Share

Bab 4

Penulis: Dea Saputri
last update Tanggal publikasi: 2026-03-28 14:08:09

Bab 4

Kenzo yang sedang meeting di ruang rapat dengan Zack dan lainnya langsung berhenti menerima telfon dari Mami Angelin. Kenzo selalu mengutamakan panggilan dari Adeline, kedua orangtuanya, dan juga orang tua Adeline langsung.

[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Sisil. Mami gak tahu dia kemana, kamu temani dia ya? Kamu gak sibuk kan?”]

“Baik, aku akan menyusulnya.”

Hanya itu yang dia katakana dengan Mami Angelin, tatapannya kembali dingin. Ia segera menyelesaikan meeting beruntung semua sudah selesai dan Zack segera mengikutinya.

“Ada apa?” tanay Zack, tangan kanan sekaligus sekretaris yang membantu Kenzo dalam hal apapun. Namun, ia masih butuh bantuan mencari sekretaris yang cocok masih dalam tahap pemilihan.

“Adeline pergi, ayo susul.”

“Ken, gue gak bisa tutupin lagi dengan tingkah lo semakin hari semakin menjadi. Untuk apa lo lakuin kayak gini? Sikap lo, udah buktiin kalau lo suka dengan Adeline.”

Zack, teman sekaligus partner kerja untuk Kenzo. Jika dalam pekerjaan dia akan lebih formal dan menghargai Kenzo. Namun, jika semua tidak ada kaitannya dengan kerjaan Kenzo tidak mau diperlakukan dengan hal yang sama. Ia ingin seperti biasa agar tidak sungkan dan canggung. Lebih tepatnya, teman dan sahabat.

“Gue tahu, soal perasaan gue ke Adel gak bisa ditutupi.”

“Kenapa lo gak langsung bilang ke dia? Lo sama Adelin udha kenal lama Ken, bahkan dari kecil lo bareng terus, daripada lo main cewe sana sini, mending lo fokus dengan dia aja, udah. Cukup dan lo gak perlu sandiwara dengan urusan wanita diluar sana.”

“Dia gak suka dengan gue, dia anggep gue cuma sahabat gak lebih Zack!” ucapan Kenzo membuat Zack menghela nafas.

“Gue juga gak yakin kalau Adel ga ada perasaan sama lo,” gumamnya namun bisa didengar oleh Kenzo.

“Bahkan dia gak takut buat mulai hubungan dengan pria lain, lo tahu gue cemburu dan meledak seperti apa!” kesal Kenzo, ia membuka ponsel.

Diam – diam Kenzo mengaitkan ponsel Adeline dengannya, dan seketika rahangnya mengeras saat tahu Lokasi yang dituju Adeline bukan mall atau tempat biasanya, melaikan Club malam.

“Zack lebih cepat, Adel ke club.”

“Ha? Ngapain dia, oke gue langsung cepat gue!”

“Kayaknya lo harus cari orang diam – diam buat jagain Adeline jika dia pergi keluar. Gue gak mau dia pergi ke tempat sialan ini,” ucap Kenzo membuat Zack mengerti.

“Oke, gue akan cari orang buat mata – matain Adel.”

*

Sementara Adeline, ia sudah di depan club. Mobilnya sudah terparkir oleh petugas yang mengatur parkiran. Langkahnya ragu untuk masuk ke dalam. Ini adalah pertama kali dia datang ke sini, melihat ponsel Bella dan Sisil akan tiba sebentar lagi. Itu artinya dia lebih dulu datang dibandingkan sahabatnya.

Penampilan yang mencolok, bahkan aura yang kuat membuat ia menjadi sorotan saat masuk ke dalam club. Banyak orang yang mulai berbisik – bisik karena dia adalah salah satu putri dari penguasa yang terkenal dan sukses.

“Sial, mana sih Galuh!” tanya Adeline mencari – cari dimana meja duduk Galuh. Aroma alkohol begitu menyengat ditambah asap rokok semakin tajam membuatnya hampir menahan nafas. Sebab ia tidak menyukai orang merokok sama sekali.

“Baby..., aku mencarimu. Ayo duduk disana, aku sudah memesan meja untuk kita.” Galuh menghampiri Adeline, dengan aroma alkohol yang begitu tipis, tiba – tiba ia merinding. Bukan apa, ingin menangis takut terjadi buruk menimpa dirinya.

“Ah iya, ayo!” Adeline diajak duduk di meja yang penuh minuman. Tentunya sangat terkejut, bagaimana bisa? Bukan hanya Galuh saja, melainkan 3 laki – laki yang menyambutnya begitu ramah dan menjijikan untuk Adeline.

“Kenalin, cewe gue. Adeline!” ucap Galuh mengenalkan Adeline dengan bangga. Apalagi penampilan Adeline begitu cantik dan memukau.

“Wah, cewe lo cantik banget cok. Hai Adeline, gue Rio!” tangannya mencoba menyalami Adeline.

“Sorry, gue gak bisa salaman sama lo.”

Mereka tersenyum dan tertawa bersama, tingkah angkuh dan keras kepala Adeline bukan membuat mereka marah justru tertawa.

Karena wajah Adeline cantik, bahkan nyaris sangat sempurna.

“Duduk Baby..., minum dulu,” ujar Galuh namuan Adeline curiga ia langsung mengkonfirmasi segera, “Tenang, gak alkohol kok baby..., jus jeruk ini, biar warna sama aja. Coba hirup aromanya, ucap Galuh meyakinkan Adeline.

Benar, wangi jeruk.

Entah kenapa Adeline ikut haus, ia langsung minum beberapa tenggakan saja. memang rasa jeruk, tidak ada yang mencurigakan. Bahkan menurutnya begitu menyegarkan.

“Gila, gue gak sabar coyyy..., ini cantik banget dia.”

“Bener, gue baru lihat Galuh si breng*sek bisa dapetin cewe cantik kayak gini!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Candu Obsesi Sahabatku   17

    Bab 17“Maksud papi apa? Adeline mengadu kalian ingin menjodohkannya dengan pria lain?” tanya Kenzo kesal, bahkan ia bicara dengan dingin membuat Papi Aditya menganggukan kepala.“Benar, itu permintaan istri papi langsung. Kejadian kemarin sudah cukup membuat kita waspada, kita tidak mau Adeline ada di tangan laki – laki lain yang membahayakan keselamatan Adeline sendiri,” jawab Papi Aditya tanpa ragu menatap laki – laki dengan sort kemarahan di depannya.“Aku tetap tidak setuju dengan keputusan kalian, Adeline baru pulih dari kesehatannya. Dan itu buat mental dia tidak baik – baik saja,” ia masih kekeh hingga tak lama orangtua Kenzo masuk ke ruangan.Mereka terkejut kenapa anaknya ada di sini?“Kenzo? Kau sedang apa?” Tanya Papa Reno dengan putranya, rasanya menahan amarah dengan Aditya sendiri.Mama Merry pun bingung, ia mengusap pelan tubuh Kenzo memastikan jika laki – laki itu dalam keadaan baik – baik saja. Namun, diluar dugaan dia menepis tangannya menandakan dia sangat marah sek

  • Candu Obsesi Sahabatku   16

    Bab 16Adeline di perbolehkan pulang, kondiisnya sudah membaik. Ia hanya perlu istirahat dan beberapa kali control untuk datang ke ruang psikolog. Mengingat kejadian itu, membuat dirinya trauma. Mami Angelin bahkan merapikan baju di kamarnya dengan santai, ia tidak masalah dengan putrinya yang murung menahan kesal sejak tadi.“Kamu mau makan apa? Biar mami siapkan makan malamnya,” tanya Mami Angelin membuat Adeline menahan nafas.“Aku gak laper, masih kenyang mi.”“Inget kata dokter, kamu boleh pulang dengan catatan makan yang banyak, minum obat dna istirahat. Jangan gak laper ap aitu, mami inget ya kamu cuma sarapan tadi. Siang juga belum makan,” oceh mami Angelin membuat Adeline menutup matanya.“Ayam bakar,” jawab malas Adeline membuat mami Angelin tersenyum.“Hm, baiklah. Oh ya, tadi mami udah bicara soal perjodohan kamu. Keluarga mereka juga sangat senang hati kalau putranya berjodoh denganmu, sayang.”Deg.Perasaan Adeline yang buruk semakin buruk. Ia tidak menyahuti lagi ucapa

  • Candu Obsesi Sahabatku   15

    Bab 15Adeline mengerutkan kening tak paham denga napa yang baru saja diucapkan oleh maminya,. Kata menikah menjadi penganggu di pendengarannya.“Maksud mami, nikah?” tanya Adeline.“Iya, mami akan carikan kamu laki – laki untuk jadi calon suamimu. Cukup sudah waktu kamu soal pacarana itu. bahaya, mami gak mau. Bahkan Papi sudah setuju soal ini, dan kita sepakat untuk cari suami buat kamu!” jawab Mami Angelin membuat Adeline mengerutkan kening tidak paham.“Aku tidak mau, untuk apa mami repot dengan hal ini. Bahkan mami tidak bicara dengan aku lebih dulu,” tentunya Adeline menolak. Bagaimana bisa orang tuanya membicarakan hal ini dengan mereka. Tanpa sepengetahuan Adeline sendiri.“Sayang, kita sudah memikirkan ini. Kejadian kamu kemarin, buat mami dan papi takut. Bukankah, lebih baik kamu menikah. Kita akan sedikit lebih tenang kamu ada yang jaga!”Adeline benar – benar tidak mengerti bagaimana bisa mereka memutuskan sesuatu yang mudah, percuma menjelaskan panjang lebar dengan Mami A

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 14

    Bab 14Adeline diam, ia akui jika terlalu banyak hal yang terjadi antara dirinya dan Kenzo. Semuanya hanya mereka yang tahu. Seperti sekarang ia memeluk erat Kenzo bagaimana jika kedua orang tua mereka tahu? Bahkan Adeline begitu nyaman ada dipelukannya. Adeline berpacaran dengan Galuh tanpa ada kontak fisik, hanya sebatas hal wajar. Pelukan saja jarang, apa lagi ciuman bibir panas dan liar seperti tadi. Lama terdiam dengan pikirannya sendiri, ia tertidur dalam dekapan Kenzo. “Kenapa lo gak pernah ngerti kalau gue suka sama lo, Adeline. Gue bahkan benci saat lo deket dengan laki-laki manapun selain gue. Karna lo hanya milik gue.”Kenzo ikut terpejam, ia tidur dengan Adeline bersama di satu bed rumah sakit ini. *Adeline membuka, tak ada siapapun. Hening, merasa haus ia mencoba bangun secara perlahan. Terlihat masih lemas, tapi ia mencoba meraih gelas di dekatnya. Sialnya ia kesulitan hingga suara pintu kamar mandi terbuka ada Kenzo segera berjalan ke arahnya. “Minum, aku haus.” “

  • Candu Obsesi Sahabatku   13

    Bab 13 “Kemana?” bisik pelan Adeline tidak mau ditinggalkan oleh Kenzo. Ia merasa takut jika sendirian.“Aku di sofa,” ucapnya namun Adeline menggelengkan kepala.“Gue gak mau ditinggal.”“Aku kamu, Adeline. Kenapa ngomongnya masih gitu hmm? Kita bukan orang kemarin, kita sudah lama kenal lho.” Ucap Kenzo namun gadis itu hanya tersenyum kecil dan tetap geleng kepala.“Jangan pergi, di sini saja.” Adeline menahan tangan Kenzo untuk tetap disini, ia bahkan menggenggam tangan Kenzo dengan erat tidak mau ditinggal sama sekali.“Aku disini, tidurlah.”Adeline memejamkan mata, ia bangun dan duduk kembali. Meminta Kenzo mendekat dan tak terduga memeluknya. Kenzo hanya tersenyum kecil membalas pelukan Adeline. “Kenapa? Ada sesuatu hem? Katakan saja!” ucap Kenzo.“Engga ada, aku cuma pengen peluk.”Adeline yang biasanya keras kepala, angkuh sekarang menjadi sosok diam. Tak ada senyuman dan cerewet dari mulutnya. Kenzo hanya bisa pasrah menunggu Wanita itu hingga benar – benar sembuh dari keja

  • Candu Obsesi Sahabatku   12

    Bab 12Tubuh Adeline menegang kaku, melihat Kenzo menggendongnya ke dalam kamar mandi. Ada rasa malu, bahkan ia butuh karena idak tahan lagi. “Bisa? Mau dibanu lepas celananya?” tanya Kenzo menggoda Adeline membua wanita itu melotot langsung.“Gila lo, udah deh sana keluar!” dalam sekejab sikapnya langsung berubah menjadi galak dan judes. Bukan apa, jusru Kenzo merasa gemas dengannya, ia mengacak – ngacak pelan rambut Adeline.“Aku hanya bercanda, panggil kalau selesai.”Kenzo meninggalkan Adeline sendiri di kamar mandi, perasaannya berdebar begitu kencang. Tak lama Mami Angelin datang bersama suaminya mereka melihat taka da Adeline disana.“Kemana Adeline Ken?” tanya Papi Aditya.“Kamar mandi,” ujarnya pelan. “Sudah selesai kerjaan mami?” tanya Kenzo kembali apalagi Anjelin baru saja keluar sudah datang kembali.“Belum, kebetulan papi datang. Besok saja, kita sudah kabari kok.”Tak lama suara Adeline memanggil Kenzo, “Ken… gue udah selesai.” Kenzo langsung masuk ke kamar mandi, meli

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 2

    Prabu Aditya, papi dari Adeline kini menatap putrinya tajam. Penuh tanda tanya, gadis cantik itu justru tersenyum manis ke arahnya. Tidak hanya ada Aditya, melainkan ada Reno Romano, Papa Kenzo yang sedang bertemu dengan mereka ikut bingung.“Kamu kenapa sayang?” tanya Papi Aditya, masih menaruh ke

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 1

    “Ayo pulang,” suara pria tampan yang menjemput Adeline pulang dari shopping dengan teman - temannya. “Astaga aura Kenzo ganteng banget, idaman wanita gak sih. Beruntung banget Adeline punya sahabat kayak Kenzo.” “Gue masih heran, kenapa Kenzo begitu posesif dengan Adeline. Kalau dipikir Adeline

  • Candu Obsesi Sahabatku   11

    Bab 11 Adeline menatap datar Kenzo, perasaannya masih bingung dan bimbang dengan semua yang terjadi kali ini. Nyatanya, dengan Galuh ia tidak benar – benar ada rasa. Bahkan pria itu tega menjebak dirinya untuk tidur dengan pria lain, gila bukan? Kenzo, sahabatnya yang selalu ada untuknya. Bahkan A

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 7

    Bab 7Brak!Rahang Kenzo mengeras melihat Adeline, gadis yang tumbuh dan hidup bersamanya begitu hancur. Gadis yang tidak biasa menangis, kini histeris ketakutan dengan penampilan yang kacau.Kenzo tidak menunggu lama, ia menghajar Rio bertubi-tubi. Tangan di darahnya mengalir, karna tidak sadar wa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status