Share

☀︎91

Author: goshxx
last update publish date: 2026-06-10 18:30:00
CHAPTER 91

“Aku minta maaf.” Suara Dylan terdengar pelan.

Summer menggeleng kecil. “Seharusnya aku yang minta maaf.”

“Untuk apa?”

“Aku pergi begitu saja.” Summer menunduk memandangi lantai di bawah kakinya.

Bibirnya sempat bergerak seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak satu kata pun keluar. Jemarinya tanpa sadar saling menggenggam semakin erat. “Aku hanya...”

Ia ingin menjelaskan, tetapi bahkan dirinya sendiri tidak tahu harus mulai dari mana. Semakin lama ia diam, semakin sulit r
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   ☀︎110

    CHAPTER 110Pintu utama terbuka bahkan sebelum Dylan sempat menekan bel.Seorang pria paruh baya sudah berdiri di ambang pintu, seolah memang telah menunggu kedatangan mereka. Senyum hangat langsung menyambut keduanya. “Selamat datang.”Dylan mengangguk kecil. “Ayah.”Summer yang berdiri di samping Dylan seketika membeku. Ayahnya…? Tatapannya tak lepas dari pria di hadapannya. Entah mengapa wajah itu terasa begitu akrab, seolah pernah ia lihat bertahun-tahun yang lalu, tetapi semakin ia berusaha mengingat, bayangan itu justru semakin kabur.Arthur ikut memandang Summer beberapa saat. Senyumnya tak berubah. “Kau sudah besar.”Summer tersadar dari lamunannya lalu sedikit membungkukkan badan. “Selamat siang, Pak.”Arthur masih memandang Summer. Sorot matanya perlahan melembut hingga senyum di wajahnya ikut berubah semakin hangat. “Sudah lama… saya menunggu hari ini.”Summer mengernyit pelan. Kalimat itu terdengar begitu tulus, seolah pria di hadapan

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   ☀︎109

    CHAPTER 109Dylan memperhatikan iring-iringan mobil keluarga Ryu hingga menghilang dari halaman Royal Crest Academy.Di sampingnya, Summer masih memandangi arah yang sama. “Senior Dylan.”“Hm?”“Arthur…” Summer mengernyit pelan. “Apa kau mengenalnya?”Dylan mengangguk. “Dia ayahku.”“Ayahmu?” Wajah Summer tampak kaget.“Iya.” Tatapan Dylan kembali jatuh kepada Summer. Ternyata gadis itu memang belum mengetahui apa pun.“Kalau begitu…” Summer kembali bertanya. “Bagaimana Kakek bisa mengenal ayahmu?”Dylan terdiam beberapa saat. Ia bisa saja menjawab, tetapi setelah semua yang baru saja terjadi, ia merasa bukan dirinya yang berhak menceritakan kisah itu.“Itu…” Senyum tipis muncul di wajahnya. “Biarkan Tuan Takeshi yang menjelaskannya nanti.” Summer mengangguk pelan, lalu kembali menundukkan kepala.Dylan memperhatikan wajah gadis itu sejenak. Hari ini terlalu banyak hal yang harus diterimanya. “Summer... apa kau baik-baik saja?”“A

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   ☀︎108

    CHAPTER 108Kai tidak segera menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada Summer yang kini berdiri di sisi Dylan sambil menggenggam lengan pria itu. Namun sesuatu telah berubah. Gadis yang selama bertahun-tahun selalu menundukkan kepala di hadapannya kini balas menatap tanpa lagi berusaha menghindar. Summer tidak lagi bersembunyi darinya.Pandangan Kai kemudian menyapu halaman Royal Crest Academy, mulai dari mobil-mobil hitam yang terus berdatangan, para pria berpakaian hitam yang telah membentuk beberapa lapis pengamanan, hingga kilatan cahaya di atap gedung utama yang langsung dikenalnya sebagai posisi para penembak.Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya saat pandangannya kembali berhenti pada Dylan yang tetap berdiri di sisi Summer tanpa sedikit pun bergeser. Dylan ternyata telah mempersiapkan semuanya jauh lebih matang daripada yang ia perkirakan.Hari ini ia hanya datang dengan beberapa pengawal, sementara Dylan telah mengubah seluruh sekolah menjadi benteng.

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   ☀︎107

    CHAPTER 107“…Kai Akazakura.”Dylan seketika berdiri dari kursinya. Jantungnya berdetak lebih cepat dan tangannya refleks merogoh saku jas lalu mengeluarkan ponsel.Begitu layar menyala, sorot matanya berubah saat melihat sembilan panggilan tak terjawab dari Ethan beserta pesan yang baru masuk beberapa menit sebelumnya.💬 Ethan: Tuan muda. Kai Akazakura menuju Royal Crest Academy. Saya tidak bisa menyusulnya secepat itu. Jalanan menuju sekolah macet. Beberapa tim kehilangan arah setelah target memecah jalur pengawasan. Maaf.“…Jadi begitu.” Dylan mengembuskan napas kasar. Kai tidak pernah menghilang. Pria itu sengaja memecah perhatian seluruh tim Ethan agar bisa datang ke Royal Crest tanpa ada yang menyadarinya.“Dy.” Cloud yang berdiri di sampingnya ikut melihat perubahan ekspresi Dylan.“Dia tidak boleh ada di sini.”Cloud mengernyit. “Lo kenal dia?”Dylan mengangkat pandangannya ke arah Summer yang masih membeku di atas panggung. “Masalah

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   ☀︎106

    CHAPTER 106Senin pagi.Cahaya matahari yang masuk dari balik jendela memenuhi kamar asrama Dylan. Ia berdiri di depan meja kerja sambil membuka laci paling bawah, lalu mengangkat sebuah kotak beludru hitam.Saat tutupnya terbuka, di dalamnya terdapat sebuah kalung sederhana dengan liontin perak kecil.Tatapan Dylan melembut. Kalung itu sudah ia siapkan beberapa waktu lalu sebagai hadiah kelulusan untuk Summer. Dan hari ini, akhirnya tiba juga saat yang ia tunggu untuk memberikannya.“Bagus.” Suara Cloud membuat Dylan menoleh. Pria itu bersandar santai di dekat pintu sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana. “Dia pasti suka.”Dylan kembali memandang kalung itu beberapa saat, lalu menutup kotaknya perlahan. “Cloud.”“Hm?”“Ada yang belum gue omongin sama lo.”Cloud mengangkat sebelah alis, menyadari nada bicara Dylan kali ini jauh lebih serius daripada biasanya. “Apa?”“Gue tahu… lo pernah suka sama Summer.”Cloud terdiam mendenga

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   ☀︎105

    CHAPTER 105Saat bel panjang akhirnya berbunyi, ruang ujian yang semula sunyi seketika berubah riuh. Beberapa siswa langsung menyandarkan tubuh ke kursi sambil mengembuskan napas lega, sementara yang lain tertawa dan saling melempar candaan begitu para pengawas mulai mengumpulkan lembar jawaban terakhir.Summer menyerahkan kertas ujiannya, merapikan alat tulis ke dalam tas, lalu berjalan keluar bersama arus siswa yang mulai meninggalkan ruang kelas. Begitu tiba di koridor, Emma yang sejak tadi berada di sampingnya tiba-tiba mengangkat kedua tangannya ke udara.“Aku resmi bebas!”Summer tersenyum geli. “Baru selesai ujian, sudah merasa jadi orang baru?”“Jelas.” Emma merentangkan kedua lengannya sambil berjalan di samping Summer. “Lima hari berturut-turut bangun pagi, belajar, ujian, pulang, belajar lagi. Aku hampir lupa rasanya hidup.”“Kamu memang berlebihan.”“Aku serius.” Emma menepuk dadanya dramatis. “Mulai malam ini aku nggak mau lihat buku sat

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   43

    CHAPTER 43Keesokan paginya, Royal Crest Academy (RCA) tidak lagi terasa seperti sekolah. Atmosfernya telah berubah menjadi medan pertempuran elit yang dibungkus dengan kemewahan yang menyesakkan. Karpet merah membentang angkuh dari gerbang utama hingga aula besar, diapit oleh deretan st

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   42

    CHAPTER 42 Di balik pintu kamar asrama yang tertutup rapat, Summer menyandarkan punggungnya sejenak. Ia memejamkan mata, membiarkan detak jantungnya kembali normal setelah pertemuannya dengan Dylan yang mendebarkan. Ia melangkah ke kamar mandi, menyalakan pancuran air ha

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   41

    CHAPTER 41“Gue nggak salah suka sama dia,” lanjut Cloud santai.Kalimat itu sederhana, namun efeknya seperti ledakan yang memekakkan telinga. Dylan menegang. Ia tidak membuat gerakan besar. Ia tidak mengeluarkan makian. Namun, ada satu tarikan napas yang terlalu pelan—sebu

  • 🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER   37

    CHAPTER 37“Kepemilikan, Tuan,” jawab asistennya tanpa ragu. “Summer Bong, atau siapa pun dia sebenarnya, adalah milik seseorang dengan kekuasaan yang sangat besar. Seseorang yang kini sedang menuntutnya kembali.” Hening menyusup, lebih berat dari sebelumnya. Dylan menutup matanya s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status