مشاركة

Bab 5

مؤلف: Lalapoo
last update تاريخ النشر: 2026-05-04 14:29:46

Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.

“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam-diam bertemu dengan Grand Duke untuk berkhianat?”

Tatapan Laticia sempat beralih ke arah Lereg yang berdiri tidak jauh dari mereka.

Berbeda dengan beberapa saat lalu, lelaki itu kini sudah kembali tenang. Wajahnya kembali datar dan dingin seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Hanya tatapan birunya saja yang terlihat lebih gelap dari biasanya.

Laticia lalu kembali menatap Carsein.

Sementara sang kaisar masih berdiri diam di depannya dengan aura dingin yang memenuhi seluruh ruangan.

“Semua orang membicarakan ini.” Suara Carsein terdengar rendah dan tajam.

Laticia perlahan bangkit dari duduknya.

Gaun panjangnya jatuh rapi saat ia berdiri hingga kini dirinya berhadapan langsung dengan sang kaisar tanpa jarak meja di antara mereka.

Tatapan mata biru keduanya bertemu dan suasana ruangan langsung terasa semakin menyesakkan.

“Jadi sekarang,” ucap Laticia pelan, “bisik-bisik orang lain menjadi perhatian Anda?”

Sorot mata Carsein langsung berubah dingin.

“Jangan lancang, Laticia.”

Namun Laticia tidak mundur sedikit pun. Wanita itu hanya menatap lurus ke arah lelaki di depannya, seolah tidak lagi takut pada sang kaisar.

Carsein kembali membuka suara dengan nada lebih keras dibanding sebelumnya.

“Urusan wilayah utara harus berada di bawah persetujuanku.” Rahangnya mengeras. “Dan aku sudah menolaknya.”

Laticia tetap diam, tatapannya tenang, tetapi justru ketenangan itu membuat Carsein semakin tidak nyaman.

“Jadi sekarang,” lanjut Carsein dingin, “kau melanggar perintahku dengan membiarkan Grand Duke masuk ke ruang kerjamu?”

“Grand Duke berhak mengetahui keputusan Anda,” jawab Laticia tanpa ragu.

Carsein langsung menatap tajam ke arahnya.

“Perintahku mutlak.” Suaranya terdengar penuh tekanan. “Dan kau tidak punya hak untuk membantahnya.”

Ruangan kembali sunyi.

Para pelayan di luar pintu bahkan tidak berani mengangkat kepala mereka sedikit pun. Ketegangan di dalam ruangan terasa terlalu jelas hingga membuat siapa pun sulit bernapas dengan tenang.

Namun di tengah suasana itu, Laticia justru tersenyum kecil. Senyuman tipis yang terlihat pahit.

Tatapannya tidak meninggalkan wajah Carsein saat ia perlahan membuka bibirnya.

“Bagaimanapun juga saya adalah ratu.”

Suara wanita itu terdengar pelan, tetapi jelas di tengah ruangan yang sunyi.

“Saya memiliki hak kesetaraan dengan Anda.” Tatapannya perlahan menajam. “Bukan hanya dalam urusan pribadi, tetapi juga dalam urusan kekaisaran.”

Hening.

Lereg yang berdiri di belakang mereka sedikit mengangkat pandangannya ke arah Laticia. Sementara Carsein menatap wanita di depannya tanpa bicara.

Carsein menatap Laticia tajam setelah mendengar ucapannya. Tatapan mata biru itu terasa semakin dingin, seolah setiap kata yang keluar dari mulut sang ratu membuat kesabarannya terkikis sedikit demi sedikit.

“Jadi sekarang kau berani membelanya dengan menggunakan hak itu?”

Suara rendah sang kaisar menggema di dalam ruangan yang sunyi. Tidak terlalu keras, tetapi cukup membuat suasana berubah menyesakkan.

Namun Laticia tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.

Wanita itu berdiri tegak di hadapan Carsein dengan kedua tangan terkepal samar di balik lengan gaunnya.

“Urusan utara adalah tanggung jawab saya sebagai ratu,” jawabnya tenang. “Jika saya tidak menanganinya, maka rakyat akan menyalahkan saya, Yang Mulia.”

Carsein mengatupkan rahangnya. Tatapan pria itu berubah semakin tajam. Ia jelas tidak menyukai cara Laticia berbicara padanya sekarang.

Karena wanita ini berbeda dibanding Laticia yang biasanya.

Tidak ada lagi tatapan penuh harap yang dulu selalu mengikutinya ke mana pun. Tidak ada lagi suara lembut yang selalu berusaha menyenangkan dirinya.

Yang berdiri di hadapannya sekarang terasa asing.

“Kau semakin berani, Laticia.” Nada suara Carsein terdengar seperti peringatan.

Laticia tetap diam tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun.

“Karena ini tugas dan kewajiban saya,” jawabnya pelan.

Ruangan kembali sunyi.

Sementara Lereg berdiri tidak jauh dari mereka tanpa ikut campur. Tatapan terus memperhatikan keduanya dengan tenang.

Carsein tertawa kecil, tidak ada kehangatan sedikit pun dalam tawanya.

“Hanya karena kau seorang ratu,” ucapnya dingin, “bukan berarti kau bisa bicara seperti ini padaku.”

Tatapan mata biru itu menekan lurus ke arah Laticia.

“Kau hanyalah pendamping kaisar, Lati.”

Deg.

Dada Laticia terasa sesak sesaat.

"Kau tidak pantas menjadi Ratu jika seperti ini!"

“Kalau begitu,” suara Laticia terdengar tenang di tengah ruangan yang membeku, “berikan saya perjanjian cerainya.”

Carsein langsung terdiam, ekspresi pria itu terlihat berubah jelas.

Tatapan tajamnya sedikit goyah seolah tidak menyangka Laticia akan kembali mengatakan hal itu di depan Lereg.

“Ketika kita bercerai,” lanjutnya perlahan, “Anda bisa mengganti saya dengan ratu yang Anda inginkan.”

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 170

    Tatapannya kembali beralih kepada para pejabat."Mulai hari ini, setiap kementerian bertanggung jawab penuh atas bidangnya masing-masing. Besok pagi, aku ingin kalian kembali ke ruangan ini.""Bukan membawa daftar masalah. Tetapi membawa rencana, solusi, dan waktu pelaksanaannya."Ia berhenti sejenak, memastikan setiap orang mendengar ucapannya dengan jelas."Siapa pun yang datang dengan alasan, tanpa penyelesaian, lebih baik menyerahkan jabatannya hari itu juga."Suara Laticia menggema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani mengangkat kepala. Tak seorang pun memiliki keberanian untuk membantah.Baru hari itu mereka benar-benar menyadari bahwa Ratu Laticia telah kembali. Namun perempuan yang kini berdiri di hadapan mereka bukan lagi sosok yang diam-diam membereskan semua kekacauan dari balik layar.Ia akan memastikan setiap orang yang menyandang jabatan di Kekaisaran Ascham benar-benar layak berada di kursinya. Dan bagi mereka yang tidak mampu Laticia sendiri yang akan menying

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 169

    Ucapan Laticia membuat tak seorang pun bergerak dan tak seorang pun mengangkat kepala. Beberapa saat kemudian, Jenoch melangkah maju lebih dulu. Ia berlutut di hadapan Laticia, diikuti para kesatria dan seluruh pelayan yang berada di aula."Kami bersumpah akan tetap berada di sisi Yang Mulia.""Sampai akhir."Suara itu disusul oleh yang lain hingga memenuhi seluruh aula."Kami bersumpah setia kepada Yang Mulia Ratu."Sudut bibir Laticia terangkat membentuk senyum tipis. Permainan telah dimulai. Dan kali ini ia tidak akan menghadapinya sendirian.***Keesokan paginya, aula rapat Kekaisaran Ascham kembali dipenuhi para pejabat tinggi, menteri, panglima, dan para bangsawan yang memiliki kedudukan penting di pemerintahan.Suasana ruangan jauh lebih tegang dibanding biasanya. Semua orang mengetahui bahwa untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan menghilang dari ibu kota, Ratu Laticia akan kembali menghadiri sidang kekaisaran.Di kursi utama, Carsein duduk dengan wajah serius. Di sisi ka

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 168

    Pricilla mengepalkan kedua tangannya di balik lengan gaunnya. Semakin lama, ia merasa Laticia perlahan kembali mengambil sesuatu yang selama ini ia yakini telah menjadi miliknya.Perhatian Carsein, kepercayaan Carsein. Bahkan kini harga diri Carsein sendiri. Sementara itu, Laticia yang masih berdiri di balik pintu Istana Ratu mendengar samar percakapan tersebut. Namun wajahnya tetap tenang. Tidak ada sedikit pun perubahan dalam ekspresinya.Ucapan Carsein tidak lagi mampu menggoyahkan hatinya. Yang ia nilai sekarang bukanlah kata-kata. Melainkan tindakan.Di sisi lain, Carsein terus melangkah menyusuri koridor utama hingga seorang asistennya segera menghampiri dan membungkukkan badan."Yang Mulia."Carsein menghentikan langkahnya."Panggil seluruh pejabat istana."Asisten itu mengangkat kepala."Termasuk para bangsawan yang terlibat dalam urusan pemerintahan beberapa bulan terakhir."Mata sang asisten membelalak."Yang Mulia... maksud Anda...""Kita akan mengadakan rapat." Nada suara

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 167

    Langkah Carsein terhenti. Koridor utama istana yang semula hanya dipenuhi suara langkah kaki para pelayan kembali diliputi keheningan. Cahaya matahari sore yang masuk melalui jendela-jendela tinggi memantulkan warna keemasan di lantai marmer, tetapi kehangatan itu sama sekali tidak mampu mengurangi jarak yang kini terbentang di antara keduanya.Carsein menatap Laticia tanpa berkedip. Selama beberapa saat, ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Dahulu, setiap kali ia membutuhkan sesuatu, Laticia akan langsung mengerti bahkan sebelum ia mengatakannya. Tidak pernah ada penolakan. Tidak pernah ada syarat. Perempuan itu selalu menyelesaikan semuanya dengan tenang, seolah memang itulah tugasnya sebagai seorang ratu.Namun sekarang Laticia tidak lagi berdiri di hadapannya sebagai wanita yang akan menerima semua permintaannya begitu saja.Ia telah berubah dan perubahan itu begitu jelas hingga Carsein tidak bisa lagi berpura-pura tidak menyadarinya."Aku tahu," ucapnya akhirnya dengan su

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 166

    Derap roda kereta perlahan memasuki halaman utama Istana Kekaisaran. Puluhan kesatria kekaisaran telah berbaris rapi di sepanjang jalan menuju tangga utama istana. Para pelayan, pejabat, hingga dayang istana berdiri menundukkan kepala, menyambut kepulangan wanita yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pembicaraan di seluruh penjuru kekaisaran.Ratu telah kembali.Di puncak anak tangga, Carsein berdiri dengan jubah kebesarannya. Wajahnya tetap tenang, tetapi sejak fajar ia telah beberapa kali keluar masuk halaman istana hanya untuk memastikan laporan terakhir mengenai perjalanan Laticia.Kini, penantian itu akhirnya berakhir.Kereta berhenti.Seorang kesatria membuka pintu dengan hormat.Laticia turun lebih dahulu. Gaun yang dikenakannya bergerak lembut tertiup angin musim dingin. Wajahnya tetap tenang, tanpa sedikit pun menunjukkan keraguan meski kini kembali menginjakkan kaki di tempat yang pernah hampir merenggut nyawanya.Tatapan Carsein langsung tertuju kepadanya. Entah menga

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 165

    Pricilla membeku di tempatnya. Selama ini ia hanya mengetahui bahwa hubungan kedua kekaisaran cukup baik. Namun ia tidak pernah menyangka perempuan yang selama ini ia anggap hanya duduk diam sebagai ratu ternyata menjadi orang yang membangun fondasi hubungan tersebut.Carsein kembali melanjutkan langkahnya."Nanti, ketika Kaisar Barat tiba orang pertama yang akan beliau cari bukanlah aku." Ia berhenti sesaat. "Melainkan Laticia."Karena bagi dunia luar Ratu Kekaisaran bukan sekadar pendamping seorang kaisar. Ia adalah wajah diplomasi kekaisaran. Dan tidak ada seorang pun di istana ini yang mampu menggantikannya.Sepeninggal Carsein, koridor istana kembali dipenuhi kesunyian.Pricilla masih berdiri di tempat yang sama. Kedua tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya meninggalkan bekas kemerahan di telapak tangan. Wajahnya yang biasanya selalu dihiasi senyum lembut kini dipenuhi amarah yang sulit disembunyikan.Dadanya naik turun menahan emosi.Setiap ucapan Carsein terus berpu

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 101

    Melisa menunduk dalam, memahami bahwa pertemuan itu bukan sekadar percakapan biasa.“Baik, Yang Mulia.”Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Laticia melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan. Gaunnya bergesekan pelan di atas lantai marmer, langkahnya terdengar mantap meski tubuhnya belum sepenuhnya puli

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 85

    Hari-hari berlalu setelah pesta itu, namun istana tetap berdiri dalam ketenangan yang sama seperti biasanya.Koridor panjang masih dipenuhi langkah pelayan yang berjalan terburu-buru sambil membawa nampan teh atau setumpuk dokumen kerajaan. Para bangsawan tetap datang menghadiri pertemuan resmi den

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 79

    Laticia terdiam cukup lama setelah mendengar jawaban itu. Ruangan kerja yang sejak tadi terasa tenang mendadak berubah menjadi terlalu sunyi bagi dirinya. Cahaya matahari yang mulai tenggelam jatuh miring ke lantai marmer, menciptakan bayangan panjang di antara mereka.Namun anehnya, keheningan it

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 67

    Lereg menatap Laticia cukup lama tanpa mengatakan apa pun, sorot matanya terlihat semakin dalam dan sulit ditebak. Namun di balik ketenangan tersebut, pikirannya jelas terus bergerak.Ia akhirnya mulai memahami semuanya.Memahami mengapa Laticia berubah sejauh ini. Memahami kenapa wanita yang dulu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status