مشاركة

Bab 8

مؤلف: Imgnmln
last update تاريخ النشر: 2026-05-15 17:17:40

“SEMUA DIAM!”

Tiba-tiba, suara menggelegar meledak di tengah arena, langsung menarik perhatian seluruh siswa baru.

Seorang pria bertubuh tegap berdiri di depan barisan. Kulitnya gelap, rahangnya keras, dan sorot matanya tajam seperti bilah pisau yang menyapu kerumunan tanpa jeda. Namanya Arman Halim, instruktur kepala kamp pelatihan siswa baru Akademi Tempur Garuda.

Refleks Raka memalingkan wajahnya ke arah suara itu. Kapten Vargos yang berdiri di sampingnya hanya menatap dengan datar. Seolah suara teriakan itu sudah biasa ia dengar setiap saat.

“Aku tahu banyak dari kalian tidak puas,” suaranya berat dan dingin, menekan suasana dalam sekejap. “Kalian merasa diperlakukan tidak adil. Merasa aturan akademi terlalu berlebihan. Bahkan ada yang ingin mengumpat sejak tadi.”

Tatapannya bergerak perlahan menelusuri wajah-wajah muda di hadapannya. “Tapi buang semua emosi tidak berguna itu!”

Ia melangkah maju satu langkah, lalu menghentakkan sepatu botnya ke lantai logam. “Sejak kalian masuk ke tempat ini, kalian bukan lagi siswa manja yang hidup nyaman di luar sana, kalian adalah prajurit!”

Suasana langsung berubah sunyi.

“Di akademi ini, tidak ada keadilan. Hanya ada yang kuat dan yang tersingkir. Tidak ada alasan, hanya perintah!”

Nada suaranya tetap datar, tetapi justru karena itu tekanan yang muncul terasa semakin berat.

Raka memperhatikan pria itu tanpa berkedip. Aura yang dimiliki instruktur tersebut berbeda dari yang lain. Sorot mata yang tajam, posturnya stabil, dan setiap gerakannya terasa penuh tekanan seperti seseorang yang benar-benar pernah berada di medan tempur.

“Sekarang, penilaian pertama akan dimulai.” Arman berhenti sejenak, membiarkan suasana menegang sebelum kembali membuka mulut. “Lari lima kilometer!”

Beberapa mahasiswa langsung mengangkat kepala.

“Setiap orang wajib membawa ransel seberat tiga puluh kilogram dan menyelesaikan lintasan dalam waktu tiga puluh menit.”

Tatapannya menyipit tipis. “Mereka yang gagal, atau berada di seratus peringkat terbawah, akan langsung dieliminasi!”

Keributan langsung pecah di tengah kerumunan.

“Apa-apaan itu?!”

“Tiga puluh kilo sambil lari lima kilometer?!”

“Ini mau latihan atau bunuh orang?!”

Wajah banyak siswa langsung berubah pucat. Sebagian mulai mengeluh, sementara yang lain terlihat panik menghitung kemampuan fisik mereka sendiri.

Namun Arman hanya mencibir dingin, sama sekali tidak peduli dengan protes yang muncul. “Kalian pikir musuh akan peduli apakah kalian siap atau tidak?”

Tak ada yang berani menjawab.

BRUK! BRUK!

Puluhan ransel militer dilempar ke depan barisan.

Pandangan Arman menyapu para siswa. “Angkat ransel itu di punggung kalian.”

Banyak siswa langsung oleng begitu mencoba mengangkatnya. Ada yang hampir jatuh, ada juga yang mengumpat pelan sambil memegangi pundak mereka yang terasa tertarik oleh beban berat tersebut.

Kapten Vargos tersenyum melihat kerumunan siswa yang mulai berlatih, lalu ia berkata dengan suara datar dan tenang. “Majulah, pewaris Mahendra.”

Raka berjalan maju tanpa bicara. Tangannya meraih satu ransel hitam di depannya, lalu langsung mengangkatnya ke bahu dalam satu gerakan tenang. Beban berat itu langsung terasa menekan otot tubuhnya. Tiga puluh kilogram jelas bukan angka ringan. Apalagi untuk tubuhnya yang sebelumnya bahkan nyaris hancur setelah insiden tadi malam.

Namun—

DEG!

Panas asing di dadanya kembali berdenyut.

Mata Raka sedikit menyipit. Tulisan merah transparan tiba-tiba muncul di sudut penglihatannya.

[Sinkronisasi tubuh aktif]

[Program optimalisasi fisik dasar dijalankan]

[Memulai penyesuaian otot dan kepadatan tulang…]

Raka langsung menahan napas.

Hangat asing mengalir dari dadanya, lalu menyebar cepat ke seluruh tubuh seperti arus panas yang bergerak di bawah kulitnya.

Ia bisa merasakan perubahan itu dengan jelas. Ototnya yang tadi tegang perlahan mengendur. Rasa pegal mulai memudar, sementara tenaga baru perlahan muncul dari dalam tubuhnya. Bahkan napasnya terasa jauh lebih stabil dibanding beberapa detik sebelumnya. Ransel yang awalnya terasa sangat berat kini seperti kehilangan sebagian tekanannya.

Krek~

Raka memutar lehernya pelan hingga suara retakan tulang terdengar samar. Tatapannya perlahan berubah lebih tajam. “Bagus…”

Kalau sistem ini benar-benar mampu memperkuat tubuhnya, berarti dirinya akhirnya memiliki sesuatu untuk bertahan hidup di akademi gila ini. Ia mengangkat kepala perlahan. Sorot matanya mengeras, sementara secercah cahaya samar mulai muncul jauh di kedalaman pupilnya.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 212

    Wiuu~Fajar baru saja menyingsing ketika suara sirine panjang menggema di seluruh Wilayah Militer Selatan, memecah keheningan pagi bahkan sebelum matahari benar-benar muncul di ufuk timur.Suara nyaring itu langsung membangunkan seluruh kadet. Dalam hitungan menit, barak yang semula lengang berubah menjadi lautan langkah kaki dan teriakan para instruktur yang memaksa semua orang bergerak secepat mungkin."Bangun!""Lima menit berkumpul di lapangan!""Siapa yang terlambat, bersiap menerima hukuman!"Tak seorang pun berani mengulur waktu. Para kadet segera mengenakan seragam latihan sambil berlari keluar dari barak, takut menjadi orang pertama yang dijadikan contoh.Di barak wanita, Celine masih duduk terpaku di tepi ranjang. Matanya sembap akibat semalaman tidak pernah benar-benar terpejam. Setiap kali mencoba memejamkan mata, bayangan Raka selalu muncul sesaat setelah pria itu menyiram air padanya, bersamaan dengan kalimat yang masih terngiang jelas di telinganya.[Selamat datang... di

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 211

    "Siap, Komandan Unit!"Raka berdiri tegak memberi hormat. Senyum puas tersungging di wajahnya ketika menjawab, "Saya pastikan tugas ini akan diselesaikan dengan sempurna."Setelah Arman benar-benar meninggalkan kantin, Raka menurunkan tangan dari sikap hormatnya. Tatapannya perlahan menyapu seluruh kadet, dan hawa di sekelilingnya seolah ikut mendingin ketika sorot matanya kembali berubah sedingin es."Apa yang masih kalian lihat? Sudah selesai makan?""Kalau sudah, kembali ke barak untuk istirahat siang. Tepat pukul 13.30 seluruh unit harus sudah berkumpul di lapangan latihan."Dia berhenti sejenak sebelum menambahkan dengan nada datar."Siapa pun yang terlambat, meski hanya satu menit, hukumannya tambahan lari lima kilometer."Satu perintah itu langsung membuat seluruh kantin gempar. Para kadet berhamburan meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin, seolah takut terlambat sedetik saja.Bara dan Rio hanya bisa saling berpandangan. Keduanya masih belum sepenuhnya pulih dari keterkej

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 210

    Semua sikap dingin, semua ucapan kejam, bahkan perlakuan kasar yang diterimanya sebelumnya, pasti hanya sandiwara. Tujuannya semata-mata untuk menarik perhatiannya. Sebenarnya Raka masih sangat mencintainya.Dalam sekejap, imajinasi Celine berkembang tanpa kendali. Berbagai adegan romantis yang hanya ada di dalam pikirannya bermunculan silih berganti, seolah sebuah drama panjang sedang diputar di benaknya. Di dalam kisah itu, dirinya adalah satu-satunya pemeran utama wanita yang tidak tergantikan.Sedangkan Raka adalah tokoh utama pria yang rela menentang siapa pun, bahkan seluruh dunia, demi mempertahankan cintanya. Semakin lama memikirkannya, semakin yakin Celine Permata dengan kesimpulannya sendiri.Suasana hatinya yang sempat jatuh ke titik terendah perlahan kembali pulih. Dalam pandangannya, Raka bukan lagi pemuda miskin, pendiam, dan penurut yang dulu selalu mengikutinya.Sekarang Raka memiliki kemampuan. Dia telah menjadi seorang instruktur, mendapat kepercayaan penuh dari Koma

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 209

    Harapan yang sempat padam kembali menyala di mata para kadet.Tak seorang pun menyangka Raka yang beberapa saat lalu masih berdiri bersama mereka sebagai peserta pelatihan, kini mendadak berubah menjadi instruktur.Benar-benar di luar dugaan."Komandan Unit." Raka kembali melangkah maju dan memberi hormat. "Saya masih memiliki satu permohonan."Arman menghembuskan napas panjang. "Katakan."Nada suaranya mulai dipenuhi rasa tidak sabar.Semakin lama berhadapan dengan Raka, semakin dia merasa pemuda itu sulit ditebak. Sifat-sifat yang selama ini tidak pernah terlihat justru bermunculan satu per satu, membuat Arman merasa harus mengawasinya lebih saksama setelah ini.Raka tidak berputar-putar. Tatapannya bergeser ke arah Celine, lalu sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum yang begitu lebar hingga sulit disembunyikan. "Saya berharap Komandan Unit menunda hukuman untuk Celine Permata."Kalimat itu baru saja selesai diucapkan ketika seluruh kantin mendadak gempar.Arman bahkan n

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 208

    Arman tak lagi memperdulikan keadaan Celine. Setelah mengalihkan pandangan darinya, dia menatap Raka lalu menyampaikan sebuah keputusan yang langsung mengguncang seluruh kantin."Mulai hari ini, Raka Mahendra ditunjuk sebagai instruktur pelatihan militer bagi para kadet baru."Ucapan itu seketika memancing kegemparan.Semua orang memandang Raka dengan ekspresi tak percaya, termasuk Celine yang masih terduduk di lantai. Bahkan Raka sendiri sempat terpaku beberapa saat karena sama sekali tidak menduga keputusan tersebut."Komandan Unit." Raka mengusap pelipisnya sambil mengembuskan napas pelan, lalu tersenyum pahit. "Bukankah sebelumnya kita sudah sepakat saya hanya membantu selama satu hari?"Dia benar-benar merasa telah dijebak.Mendengar protes itu, Arman justru menyunggingkan senyum tipis. "Bukankah ini masuk akal? Pasukan sedang kekurangan personel, jadi seorang prajurit sepertimu tentu harus ikut membantu menjadi instruktur."Raka langsung menggeleng. "Komandan Unit, saya masih da

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 207

    Semua orang membeku di tempat."Raka masih kadet tahun pertama, bukan? Bagaimana mungkin dia sudah resmi menjadi prajurit?""Mustahil! Dia baru mengikuti pelatihan militer selama dua bulan!""Aku juga tidak percaya. Apa jangan-jangan dia punya jalur khusus atau orang dalam?"Bisik-bisik langsung memenuhi seluruh kantin.Semua orang saling bertukar pandang, tetapi tak seorang pun mampu memahami bagaimana Raka bisa resmi bergabung dengan militer dalam waktu sesingkat itu.Celine pun sama terkejutnya. Baginya, kenyataan bahwa Raka berani menembak seseorang sudah cukup sulit diterima.Kini pria itu bahkan telah resmi menjadi prajurit.Apakah ini benar-benar Raka yang selama ini dikenalnya?Bukankah dulu dia selalu penurut, lembut, pendiam, dan tak pernah berani melawan?‘Tidak…’Celine segera menepis pikiran itu.Pria di hadapannya tidak mungkin benar-benar berubah. Dia yakin Raka masih menyimpan perasaan yang sama seperti dulu, dan keyakinan itulah yang kembali menyalakan secercah harapa

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 4

    WIUUU~ WIUUU~Sirene darurat meraung panjang, menggema ke seluruh area belakang Akademi Tempur Garuda. Lampu merah berkedip cepat di sepanjang lorong, mewarnai dinding kusam Asrama Kelas Nol dengan nuansa bahaya yang mencekam.Koridor itu hancur berantakan.Retakan menjalar di tembok, beberapa pint

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 3

    Raka membuka mata di lantai kamar. Napasnya memburu, rasa panas membakar dari dalam tubuhnya, seolah lava mengalir di setiap pembuluh darah. Urat-urat menonjol di leher dan lengannya, sementara jantungnya berdetak seperti genderang perang yang dipukul tanpa henti.Namun anehnya, seluruh rasa sakit

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 2

    Senja tenggelam perlahan di balik menara Akademi Tempur Garuda.Sorak-sorai plaza ujian sudah lama padam, digantikan suara langkah para peserta yang dibagi menuju gedung masing-masing. Mereka yang berbakat dibawa ke asrama utama. Mereka yang memiliki koneksi dijemput kendaraan keluarga.Dan mereka

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 1

    Langit sore di atas Akademi Tempur Garuda tertutup awan kelabu pekat. Gumpalan mendung menggantung rendah, seolah menekan seluruh kompleks akademi dengan beban tak kasatmata.Di plaza utama, ribuan peserta berdiri dalam barisan panjang menghadap panggung ujian raksasa. Layar hologram, menara sensor

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status