Kelana Nirbatas
Perempuan itu bak menyerap energi dari Galaksi Bimasakti yang sedang mengitari langit, air mata yang berbinar seakan menjadi butiran cermin yang merefleksikan cahaya dari bintang-bintang yang ia pingit.
“Makasih banyak, Sha.” Bibirnya yang semula membentuk lengkungan, kini terbuka dan mengeluarkan suara yang membentuk sebuah ucapan.
“Sama-sama, Ka,” balas Arsha.
“Ka? Tumben hehe…,” tanya Niskala heran.
“Katanya kamu pengen dipanggil ‘Niska’ atau ‘Ka’ ‘kan?” balas Arsha.
“Iyaa, ya tumben aja manggil ‘Ka,’ biasanya kan ‘Niska,’” balas Niskala.
Bab Populer