Share

Bab 23. Biar Semok

Penulis: Nanitamam
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 17:12:46

"Kepalaku rasanya mau pecah."

Ziandra duduk di ujung meja dengan seragam dinas yang belum sepenuhnya lengkap. Sebelah tangannya memegang koran laporan pagi, sementara tangan lainnya sesekali mengambil makanan tanpa benar-benar menikmati rasanya. Sejak semalam pikirannya tidak tenang.

Memikirkan Almira saja sudah cukup membuat pelipisnya berdenyut. Tepat saat itu terdengar langkah kaki dari arah tangga. Ziandra spontan mengangkat kepala, lalu membeku.

Almira muncul dengan celana training hitam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 63. Waktu Habis.

    “Sepertinya sudah terjadi sesuatu”Ziandra langsung mematikan panggilan tanpa ragu. Dengan kening berkerut dalam, ia segera mencari kontak lain dan menekan tombol panggil. Sifat telitinya membuat naluri militernya terus berdering menuntut kepastian.Di tempat lain, telepon genggam Sersan Irwan bergetar nyaring. Irwan yang sedang memegang kunci Inggris langsung mengangkatnya cepat."Siap, Komandan!" jawab Irwan tegas."Bagaimana keadaan disana? Almira aman?" tanya Ziandra langsung tanpa basa-basi, suaranya berat dan penuh intonasi menuntut.Irwan menelan ludah, merasa gugup setengah mati. "M-mohon maaf yang sebesar-besarnya, Komandan! Saya... saya saat ini sedang tidak berada di pos pantau."Alis Ziandra menyatu erat, matanya mengeras bagai baja. "Maksudmu?""Anu, Komandan, tetangga sebelah rumah target tiba-tiba minta bantuan darurat. Pipa airnya bocor parah dan rumahnya kebanjiran. Kasihan, Beliau sedang hamil tua dan sendirian di rumah. Jadi saya bantu sebentar untuk membetulkan pi

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 62. Sales Panci

    "Siapa yang mengikuti kita?" tanya Adrian sambil berulang kali melirik kaca spion tengah."Jadi mereka mulai bergerak ..." desis Almira pelan. Suara tenangnya perlahan lenyap, berganti dengan intonasi dingin penuh perhitungan."Tenang, Almira. Mungkin hanya perasaan kamu saja," jawab Adrian berusaha menenangkan, meski tangannya di lingkar kemudi mulai mencengkram erat."Coba saja banting setir kalau tidak percaya," cetus Zena dari kursi belakang dengan nada datar tanpa ekspresi.Adrian melirik ke arah Almira yang duduk di sampingnya. Gadis itu seketika membenahi posisi duduknya dan berusaha memasang wajah setenang dan selugu mungkin."Apa kamu punya tunggakan pinjol yang belum dibayar?" tanya Adrian tiba-tiba.“Ya ampun, biasanya aku yang bicara absurd begitu. Kenapa Dokter Adrian malah ikut-ikutan?” gumam Almira dalam hati, menahan napas."Aku nggak punya cicilan pinjaman online, Dokter!" sahut Almira tak kalah konyol. "Muka imut begini mana cocok dikejar-kejar debt collector!""Ben

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 61. Akting Konyol

    "Anda mau pergi ke mana, Nona?"Zena berdiri di dekat pintu ruang tamu sambil memperhatikan Almira yang baru saja masuk ke dalam kamar. Begitu pintu terbuka kembali, gadis itu sudah berubah penampilan. Rambut panjangnya yang biasanya tergerai kini diikat tinggi membentuk ekor kuda, membuat wajahnya terlihat lebih tegas sekaligus segar.Almira yang ingatannya sudah kembali memasang ekspresi dingin. Ia mengambil sebuah jaket tipis dari gantungan, lalu mengenakan topi berwarna hitam. "Kita pergi menemui kedua orang tuaku."Zena langsung mengangkat kepala. "Tuan Valerius dan Nyonya Laura?"Almira mengangguk. "Mama pasti cemas dengan kejadian kemarin. Aku ingin menemuinya dan memberitahu jika ingatan ku sudah kembali."Zena tampak berpikir. "Kalau begitu saya ikut.""Tentu."Almira mengambil kunci motor yang tergantung di dekat pintu. Namun sebelum sempat melangkah keluar, Zena kembali membuka suara."Nona.""Hm?""Di luar ada Sersan Irwan.'Almira menghentikan langkahnya. "Anda tahu dia

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 60. Cium Kening Bang!

    "Ra-racun?"Almira sampai menelan ludah. Sendok yang baru saja hendak mengambil nasi berhenti di udara. Tatapannya bergantian mengarah kepada Ziandra yang masih berdiri di depan kompor dan Zena yang memasang wajah datar tanpa sedikit pun merasa bersalah."Abang serius?" tanya Almira pelan.Ziandra mengangguk tanpa mengalihkan perhatian dari wajan yang sedang diaduknya. "Serius.""Tapi ...." Almira mengedip beberapa kali. "Abang kan udah makan masakan Bi Sumi dari pertama dia datang."Ziandra mematikan api kompor dengan tenang. "Itu sebelum saya tahu kalau dia adalah seorang agen yang sedang menyamar."Zena yang berdiri di dekat kulkas justru mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi. "Terima kasih atas kewaspadaannya, Komandan.""Bukan pujian.""Saya tahu.""Tetap saya hargai."Almira menutup mulutnya, berusaha menahan tawa. Ia lalu mendekat ke arah Zena dan berbisik pelan agar tidak terdengar Ziandra."Kayaknya ...""Apa, Nona?""Yang dicurigai ternyata bukan aku doang."Zena menole

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 59. Takut Dia Pergi

    "Almira!"Suara bariton Ziandra memecah keheningan. Pria itu berdiri di depan pintu kamar Almira dengan tangan masih menggantung di udara, seolah ragu apakah harus mengetuk lagi atau tidak. Entah mengapa, ucapan selamat malam Almira tadi terus terngiang di kepalanya. Senyum itu terlalu tenang. Terlalu dewasa. Bukan senyum yang biasa ia lihat setiap hari.Klik.Pintu perlahan terbuka. Almira muncul dari balik daun pintu dengan wajah yang kembali cerah. Rambutnya masih tergerai, sementara senyum lebarnya langsung mengembang begitu melihat sosok Ziandra."Ya, Abang, Sayang?" tanyanya manja, memiringkan kepala seperti biasanya.Ziandra memperhatikannya beberapa detik. Nada bicaranya dan ekspresi wajahnya sama. Bahkan cara gadis itu memanggilnya pun sama persis seperti biasanya. Namun, perasaan aneh di dalam dadanya justru semakin kuat."Apa kamu baik-baik aja?" tanya Ziandra akhirnya.Almira mengangguk ringan. "Baik, kok.""Kamu yakin?""Iya.""Kamu kelihatan pucat."Almira tertawa kecil

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 58. Merasa Aneh.

    "Turunkan tanganmu, Zena. Atau kuasamu di Red Viper akan kucabut malam ini juga."Zena tersentak. Detik itu juga, ia refleks menurunkan tangannya yang semula memberi hormat takzim. Bulu kuduknya meremang. Aura dingin dan pekat yang menguar dari tubuh wanita di depannya seolah membekukan udara di dalam kamar sempit itu.Tidak ada lagi Almira yang polos bin ajaib. Di hadapannya kini berdiri Andrea sang putri tertinggi sindikat Red Viper yang sangat disegani."Nona, Anda sudah ingat semuanya?" bisik Zena dengan suara tertahan, memastikan.Almira melangkah pelan, jemarinya mengusap permukaan kasur yang sudah usang, lalu beralih menatap liontin perak bersimbol kode 00-RV-01 di telapak tangannya. Perlahan, gurat ketegangan di wajahnya mencair. Tatapan matanya yang sedingin es seketika berubah kembali menjadi binar polos yang dibuat-buat. Ia tersenyum sangat manis, jenis senyuman yang justru membuat Zena menelan ludah ngeri."Zena mulai detik ini, panggil aku Almira. Si gadis polos, konyol,

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ce

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya ter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 1. Hamili Aku, Komandan!

    "Paket pelet semar mesem ampuh, gak ya?"Almira menghela nafas panjang saat duduk menatap dirinya di depan cermin. Ucapan Nyonya Stella terus terngiang di telinga. Rambut panjangnya di gerai, make up tipis hasil tutorial dari youtube berhasil dilakukan. Hanya satu misinya yang belum berhasil, yait

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status