LOGINAku dijadikan istri hanya untuk melahirkan anak untuknya. Suamiku tidak mencintaiku dan harusnya aku sadar dari awal bahwa posisiku hanya sebagai istri kedua, istri yang tak pernah dianggap keberadaannya oleh mereka. Bagaimana bisa kehadiranku di tengah rumah tangga Zayn dan Alysa dianggap sebagai pembawa luka? Haruskah aku menyerah atau bertahan dalam rumah tangga yang tidak sempurna ini?
View MoreKisah ini di awali dengan seorang laki-laki berumur 22 tahun bernama Febrian yang bisa kita sapa dengan Febri, ia mempunyai seorang adik yang umurnya sangat tertinggal jauh darinya yang bernama Febi. Kedua orang tua Febri hanya orang yang berkecukupan, dengan bapaknya yang bekerja sebagai ojol dan ibunya yang berjualan nasi kuning dan masakan. Kedua orang tua Febri sangat sederhana sekali, baik dan loyal kepada anak-anaknya.
Dimana waktu itu Febri baru saja lulus dari SMA, ia di haruskan untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi oleh orang tuanya. Febri di haruskan untuk memilih apakah akan melanjutkan pendidikan nya atau hanya sebatas lulusan SMA saja dan bekerja sebagai buruh pabrik. Febri memilih untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, ia tidak mau seperti orang tuanya yang hanya sekedar lulusan SMA saja. Hari demi hari berlalu akhirnya Febri mendaftarkan dirinya di suatu PTN yang ada di Bandung dan cukup terkenal juga, setelah melalui beberapa tahapan dan ujian akhirnya hari penerimaan pun tiba dan Febri diterima di PTN tersebut dengan mengambil jurusan keperawatan.
Hari ospek pun tiba dimana semua mahasiswa wajib mengikuti ini, bisa dibilang ospek ini adalah suatu tradisi turun temurun dari generasi ke generasi. Ospek ini sangat jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya ketika di SMA disini kita di tuntut harus disiplin, taat terhadap aturan yang ada dan intinya kita harus bisa mandiri dan jangan manja. Hari pertama di lalui Febri dengan biasa saja dan mendapatkan beberapa teman baru disana, dan nantinya teman-teman baru Febri ini akan menjadi teman sekelasnya nanti. Hari kedua ketiga dan sampai selesai acara ospek ini Febri lalui dengan baik tanpa ada hambatan sama sekali. Dikarenakan rumah Febri ke kampus cukup jauh jadi Febri memutuskan untuk kost di daerah dekat kampusnya dan dekat teman satu kelasnya juga.
Hari pertama perkuliahan pun tiba, jam menunjuka pukul 06:00 Febri sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus tidak lupa dia membangunkan teman-temannya yang bersebelahan kamarnya,
Febri : "toko tok tok" (Febri mengetuk pintu kamar temannya yang bersebelahan)
Febri : "sal bangun sudah pagi ayo berangkat ke kampus".
Faisal adalah salah satu teman sekelas Febri sekarang di kampus dan menjadi teman dekatnya. Faisal pun beranjak dari kamarnya dan membukakan pintu,
Faisal :" oh ayo, bentar ya mau mandi dulu"kata Faisal
Febri :" mau titip sarapan gak, gua mau beli sarapan dulu nih?",sahut Febri
Faisal : " oh iya sok gua nitip naskun aja 1 nanti uang nya gua ganti ya"
Febri pun beranjak dari kost-an nya untuk membeli sarapan di depan. Selesai membeli sarapan mereka makan dulu sebelum berangkat ke kampus karena sarapan itu sangat wajib untuk tubuh kita.
Setelah selesai sarapan mereka berdua pun pergi ke kampus dengan jalan kaki di karenakan jarak dari kost-an ke kampus itu sangatlah dekat. Tiba di kampus mereka berdua terheran-heran dikarenakan kelas nya penuh dengan wanita dan memang mayorita untuk jurusan keperawatan ini di dominasi oleh wanita, satu kelas mereka ada 40 mahasiswa dengan 7 orang laki-laki termasuk Febri dan Faisal dan sisanya wanita. 5 orang laki-laki tersebut adalah andre, Sandy, Ihsan , Rifky dan sugih, mereka berlima ini sangat akrab dan gampang sekali berbaur. Hari demi hari Febri lalui dengan Semangat dan tanpa ada kendala apapun, semuanya Febri jalani dengan ikhlas dan tanpa beban apapun, tidak lupa dia menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim dengan sholat 5 waktu. Untuk jadwal Febri sendiri kebetulan mahasiswa baru jadwalnya masih sangat sangat dan tidak terlalu sibuk, Febri mengisi waktu luang nya itu dengan mengikuti beberapa organisasi mahasiswa yang ada di kampus.
Sesekali Febri ketika libur kuliah dia pulang ke rumah dan membantu ibunya berjualan di rumah. Untuk meringankan beban orang tuanya sendiri Febri sering bermain voly keluar daerah Bandung dengan diberi upah yang cukuplah untuk uang jajannya sendiri seelama satu bulan di kampus. Kegiatan voly itu sudah Febri tekuni sejak masih SMA awalnya ia sering ikut-ikutan voly antar desa sampai kecamatan dan banyak yang kenal Febri sampai ia sering di ajak untuk mengikuti turnamen di luar kota, dari situlah Febri sudah bisa mulai mandiri dan tidak menyusahkan orang tuanya.
Suatu hari ketika Febri sedang duduk terdiam sendirian di taman kampusnya ada seseorang perempuan yang menghampiri dia,
Cewe : "hai" menyapa Febri dengan senyuman nya yang manis
Febri : "ohh iya hai" merekapun saling menyapa satu sama lain nya.
Cewe : "Sendirian aja,, hehe?" tanya si cewe
Febri : " ehh iya sendirian nih, silahkan duduk"
Merekapun duduk berhadapan di taman
Cewe : "kenalin aku Santi, mahasiswi dari kampus sebelah."
Febri : " aku Febri, kalau boleh tau ada apa yah?"
Santi : " hmmm ngga ko gapapa, heheh"
Febri : " ohh kirain aku ada apa gtu ".
Santi : " ngga ko gapapa, sendirian aja kamu disini? Gada yang nemenin gitu ?"
Febri : " lagi pengen sendiri aja, terus kamu ngapain disini? "
Santi : " ohh aku kebetulan aja tadi lewat sini terus liat kamu. Kamu ngekos di s***** yah? "
Febri : " Iyah, kok kamu tau ?"
Santi : " yah iya lah tau orang sebrang kosan kamu kosan ku, makanya aku beraniin diri buat nyapa kamu tadi hehehe".
Febri : " ohh tetangga rupanya".
Santi : " Iyah, kamu kenapa belum pulang?"
Febri : " ini udah mau pulang ko "
Santi : " yaudah ayo bareng "
Febri : " ayo ".
Mereka pun pulang bersama, dari pertemuan hari itu mereka berdua pun semakin akrab dan saling bertukar nomor W******p. Semakin hari mereka berdua pun semakin dekat dan tidak jarang mereka setelah pulang dari kampus sering jalan berdua keluar untuk makan atau main. Di suatu malam Santi mengajak mengajak Febri untuk main , kebetulan hari itu hari sabtu dan besoknya libur perkuliahan merekapun pergi menggunakan mobil milik Santi ke daerah lembang. Sesampainya disana mereka mengobrol dan Santi pun disitu bertanya sesuatu kepada Febri.
Santi : " feb aku mau nanya boleh?"
Febri : " boleh, sok mau nanya apa?"
Santi : " kamu udah punya pacar?"
Febri : " hmmm belum, kenapa gitu?"
Sinta : " aku tuh sebenernya suka sama kamu feb, tapi aku malu mau ngomong nya."
Febri : " hah ? Yah wajar kalo kamu suka sama aku itu berarti kamu normal masih suka sama lawan jenis hahaha."
Santi : " ihh serius tau, malah di becandain gitu ahh ".
Febri : " yah becanda gimana san emang bener kan ".
Santi : " Iyah bener, tapi aku suka sama kamu. Aku pengen hubungan kita tuh ga cuman sebatas teman aja feb".
Seketika Febri pun terdiam dan merenung.
Santi : " kenapa kamu diem feb? Kamu gasuka yah sama aku?
Febri : " bukan gitu san, aku juga suka sama kamu tapi yah aku malu sama kamu san aku gapunya apa-apa, aku cuman oranga biasa hidup aku sederhana orang tuaku hanya bekerja sebagai penjual nasi kuning dan ojol".
Santi : " emang aku pikirin, aku tetep terima kamu apa adanya ko feb aku juga suka orang sederhana kaya kamu gitu".
Febri : " asli san gitu? Diluaran sana masih banyak loh cowok-cowok yang lebih dari aku?"
Santi : " lah terus, kan aku maunya sama kamu ga sama orang lain. Aku Nerima kamu apa adanya ko feb, aku ga mandang kamu dari harta atau apapun aku tulus ko suka dan sayang sama kamu ko".
Febri : " Iyah deh san "
Santi : " jadi kamu mau jadi pacar aku feb ?"
Febri : " Iyah san aku mau ".
Terlihat senyum yang sangat bahagia di wajah santu setelah mendengar Febri mau jadi pacarnya, dari malam itu Febri dan santi pun resmi berpacaran dan mereka pun terlihat bahagia.
Malam itu ketika mereka hendak pulang hujan sangat deras, dan mereka mengurungkan niatnya untuk pulang jadi terpaksa mereka harus mencari penginapan di sekitar situ dan bermalam.
Bersambung
***Sepuluh tahun berlalu. Kota Tarim terasa sangat menenangkan. Di sana dikenal dengan kota para nabi. Kota yang dikenal penduduknya sangat mencintai para nabi. Dan para wanita di Tarim sering dijuluki bidadarinya bumi. Aurat mereka terjaga dalam balutan jubah-jubah berwarna hitam gelap.Kota Tarim adalah impian semua umat muslim yang tahu akan keisimewaan kota itu dan konon siapapun yang menginjakan kaki di sana akan dibuat jatuh cinta dan enggan meninggalkannya, termasuk seorang wanita berusia 33 tahun bernama Rubiah Zahra. Wanita itu terlalu jatuh cinta dengan Tarim dan kebahagiaannya ada di kota ini. Rubiah seperti menemukan apa arti hidup, apa cinta, apa kasih sayang, dan bagaimana itu bahagia.Dengan langkah kaki yang cepat, wanita yang memakai cadar dan jubah hitam itu langsung menemui sahabat baiknya yang sama-sama berasal dari Indonesia. Rubiah selalu mendapatkan informasi tentang keluarganya dari wanita yang bernama Aisyah.“Assalamualaikum, Aisyah. Maaf, tadi aku sedang me
***Saat ini Faiz sudah berusia delapan bulan. Bayi mungil itu tumbuh dengan lucu dan sehat. Pada akhirnya Maha tinggal satu atap dengan Alysa, dan tentu saja selalu ada Sarah yang berkunjung dan menyindirnya. Meski Alysa dan Zayn selalu berusaha melindungi Maha, tapi luka itu tetap basah dan ucapan Sarah selalu terekam dalam ingatan Maha. Sebutan Sarah padanya membuat Maha merasa memang dia sudah tidak bisa melanjutkan mahligai rumah tangga bersama Zayn. Ditambah Faiz selalu saja dibawa Alysa dan Sarah. Maha hanya memeluknya saat Faiz ingin tidur seperti dia adalah ibu susunya. Hati ibu mana yang tidak sakit saat diam-diam dijauhkan dari sang buah hati. Setelah Alysa sembuh karena penyakit ginjalnya, wanita itulah yang selalu merawat Faiz. Bahkan tak jarang selalu dibawa pergi tanpa membawanya.Maha pasrah, dia memang sudah lelah dan mengalah. Dia tahu kalau semuanya sudah patah dan cinta yang patah itu tidak akan menyatu dengan utuh. Meski merasa berat hati, Maha harus melepaskan se
Yang patah tidak selamanya akan tumbuh dan yang hilang tidak semuanya akan terganti.***Setelah kepergian Nia, hidup Maha berubah. Dia kehilangan salah satu sayapnya, kehilangan separuh jiwanya. Maha merasa dunia ini tidak berlaku adil padanya. Merasakan bahagia hanya sejenak. Maha tidak mempunyai siapapun untuknya tempat bersandar. Dia merasa jatuh dan butuh seseorang untuk memeluknya, namun Zayn... suaminya itu terlalu sibuk dengan Alysa. Bahkan sikap Zayn itu membuat Maha akhirnya harus melahirkan secara sectio karena pecah ketuban terlebih dahulu dan juga Maha kondisi kesehatannya menurun.Maha keberatan saat Zayn memintanya untuk tinggal satu atap dengan Alysa. Alasannya tentu saja dia masih dalam keadaan yang linglung. Hartanya satu-satunya pergi saat dia sedang butuh pegangan, hanya ibunya lah yang selalu ada di sisinya, selalu membelanya dan menganggap dirinya berharga. Saat dia harus kehilangan Nia untuk selama-lamanya, bagaimana bisa hatinya yang patah utuh kembali?Maha pu
***Setelah kejadian yang mencengkam itu. Maha selalu dipojokkan, bahkan dibenci. Maha disebut sebagai wanita yang gatal, wanita penggoda dan juga pembawa bencana. Maha yang sedang hamil, terguncang saat semuanya menyalahkannya, bahkan sikap Zayn pun sedikit berubah padanya. Di dunia suaminya itu seolah-olah dia sudah tenggelam. Zayn hanya sesekali datang mengunjungi rumahnya dan menanyakan kabar kehamilannya. Zayn bahkan selalu terburu-buru pergi dan tak menginap di rumah karena alasan kondisi Alysa yang kurang stabil dan istri pertamanya itu membutuhkan dia daripada Maha yang sedang hamil.Rayhan... atas perbuatannya itu, pria itu akhirnya masuk ke penjara karena Raka tidak berniat berdamai dengan pria itu. Sedangkan Raka yang sempat kritis, akhirnya sudah pulih kembali dan sampai saat ini Maha tidak berani mengunjunginya, bukan karena dia tidak tahu terima kasih karena Raka telah menyelamatkannya, dia hanya ingin menjaga hati semua orang, terlebih pandangan semua orang padanya sa
***“Kenapa kita ke sini, Mas?” tanya Maha. Dia menatap suaminya yang sibuk memilih beberapa gamis. Zayn hanya tersenyum dan menunjukan gamis berwarna hitam berpayet. “Gimana ini cantik?” tanyanya.Maha tertegun, dia langsung tersadar saat Zayn bertanya padanya
***Zayn masih saja memikirkan apa yang Alysa katakan tentang sikap Raka yang tampak berbeda. Dia juga merasa curiga dengan foto yang Raka lihat pada saat itu. Dia merasa gelisah, dan terus saja menatap ponselnya. Dia menunggu balasan Maha, wanita itu tidak membalas pesan darinya. Sedangkan waktu sud
***Maha tersenyum dan dia menggelengkan kepalanya. “Nggak, Mbak. Mana bisa pria selembutnya menyakiti hati wanita. Mas Zayn pun tak akan pernah tega hanya untuk menyakiti seekor semut.”“Lalu, kenapa kamu menangis, Maha? Apa itu karena umma... “Maha men
*** Maha tersenyum dengan tulus membalas tatapan suaminya itu. “Tidak apa-apa, Mas. Tadi Umma hanya menanyakan kabar ibu saja,” balasnya. Lalu, Maha melepaskan tangan Zayn yang melingkar di lengannya.“Mas, aku mau menemui dokter dulu, ya! Soalnya ibu katanya mau pulang sa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews