalian tahu nggak? Si Asya ternyata naksir anak basket!" "Idih, bodoh banget. Emang dia pikir dia selevel sama mereka?" "Gadis culun kayak gitu... emang cuma pantes jadi bahan lelucon doang, sih."
142 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Hidden Casanova

Hidden Casanova

"Jualan apa? Haha. Aku cuma membagikan kue dan susu untuk tetangga baru." "Oh kamu tetanggaku. Tinggal dimana?" "Rumah sebelah kiri nomor 12. Kalau ada apa-apa, datanglah ke rumah kami ya." Zena terdiam mendengar ucapan gadis itu. Apa dia memiliki tetangga yang altruistik tapi sangat pemalu? Zena mengiyakan saran gadis kecil itu. "Aku harus memanggilmu apa?" "Isnawati Ayu Dewi. Panggil saja Ayu."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai 옆집누나
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status