Share

BAB 57 Intimidasi

Author: Endah Tanty
last update publish date: 2026-05-17 20:05:01

Laras tampak melamun, wanita tengah baya yang badannya mulai kurus itu berpikir tentang Salma sahabatnya yang dikhianati itu kini memiliki kehidupan mapan dan sukses dua perusahan telah dimilikinya berbanding terbalik dengan dirinya, bahkan tempat tinggal pun sekarang tak dimilikinya.

“Aku akan menemui Salma,”gumam Laras

Laras menatap Sheren yang dengan lahap menikmati memu makanan yang dibawanya, senyum getir dibibir Laras sedih hatinya seperti tersayat pisau, masa depan putri kesayangan hanc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 80 Ada Dendam Seseorang

    Devon dan Yuni pergi meninggalkan perkebunan karet, menuju sebuah pemukiman yang berjarak 200 meter dari perkebunan, Devon turun dari mobil, dan mulai menanyakan pada warga.“Apa warga disini, ada yang menemukan bayi, siang tadi diperkebunan karet?”tanya Devon“Para pekerja satu minggu ini libur, jadi disana sepi, aku rasa jika ada seseorang yang menemukan pasti sudah lapor pada ketua RT setempat,”jawab warga dengan sangat yakin“Heumm “desahan kecil, Devon putus asa, apa yang dikatakan warga ada benarnya, jika ada yang menemukan pasti sudah diserahkan ke kantor polisi.Yuni terdiam, merasa bersalah, apalagi melihat Devon yang sedih dan cemas, deringan ponsel, terdengar membuat Devon enggan mengangkat pangilan dari Nazha“Haloo Naz…kami belum menemukan Bara,”ucap Devon“Dev..kamu harus menemukan Bara,”mohon Nazha terdengar tangisan yang menyayat hati“Aku akan berusaha, “jawab Devon“Aku bisa mati jika kamu tak bisa menemukan anakku,”rengek Nazha“Maafkan aku Naz, aku pasti akan berus

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 79 Menghilang

    BAB 79 MenghilangYuni duduk di jok belakang taksi, sambil memangku Bara yang kini terlelap.“Baguslah kamu tidur, lebih memudahkan aku untuk membuangmu, kamu tak pantas menjadi bagian dari keluargaku, anak haram, bahkan kami tak tahu benih apa yang ada didalam dirimu,’batin Yuni dengan kebencian yang teramat sangat.Sementara itu baby sister yang sudah selesai makan, mencari keberadan Bara dan Yuni, semua ruang dalam rumah dicarinya tapi Yuni tak didapatinya, hingga langkahnya menuju luar rumah, halaman depan ,halaman samping dan belakang tetap saja tak didapatinya Yuni dan Bara, lalu baby sister itu menuju pos security depan.“Apa kamu melihat Nyonya Yuni?”“Ohh..setengah jam lalu ia keluar dengan Bara, naik taksi,”jawab sang security“Kemana?”“Katanya mau berobat , Bara, lagi demam,”jawab security dengan tenang“Demam? Bara tidak demam,”sahut baby sitter bingung“Coba aku hubungi Nyonya Yuni dan menanyakannnya,”Security meraih ponsel, dan menghubungi Yuni, tapi ponsel Yuni tida

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 78 Bara Harus Pergi

    Nazha tersenyum bahagia. Dimana Dia, aku ingin melihatnya,”pinta Nazha“Aku akan meminta perawat untuk membawanya ke kamar,”Devon berdiri lalu berjalan keluar kamar, tak lama ia masuk bersama, seorang perawat yang mendorong box bayi kedalam ruangan“Bayi Bu Nazha sehat,, besok pagi sudah bisa dibawa pulang, tapi untuk Bu Nazha mungkin masih menalani perawatan di rumah sakit,”jelas perawat“Terima kasih suster, nanti saya akan memperkerjakan baby sister,”timpal Devon“Oke, saya tinggal dulu,”pamit perawatDevon mengendong bayi,lalu mendekatkannya pada Nazha, jemari Nazha mengusap lembut kepala sang bayi, lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.“Kita akan beri mana siapa bayi tampan ini?”tanya DevonNazha terdiam, lalu menatap nanar kearah Devon.”Seandainya bayi ini darah dagingmu, mungkin kebahagiaan kita sempurna, “suara Nazha pelan dan ragu“Kita keluarga yang sempurna, kenapa kamu masih ragu?”“Maafkan aku Dev…”“Bagaimana jika kita memberinya nama Bara yang artinya Api,”Devon b

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 77 Baby Boy

    Menit terasa berjalan lama, Devon masih duduk di kursi tunggu kadang berdiri dan berjalan mondar- mandir meregangkan ketegangannya. Sampai akhirnya pintu ruang operasi terbuka dan terlihat seorang perawat dan dokter keluar“Anda suami pasien?”tanya Dokter“Betul.”“Operasi berjalan lancar, peluru sudah bisa diambil, untung tidak melukai daerah fital, pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan,”jelas Dokter“Baik Dokter.”Devon bernapas lega, lalu memgikuti brankar dimana tubuh Nazha berbaring , Nazha sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Devon dengan setia menungu, sembari merebahkan tubuhnya di sofa.Satu hari berlalu, kondisi Nazha membaik tapi belum sadarkan diri dan itu membuat Devon cemas, satu hari ia hanya mendapatkan nutrisi dari infus, dan terlihat perawatpun tampak cemas, karena Nazha belum menandakan kesadarannya.“Kami khawatir dengan kondisi bayinya, jika Bu Nazha belum sadarkan diri, ini sudah satu hari,”ujar perawat“Suster tolong aku ingin berbicara dengan Dokter,”

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 76 Akhir Dari Cinta tak terbalas

    Devon bergegas ke lokasi vila, amarahnyaa sudah sampai di ubun-ubun ingin sekali menghajar Dimas, ia lupa jika luka diperutnya belum sepenuhnya pulih, tapi tekadnya untuk datang sendiri ke lokasi sangat bulat demi keamanan Nazha.Jeeb menuju Bogor dengan kecepatan tinggi.Sedangkan Dimas, yang baru keluar dengan sepeda montor menuju mini market, ia membeli kebutuhan dapur yang cukup banyak dan oba-obatan.‘Setelah Nazha melahirkan, aku akan membawanya ke Singapura, sampai dia melupakan Devon,saat ini pasti Devon sudah menyangka jika Nazha dan aku tewas terbawa arus sungai, ‘batin Dimas penuh rasa percaya diri.Sementara itu vila bambu di jaga oleh satu orang bersenjata tajam,dan selalu berjalan berkeliling vila, Nazha yang melihat itu menjadi putus asa“Heumm …diluar ada penjaga, bagaimana aku akan berteriak minta tolong,”Nazha kembali terduduk persaan cemas membuat perutnya terasa nyeri, ia mengusap pelan perut buncitnya tiba-tiba air mata menetes, mengingat kebaikan Dimas berubah

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 75 Melacak

    Tatapan mata Nazha kosong menatap ke arah makanan yang telah disiapkan Dimas, menu bubur ayam dan sebotol air mineral, menu makan pagi kesukakannya tapi pagi ini ia benar-benar tak bernafsu makan, diusapnya perut yang semakin membesar, satu bulan lagi bayi dalam perutnya akan lahir tapi ia justru berada ditempat asing jauh dari Devon dan menjadi tawanan Dimas. Nazha bangkit membuka jendela dengan teralis besi, menatap danau kecil pemandangan yang indah tapi terasa hampa.Tiba-tiba pintu terbuka, Dimas ada di balik pintu menatap makanan yang belum disentuh Nazha“Kanapa kamu tidak mau makan , apa kamu ingin bayimu itu tewas sebelum lahir?”ujar Dimas dengan sorot mata dinginNazha menoleh ke arah Dimas.”Jika kamu peduli pada bayiku, antarkan aku kembali pada Devon,”mohon Nazha dengan tatapan penuh harap“Kenapa kamu menolak tawaranku, aku bersedia menjadi ayah dari bayi itu, kita hidup bersama bahagia,”bujuk Dimas berjalan mendekati Nazha“Aku dan Devon sudah saling mencintai, kenapa

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 37 Meira Nazha

    Nazha memastikan jika penglihatannya tidak salah,matanya mulai fokus pada tangan Meira, gelang rantai kecil sangat mirip sekali dengan yang dipakainya, ‘ini hanya kebetulan mirip atau memang gelang yang sama’batin NazhaLalu ingatannya tertuju pada ucapan Devon, waktu bilang menikahi Nazha hanya

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 36 Gelang yang Sama

    Nazha berada di kamarnya usai makan malam dengan Devon, wajahnya berubah sendu ketika menatap dirinya di pantulan cermin, wajah yang terlihat lelah jauh dari kata cantik.“Apakah wanita sepertiku layak untuk dicintai ,”gumamnya pelanManit berlalu malam yang gelap tergantikan pagi yang terang , Naz

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   Bab 34 Senjata Makan Tuan

    Sehariaan penuh rombongan Devon dan Salma berkerja, semua perencanan pembangunan dibahas hari itu juga, hingga menjelang malam mereka baru selesai, Devon memutuskan untuk kembali ke Jakarta esok hari karena hujan lebat saat itu pasti perjalanan akan berisiko.“Kita menginap lagi malam ini !”perinta

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   Bab 33 Duri Dalam Mawar

    Dimas menatap Sheren dan Devon yang sedang makan malam, entah kenapa perintah dari Salma untuk pertama kalinya Dimas engan melakukannya.Hembusan napas terdengar dari bibir Dimas, usai makan malam ia mencari udara segar disekitar resort, teringat akan perintah Salma untuk mencari celah kesalahan S

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status