공유

Diterima!

작가: Ainin
last update 게시일: 2024-04-07 05:45:26

Rachel memandangi wajah anaknya yang kembali tidur. Tadi, setelah dia bicara dengan Raysen, dia merasa lebih baik karena anak-anaknya memperdulikannya. Raysen walau masih kecil juga masih perhatian, sementara Raysan cenderung peka dan selalu mengerti keadaan.

Dia tidak tahu apakah itu karena dia gagal menjadi seorang ibu yang baik atau karena hal lain. Kedua anaknya masih kecil pun bahkan sampai ikut campur dalam urusannya, dalam pemikirannya dan dalam apapun yang akan mereka lakukan. Apakah Ra
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Rachel Berkunjung 2

    Rachel turun dari mobil, menatap apartemen yang dia datangi tempat Hillen tinggal kalau menetap di kota ini. Syukurlah, dia tak perlu menemui Tuan Besar Stepson. Rasanya Rachel tak punya kemampuan untuk bertemu pria itu. "Aku tidak tahu di mana unit apartemennya," ucap Rachel membuat Vicky tersenyum sopan. "Silakan, saya akan antarkan sampai di dalam." Rachel mengangguk, berjalan lebih dulu karena Vicky mengulurkan tangannya. Apartemen yang ditempati oleh Hillen benar-benar mewah dan elit, stafnya juga bekerja dengan sangat profesional. Karena diantarkan oleh Vicky jadi Rachel bisa masuk tanpa dicurigai. Itu juga harapannya karena dia tidak mau menjadi sorotan karena akan datang ke unit milik Tuan Muda Stepson. "Apakah ada yang mengurusnya di sini selama kau bekerja?" Rachel bertanya penasaran, membuat Vicky tersenyum. "Tentu, Nona. Pelayan dari kediaman ada salah satu yang mengurus Tuan sejak Tuan mengambil beberapa kendali di dalam rumah. Tuan Besar yang memintanya be

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Rachel Berkunjung 1

    Rachel agak heran beberapa hari ini Hillen tak pernah muncul lagi. Pria itu biasanya selalu memenuhi kehidupan mereka, tapi kini senyap. Vicky yang datang dan mengantar jemputnya dengan mobil mewah itu juga tak banyak bertanya atau bicara. Dia bersikap layaknya ajudan yang tak ingin membicarakan majikannya. Rachel penasaran tapi juga tidak mau bertanya lebih banyak. Walaupun begitu hatinya sedikit tidak tenang, khawatir terjadi sesuatu. "Tuan Hillen tidak muncul beberapa hari ini, bahkan saat Nona bekerja juga dia tidak ada datang. Apakah ada masalah, Nona?" tanya Bibi Vee saat mengantarkan Rachel ke depan setelah memastikan anak-anak makan dengan tenang. Rachel menggeleng pelan. "Entahlah, aku juga merasa aneh tapi mungkin saja dia sibuk. Atau kalau dia berubah pikiran, terserahnya saja. Mungkin ajakanku pada pernikahan membuatnya keberatan," ucapnya membuat Bibi Vee menatapnya cepat. "Nona benar-benar akan menikah?" tanyanya dengan wajah berbinar membuat Rachel menatapnya.

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Pasti Luluh

    Rachel masuk ke kamarnya begitu tiba di rumah, dia melepaskan pakaian luarnya dan menatap wajahnya di cermin. Dia tak begitu jelek sebenarnya, makanya ada beberapa pria saat kuliah yang menyukainya tapi dia hindari. Siapa yang mau dengan wanita yang tak punya suami tapi malah memiliki dua anak kembar? Itu aneh, setidaknya walaupun di negara bebas begini, dia juga akan ditanya. Pintu kamarnya dibuka saat dia hendak melepaskan pakaiannya, tapi ketika melihat itu BIbi Vee, Rachel melanjutkan kegiatannya. "Nona, anak-anak sudah tidur. Saya sudah masak makan malam untuk Anda, Nona mau makan setelah mandi biar saya siapkan?" tanya wanita itu sopan, menatapnya yang sudah menghela napas pelan. "Aku agak kenyang," gumam Rachel lalu menoleh ke arah Bibi Vee. Dia memandang wanita yang sudah bersamanya beberapa tahun ini, menyadari kalau sifatnya semakin formal dan sopan. Padahal bibi Vee bukan pelayannya jika dimaksud secara keseluruhan, wanita ini adalah sosok yang sudah membantun

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Penjelasan Dari Vicky

    Seharian itu Rachel habiskan di dalam kantor dan dia tidak melakukan apa-apa selain bekerja sampai akhirnya rasa lelah menggerogoti. Namun, meski dia merasa lelah saat ini tapi ada rasa senang di hatinya karena tak perlu merepotkan orang lain kelak. Dia juga punya pegangan karena bekerja di perusahaan dan dia tidak akan menjadi gelandangan meski nanti harus luntang-lantung kemana-mana. Saat sedang berhenti dan menunggu taksinya datang, dia melamun sendirian di depan perusahaan sebelum akhirnya dia menghela napas berat. "Entah bagaimana kedepannya akan terjadi, aku tidak tahu. Yang pasti aku masih berdiri tegak dan masih hidup," gumamnya seraya menatap sekitar. Namun, baru saja dia akan menenangkan diri, sebuah mobil mewah berhenti di depannya membuat Rachel mengerutkan dahinya dan menatap siapa yang datang. Rekan bisnisnya yang lainnya tampak berbisik-bisik heboh melihat mobil itu, sampai akhirnya pintu mobil itu terbuka dan Vicky terlihat berjalan sebelum menunduk sopan padanya.

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Rachel Yang Masin Sama

    Rachel menyentuh dahinya dengan wajah yang masih diam saja di kamarnya. Dia teringat dengan apa yang dilakukan Hillen tadi makanya saat ini dia merasa seperti kehilangan kemampuan untuk menyembunyikan sedikit saja perasaan aneh di dadanya. Dia belum keluar sejak tadi, masih memakai seragam kerjanya. Tetapi sekarang dia masih mempersiapkan mentalnya untuk bertemu dengan anak-anaknya dan Hillen. "Non ..." Rachel menoleh sambil memasukkan notebook, dia menemukan Bibi Vee tengah bergerak masuk ke dalam kamarnya. "Kenapa, Bi?" "Sudah siap? Tuan dan anak-anak sudah menunggu di bawah untuk sarapan bersama." Rachel menghela napasnya. "Bibi turun saja dulu, bilang supaya mereka mau sarapan lebih dulu dan tidak usah menungguku. Aku akan turun setelah menyelesaikan apa saja yang kubutuhkan," ucapnya membuat Bibi Vee menatapnya. "Bibi melihat Nona berubah akhir-akhir ini, ada masalah apa?" Rachel menggeleng, lalu tersenyum menatap Bibi Vee tanpa ada niatan menjelaskan apa yang dia rasakan

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Sambutan Pagi

    Rachel membuka mata dan mengusap wajahnya perlahan. Dia membuka matanya ketika mendengar suara alarm, tidurnya benar-benar lelap saat ini dan itu cukup membuat yang rasa lebih baik sebelum akhirnya bangkit duduk. Sudah tidak ada suara anak-anaknya yang membangunkan setiap hari, Rachel sebenarnya merasa rindu tapi kalau mereka juga tak mau menemuinya itu juga bukan sebuah hal yang harus dia pikirkan lagi. Mungkin dia memang benar-benar belum dewasa tapi dia tidak mau mendapatkan penolakan dari anak-anaknya masih kecil. Itu hanya akan melukai hatinya yang sudah merawat mereka dengan sepenuh hati. "Mungkin setelah menikah nanti dan mereka semakin tidak mau denganku, aku akan memutuskan untuk berpisah. Aku lelah kalau harus menjalani hidup dalam permainan, masih banyak hal yang bisa aku gapai dan aku bisa melakukan semua itu dengan leluasa." Bangkit dari duduknya, Rachel menuju kamar mandi dan langsung membersihkan diri karena dia harus bekerja hari ini. Dia masih memiliki pekerjaan

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Aku Adalah Daddy Kalian

    Rachel menoleh ke arah suara itu, bersama dengan Hillen hingga mereka menemukan Raysan yang tampak mengusap matanya."Raysan ... ada apa? Kamu butuh sesuatu?" tanya Rachel seraya bangkit dari duduknya dan menghampiri putranya itu."Haus, Mommy. Minuman Raysan habis," ucapnya membuat Rachel tersenyum d

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Ayo, Kita Mulai Dari Sekarang

    Mendengar ucapan Hillen, Rachel diam dengan wajahnya yang menatap tak percaya pada pria itu. Bukan apa, dia hanya tidak merasa percaya karena pria yang kaya raya ini mau mengorbankan nama baiknya hanya untuk hal ini.Padahal, jika Hillen mau melihat dan membuka matanya, dengan Rachel yang hidup sanga

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Jangan Menolakku

    Ting! Tong!Rachel menoleh ke arah pintu saat dia sedang menonton televisi. Dia mengerutkan dahinya dengan bingung, siapa yang datang bertamu ke rumah? Tidak banyak yang datang kesini, 'kan? Kenapa ada tamu yang datang?"Bibi Vee mungkin sedang tidur," gumamnya lalu bangkit. "Lebih baik aku saja yang

  • Anak Kembar Milik Sang Presdir   Membeli Cemilan

    "Anda diterima kerja, Nona?""Iya, gajinya cukup sekali untuk kita satu bulan. Jadi aku akan mencari rumah yang lebih baik untuk kita tempati. Semoga saja aku bisa nyaman bekerja disana agar bisa sekalian mencicil rumah itu," ujar Rachel dengan perasaan bahagia ketika dia pulang ke rumah."Syukurlah,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status