MasukShen Lihua adalah putri sulung dari klan terkemuka Shen. Sejak kecil dia bercita-cita ingin menjadi seorang tabib wanita pertama di dinasti Ruo. Namun, semua harapannya kandas ketika ayahnya memaksa dia menikah dengan Jenderal Qu Liang, dan melahirkan keturunan Qu. Takdir tak pernah berpihak pada Shen Lihua, setelah 3 tahun menikah, Shen Lihua tak kunjung hamil. Hingga pagi menyesakkan itu tiba, pelayanan kediaman Jenderal—Su Minshan—hamil anak Qu Liang karena perselingkuhan. Keluarganya menuduh Shen Lihua mandul, dan menjadi aib keluarga sendiri. Dia dibuang, diusir klannya sendiri, dicaci maki. Malam di mana dia diasingkan seorang pria tua menolongnya, dan menjadikannya murid. Pria itu adalah Lan Rui Hong—tabib legendaris yang memilih mengasingkan diri di gunung. Setelah waktu berlalu, akhirnya Shen Lihua kembali, dan menuntut balas.
Lihat lebih banyakKeheningan di tepi kolam itu tidak lagi terasa seperti jeda, melainkan titik balik dari dua takdir besar yang akhirnya saling menemukan. Tangan Shen Lihua masih berada dalam genggaman Lin Ye Su, namun kini bukan sekadar sentuhan hangat—melainkan ikatan yang tidak lagi bisa dipisahkan oleh jarak, status, ataupun rahasia yang selama ini mereka sembunyikan. Shen Lihua menatap pria di hadapannya dalam diam yang panjang. Cahaya bulan memantul di matanya, namun kali ini tidak hanya memantulkan ketenangan—ada sesuatu yang jauh lebih dalam, sesuatu yang selama ini ia tahan rapat bahkan dari dirinya sendiri. "Aku tidak bisa memutuskan begitu saja, Ru. Kau tahu, aku adalah Kaisar Yanqing. Aku—""Aku akan memaksa pangeran ketiga untuk naik takhta. Aku tidak mau saat kau melahirkan nanti, aku belum menjadi suamimu."Lin Ye Su benar. Kandungannya akan semakin membesar, dan dia akan melahirkan. Di fase ini dia membutuhkan Lin Ye Su sebagai pendamping. Lagipula, apalagi yang di acara. Semua sudah
Keheningan yang menyelimuti aula Paviliun Seratus Ramuan pecah perlahan, bukan karena suara keras, melainkan oleh napas tertahan yang akhirnya dilepaskan satu per satu. Para tabib yang sebelumnya penuh keraguan kini menatap Shen Lihua dengan ekspresi yang sama—takjub, bahkan nyaris tidak percaya bahwa mereka baru saja menyaksikan sesuatu yang selama ini hanya ada dalam legenda. Beberapa di antara mereka saling berbisik, menyebut-nyebut teknik akupunktur tingkat tinggi yang nyaris punah, sementara yang lain menatap pasien yang kini telah sadar dengan mata yang masih sulit menerima kenyataan. Kepala Paviliun melangkah maju, janggutnya sedikit bergetar, bukan karena usia, melainkan karena gejolak emosi yang berusaha ia tahan. Tatapannya kembali tertuju pada Shen Lihua, kali ini tanpa sisa meremehkan. "Metode yang kau gunakan… bukan teknik biasa," ucapnya perlahan, seolah memilih setiap kata dengan hati-hati. "Jika bukan karena aku melihatnya sendiri, aku tidak akan percaya." Namun S
Para penjaga sempat terdiam sesaat setelah mendengar ucapan itu. Bukan karena percaya—melainkan karena terkejut dengan keberanian yang nyaris terdengar seperti kegilaan. Lalu, tawa mereka pecah lagi. "Memenggal kepalamu?" Salah satu penjaga menyeringai lebar. "Kau pikir nyawamu berharga sampai kami repot-repot memenggalnya?" Namun penjaga lainnya mengangkat tangan, menghentikan rekannya. Tatapannya meneliti Shen Lihua dari ujung kepala hingga kaki, seolah mencoba menimbang sesuatu yang tidak kasat mata. "Festival hampir dimulai," gumamnya. "Banyak tabib dari berbagai wilayah sudah datang… satu orang lagi tidak akan membuat banyak masalah." Ia menyipitkan mata. "Baik, tapi bukan kami yang akan menilaimu." Liang Zhen langsung menegakkan badan. "Nah, ini baru menarik. Kau Pasti bisa Yang Mulia Shen." "Nonaku memang hebat, dia itu tabib wanita terhebat di Daxia." Luo Qingyu lalu mengalungkan lengannya pada lengan Shen Lihua, dan hal itu membuat dada Liang Zhen berdebar-deb
Pria berjubah gelap itu mundur satu langkah lagi. Kali ini bukan karena perhitungan, melainkan karena naluri bertahan hidupnya berteriak keras di dalam dada. "Kalian…" suaranya serak, "Mustahil…" Shen Lihua tidak menjawab. Tatapannya tetap tenang, namun tekanan yang terpancar darinya tidak berkurang sedikit pun. Justru semakin dalam, seperti laut tanpa dasar. Lin Ye Su memutar seruling di tangannya, senyumnya tipis namun berbahaya. "Apa? Baru sadar bahwa kau salah memilih mangsa?" Liang Zhen, yang tadi begitu semangat, kini malah sedikit mundur lagi. "Aku rasa… kita tidak perlu membunuhnya, kan? Maksudku, dia sudah kelihatan mau pingsan begitu." "Diam, kau!" sahut Lin Ye Su singkat. Pria berjubah gelap itu menggertakkan giginya. Harga dirinya tidak mengizinkan dia mundur begitu saja. Namun instingnya berkata lain. "Aku…" Ia mencoba menenangkan napasnya, "Aku tidak tahu siapa kalian sebelumnya." "Dan sekarang kau sudah tahu," potong Shen Lihua datar. Hutan kembali sunyi. H
Aula kembali hening. Semua pertanyaan berkecamuk di kepala masing-masing orang yang ada di aula Medis ini. Tabib Agung Gu Wenhai berdiri di hadapan tandu, lalu menoleh ke arah Shen Lihua. Meski dia yakin itu adalah teknik kuno yang telah lenyap. Teknik ciptaan tabib legendaris yang telah menghila
"Bagaimana mungkin dia masih hidup?" Lin Hua Su tak mampu berpikir jernih. Sepuluh orang dari Paviliun Gelap telah ia kerahkan untuk membunuh Shen Lihua. Tidak mungkin ada yang lolos dari pasukan dari pavilian gelap yang terkenal kejam dan tanpa ampun. Wanita itu adalah ancaman baginya kare
Nada itu terus mengalun, bening seperti embun pertama di pagi hari. Hong Hao’er berdiri kaku di ambang pintu. Dadanya terasa ringan tanpa alasan, napas yang semula berat karena terlalu cemas, perlahan menjadi tenang. Bahkan kegelisahan yang menghantui pikirannya sejak berbulan-bulan lalu seakan t
Malam semakin larut ketika pintu paviliun dibuka dari dalam. Menyusuri lorong panjang yang dihiasi lentera minyak yang bergiyang oleh tiupan angin musim semi. Langkah Lin Ye Su begitu santai, seperri tak ada beban. Padahal beberapa saat sebelumnya, dia barusaja menghabisi 10 orang dari paviliun












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak