Mag-log inDiana tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena satu malam yang penuh emosi. Saat ia mengetahui dirinya hamil, kebahagiaan itu langsung berubah menjadi kekhawatiran—bayi yang dikandungnya adalah buah dari Randy, musuh bebuyutannya. Dulu mereka selalu berseteru, saling menjatuhkan dalam urusan bisnis dan pribadi. Namun kini, keadaan memaksa mereka menghadapi kenyataan yang tak bisa dihindari. Di tengah rahasia, tekanan keluarga, dan konflik batin, Diana harus memutuskan apakah ia akan membenci atau menerima Randy—dan bayi mereka—di hidupnya. Cinta, dendam, dan pengkhianatan berpadu dalam kisah penuh drama ini. Akankah Diana dan Randy menemukan jalan untuk berdamai, atau masa lalu akan terus menghantui mereka?
view more“Jangan menyentuhku.” Diana langsung menarik tangannya ketika Randy mencoba membantu menopang tubuhnya. Namun pria itu justru menatapnya lebih tajam. “Kau hampir jatuh.” “Aku bisa menjaga diriku sendiri.” “Kau yakin?” Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi menghantam tepat ke dalam pertahanan Diana. Karena sebenarnya… ia mulai lelah menjaga semuanya sendiri. Dan kelelahan itu semakin terasa setiap Randy berada di dekatnya. Pria itu mulai membuat Diana merasa tidak sendirian. Namun justru itulah masalahnya. Sebab Diana tahu hubungan mereka tidak seharusnya berubah menjadi seperti ini. Mereka seharusnya saling membenci. Bukan saling memperhatikan dalam diam. Tatapan Randy perlahan turun ke wajah pucat Diana sebelum akhirnya berkata pelan— “Kau tidak terlihat baik-baik saja akhir-akhir ini.” Tubuh Diana langsung menegang. Restoran itu masih dipenuhi tatapan orang-orang. Beberapa diam-diam merekam. Beberapa berbisik sambil melirik ke arah mereka tanpa rasa malu. Dan
“Kau belum makan sejak tadi siang, kan?” Diana langsung mengangkat kepala ketika Randy meletakkan makanan di depannya. Pria itu duduk tanpa meminta izin, seolah keberadaannya di sana adalah hal biasa. “Aku tidak lapar.” “Kau berbohong.” Nada suara Randy terdengar datar, tetapi justru itu yang membuat Diana semakin gugup. Randy mulai terlalu mengenalnya. Pria itu mulai menyadari kebiasaan kecil Diana. Cara wanita itu menghindari tatapan saat gugup. Cara napasnya berubah saat sedang menahan sesuatu. Dan itu membuat Diana semakin tidak tenang. “Apa semua ini hiburan untukmu?” tanya Diana pelan. Randy mengernyit. “Apa maksudmu?” “Memperhatikanku seperti ini.” Untuk beberapa detik, Randy tidak menjawab. Tatapannya justru semakin sulit dibaca. Seolah pria itu sendiri mulai bingung dengan alasan di balik semua perhatian yang ia berikan. Namun sebelum suasana berubah semakin aneh, Diana mendadak memegangi meja karena kepalanya terasa pusing. Dan Randy langsung berdiri panik. “
“Duduk dulu.” Nada suara Randy terdengar rendah saat pria itu menarik kursi di depan Diana. Wanita itu langsung menegang. Ia tidak suka bagaimana Randy mulai bersikap seolah punya hak untuk mengatur dirinya. “Aku tidak butuh diatur.” “Kau juga tidak terlihat baik-baik saja.” Kalimat itu langsung membuat Diana terdiam. Beberapa hari terakhir semuanya terasa semakin sulit. Tekanan dari keluarga belum hilang, sementara Randy kini terus muncul di sekelilingnya tanpa memberi ruang untuk bernapas. Dan yang paling berbahaya— Diana mulai terbiasa dengan kehadiran pria itu. Ia membenci fakta tersebut. Karena semakin sering mereka bersama, semakin sulit baginya menjaga jarak emosional. Tatapan Randy tidak lagi terasa setajam dulu. Ada sesuatu yang berubah perlahan, sesuatu yang membuat Diana takut pertahanannya runtuh. “Kau terlihat lelah,” ujar Randy lagi pelan. Diana buru-buru memalingkan wajah. Sebab jika ia terus menatap pria itu lebih lama… ia takut akan mulai percaya bahwa Ran
“Kau pikir semua ini bisa terus disembunyikan?” Nada suara Randy terdengar lebih tajam malam itu. Diana langsung membeku. Ia tahu pria itu mulai curiga lagi. Dan itu membuat kepalanya terasa semakin berat. “Aku tidak menyembunyikan apa pun.” “Kau bahkan tidak bisa mengatakannya sambil menatapku.” Kalimat itu langsung menusuk pertahanan Diana. Tekanan dari keluarga belum selesai. Bisik-bisik mulai terdengar semakin jelas. Sementara Randy kini terus memperhatikannya dengan cara yang membuat Diana sulit bernapas. Seolah pria itu sedang menyusun semua potongan yang belum ia pahami. Dan Diana takut pada satu kemungkinan— Jika Randy benar-benar mengetahui semuanya… hidupnya akan berubah total. Tatapan Randy perlahan turun ke arah tubuh Diana sebelum kembali menatap matanya tajam. “Apa sebenarnya yang sedang kau sembunyikan dariku?” Jantung Diana langsung berhenti sesaat. Mobil Randy melaju cepat membelah jalan malam. Suasana di dalamnya terasa sesak. Bukan karena sempit. T
“Masalah ini tidak hanya tentang kalian berdua.” Kalimat itu membuat suasana ruangan langsung membeku. Diana menahan napas ketika tatapan beberapa orang mulai mengarah padanya secara bersamaan. Ia bisa merasakan tekanan itu. Menyesakkan. Randy yang berdiri tidak jauh darinya langsung memasang
“Sejak kapan kau mulai berbohong?” Nada suara Randy rendah, tapi cukup untuk membuat Diana membeku. Panggilan itu masih tersambung. Suara dari ujung sana belum benar-benar hilang—hanya diam, seperti menunggu. Menikmati jeda. Menikmati tekanan yang ia ciptakan. Diana berdiri di tengah ruangan d
Diana menatap jalanan dari jendela apartemennya, hujan tipis menetes di kaca, seolah meniru perasaannya yang bercampur aduk. Setiap tetes air tampak seperti pengingat malam-malam yang baru saja ia lalui—malam yang mengubah segalanya, malam yang membuatnya kehilangan pijakan dalam hidupnya. Ia menar
Diana berdiri di tengah ruang tamu, napasnya terengah, jantungnya berdegup liar. Pesan di telepon masih terpampang jelas, menyisakan rasa marah yang membakar kulitnya. “Kau… kau dari pihak mereka?” suaranya hampir tak terdengar, tapi penuh dengan kemarahan yang terkumpul.Randy, yang duduk santai d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.