Share

Bab 53

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-25 22:53:11

“Raka Mahendra, kalau tidak berani, katakan saja tidak berani. Tidak perlu mencari alasan.”

Kerumunan kembali riuh.

Bahkan beberapa instruktur di anjungan pengamatan ikut menggeleng pelan. Mereka mengira Raka akhirnya memilih mundur. Bagaimanapun, jalur Lintasan Batu Neraka memang terlalu ekstrem untuk mahasiswa baru.

Namun di tengah suara ejekan yang semakin keras, Raka justru menggeleng kecil sambil tersenyum tipis. “Bukan karena aku takut.”

Nada suaranya tetap tenang, tetapi entah kenapa mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 175

    Tatapan itu membuat tengkuk Kevin meremang, tetapi harga dirinya memaksanya tetap bertahan. "Apa yang kau lihat? Kuberitahu ya, ayahku—"Dug!Kalimatnya belum selesai, namun tendangan Raka menghantam lututnya dengan akurat."Aaarrrgh!" Kevin menjerit sebelum kedua lututnya menghantam tanah.Dengan wajah memerah karena marah, ia mengayunkan tinju secara membabi buta untuk membalas. Sayangnya, serangan-serangan itu terlihat kekanak-kanakan di mata Raka.Raka bahkan tidak perlu menghindar. Ia langsung menangkap pergelangan tangan Kevin, lalu memutarnya ke arah berlawanan.Kraaak—!"AAAAAH!" Jeritan melengking kembali menggema di depan gerbang.Plak! Plak! Plak! Plak!Belum sempat Kevin bernapas lega, tamparan bertubi-tubi mendarat tanpa jeda.Kevin hanya mampu meringkuk di tanah sambil menjerit kesakitan karena sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melawan. Setiap pukulan Raka dikendalikan dengan sangat presisi. Semuanya diarahkan ke titik yang mampu menghasilkan rasa sakit luar bi

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 174

    Kevin segera menoleh ke arah Celine sambil mengangkat suaranya. "Celine, jangan takut!" Ia menunjuk Raka dengan wajah penuh keyakinan. "Laki-laki mana yang tidak menghabiskan uang demi perempuan yang disukainya?"Kevin mendengus sinis, tatapannya semakin tajam. "Dia cuma kesal karena gagal mendapatkanmu. Sekarang dia sengaja mempermalukanmu sebagai pelampiasan.""Orang seperti itu bahkan tidak pantas disebut laki-laki."Ucapan Kevin kembali membangkitkan keberanian Celine yang tadi sempat runtuh. ‘Benar, kenapa aku harus takut? Raka hanyalah orang yang dulu selalu mengejarku.’Sedikit demi sedikit, kesombongan kembali memenuhi wajahnya. Ia mengangkat tangan lalu menunjuk lurus ke arah Raka. Nada suaranya kembali keras. "Benar! Aku memang tidak akan mengembalikan uangmu! Memangnya kamu bisa berbuat apa?"Celine tertawa mengejek, tatapannya dipenuhi rasa meremehkan. "Dengar baik-baik, Raka Mahendra. Uang itu tidak akan pernah aku kembalikan."Senyumnya melebar, ia bahkan semakin berani

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 173

    Sementara itu, tubuh Celine limbung hingga hampir kehilangan keseimbangan.Melapor ke polisi?Penipuan?Kalau kasus itu benar-benar diproses, bukan hanya reputasinya yang hancur. Statusnya sebagai mahasiswi juga bisa berada dalam bahaya. Ketakutan yang sesungguhnya akhirnya muncul. Jangankan mengembalikan uang tiga ratus juta. Mengumpulkan sepuluh juta saja sekarang terasa mustahil baginya.Orang-orang yang dulu mengaku rela menanggung semua kebutuhannya sudah lama pergi satu per satu setelah kehilangan minat. Kini ia benar-benar tidak memiliki siapa pun untuk diandalkan.Dengan wajah penuh kepanikan, Celine tanpa sadar menoleh ke arah Kevin. Tatapan memohon itu membuat Kevin ikut membeku.Keluarganya memang berkecukupan, tetapi seluruh pengeluarannya diawasi dengan ketat. Uang saku bulanannya hanya puluhan juta, sehingga mustahil baginya menyediakan tiga ratus juta dalam waktu singkat.Menyadari ancaman maupun alasan sudah tidak lagi berguna, Celine segera memutar otak. Sesaat kemudi

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 172

    Raka memahami bahwa menghadapi orang seperti Celine tidak cukup hanya dengan mengucapkan selamat tinggal. Satu-satunya cara untuk memutus semua keterikatan adalah membuat perempuan itu mengembalikan seluruh keuntungan yang selama ini diperolehnya.Raka tersenyum tipis, tetapi sorot matanya sama sekali tidak mengandung kehangatan. "Apa kau tidak punya uang untuk mengembalikannya?"Ia melirik layar ponselnya sendiri. "Semua bukti transaksi ada di sini. Kalau masalah ini sampai dibawa ke jalur hukum, hasilnya tetap tidak akan berubah."Tatapannya kembali mengunci Celine. "Jadi, kembalikan semua uangku."Wajah Celine memucat, tubuhnya bergetar karena campuran marah, malu, dan panik. Di dalam benaknya, Raka yang sekarang benar-benar berbeda dari pria yang selama ini selalu menuruti setiap keinginannya. Orang yang dulu tidak pernah keberatan menghabiskan uang demi dirinya, kini justru datang untuk menagih semuanya."Raka Mahendra!" Celine berteriak dengan wajah memerah. "Dasar bajingan!" Ia

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 171

    "Jangan-jangan dia benar-benar balik lagi?""Serius? Setelah semua yang dia katakan tadi?""Sayang sekali, kukira Raka sudah benar-benar berubah.""Hebat di medan latihan, tapi ternyata tetap tidak bisa lepas dari perempuan."Bisik-bisik itu menyebar semakin luas hingga hampir semua orang mulai percaya bahwa Raka akhirnya menyerah.Rio berkedip beberapa kali. Ia masih ingin membela Raka, tetapi kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya mendadak tertahan. Tatapannya tanpa sengaja beralih ke Tiara.Ekspresi gadis itu berubah jauh lebih dingin dibanding sebelumnya. Aura yang terpancar darinya membuat Rio spontan menelan ludah dan mengurungkan niat untuk berbicara.Bara pun ikut menggaruk kepala. Ia sama sekali tidak memahami apa yang sedang dilakukan Raka. "Kenapa Raka malah melakukan itu?" gumamnya pelan.Di tengah kebingungan semua orang, Tiara tiba-tiba melangkah keluar dari kerumunan dengan tenang. Ia berjalan menuju gerbang."Eh?" Rio baru menyadari beberapa detik kemudian. "Tia

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 170

    Di balik pagar, puluhan mahasiswa baru menahan napas sambil mengikuti setiap detik yang terjadi di depan gerbang.Sudut bibir Reyhan kembali terangkat. "Lihat." Ia menyenggol lengan Damar dengan wajah penuh kemenangan. "Aku sudah bilang, kan? Dia tetap tidak bisa benar-benar melepaskannya."Ucapan itu membuat Celine kembali mendapatkan secercah harapan. Ia yakin Raka masih peduli, pemuda itu pasti akan berbalik.Dan tepat ketika semua orang mengira Raka akan terus berjalan, langkahnya benar-benar terhenti. Sosok itu berdiri membelakangi mereka tanpa bergerak sedikit pun.Keheningan langsung menyelimuti area gerbang.Hembusan angin seolah ikut melemah, sementara suara serangga yang sejak tadi memenuhi suasana juga terasa menghilang. Seluruh perhatian tertuju kepada punggung Raka, menunggu apa yang akan dilakukan selanjutnya.Kenapa dia berhenti?Apa dia akhirnya berubah pikiran?Apa semua ini hanya sandiwara sebelum kembali meminta maaf?Berbagai dugaan bermunculan di benak para penont

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 3

    Raka membuka mata di lantai kamar. Napasnya memburu, rasa panas membakar dari dalam tubuhnya, seolah lava mengalir di setiap pembuluh darah. Urat-urat menonjol di leher dan lengannya, sementara jantungnya berdetak seperti genderang perang yang dipukul tanpa henti.Namun anehnya, seluruh rasa sakit

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 139

    "Ratusan orang mengejar kami. Benar-benar ratusan! Seluruh lereng bukit penuh peserta dari berbagai unit. Mereka bergerak dari segala arah sampai kami bertiga nyaris tidak punya celah untuk kabur."Rio menggeleng pelan seolah masih sulit mempercayai apa yang telah terjadi. "Saat itu aku sudah pasra

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 2

    Senja tenggelam perlahan di balik menara Akademi Tempur Garuda.Sorak-sorai plaza ujian sudah lama padam, digantikan suara langkah para peserta yang dibagi menuju gedung masing-masing. Mereka yang berbakat dibawa ke asrama utama. Mereka yang memiliki koneksi dijemput kendaraan keluarga.Dan mereka

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 1

    Langit sore di atas Akademi Tempur Garuda tertutup awan kelabu pekat. Gumpalan mendung menggantung rendah, seolah menekan seluruh kompleks akademi dengan beban tak kasatmata.Di plaza utama, ribuan peserta berdiri dalam barisan panjang menghadap panggung ujian raksasa. Layar hologram, menara sensor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status