Share

Bab 3

Penulis: Dea Saputri
last update Tanggal publikasi: 2026-03-28 14:06:50

Bab 3

Adeline sedang menikmati coffee di balkon, dengan tangan sibuk men scroll media sosial yang sedang trending. Tangannya diam, ketika nama Kenzo baru saja meresmikan sebuah restoran diluar kota dan itu viral. Banyak pengunjung membuat mereka penasaran bagaimana cita rasa masakan restoran tersebut, ditambah bangunan yang estetik menarik perhatian banyak orang.

Ting!

[Adeline, sibuk tidak? Aku boleh minta tolong? Tapi kita ketemu ya, anggap sebagai gantinya kemarin kita gak jadi ketemu] Pesan dari Galuh, membuat Adeline diam sebentar.

[Ketemu dimana?] balas Adeline dengan cepat.

[Datang ke tempat yang aku kirim ya, aku tunggu kamu baby…,] Galuh mengirim Lokasi, tepatnya club malam. Dia berpikir, tempat yang dilarang oleh orang tuanya. Ada rasa penasaran untuk datang, namun ia tak memiliki keberanian lebih.

“Club? Papi tahu gue bisa habis,” ucapnya segera menghubungi kedua sahabatnya Bella dan Sisil.

“Gue ajak Bella dan Sisil aja, biar mereka bisa jadi alasan. Lagian, gue juga takut kalau sendirian di sana.”

Adeline segera mengirim pesan ke sahabatnya, beruntung mereka mau dan siap untuk ke sana. Dia langsung menyiapkan diri, mencari pakaian paling cocok apalagi untuk bertemu dengan sang kekasih. Tangannya diam, melihat gaun yang cukup ketat namun ia suka.

“Gaun ini hasil gue maksa Kenzo buat beliin, gue masih inget dia larang gue pakai. Karena gue terlalu sempurna pakai gaun kayak gini. Apa gue pake aja ya?” monolog Adeline segera memakai gaun itu.

Hasilnya begitu sempurna, seperti dugaannya.

Cantik.

Seksi.

Dan mempesona.

Tidak heran jika kedua orang tuanya khawatir saat Adeline menjalani hubungan dengan pria lain. Mereka tidak ingin putrinya kenapa – kenapa. Belum lagi Kenzo, sahabat kecil yang sangat posesif dengan dia.

“Selera Kenzo sangat oke sih, tapi bodo amat lah. Harusnya gue pakai di depan dia. Tapi, Galuh juga pacar gue, hmmm sayang banget gue sama Galuh gak begitu nyaman. Kalau bukan gue gak mau kalah sama Kenzo, gue juga males pacar – pacaran kayak gini, ribet!”

Ia mengoceh sendiri, mengambil lipstick untuk menyempurnakan tampilannya menjadi lebih sempurna.

Heels yang senada dengan gaun warna baby pink, membuat penampilan Adeline semakin menantang. Ia turun ke bawah, melihat Mami Angelin yang sedang bicara dengan kepala pelayan rumah tentang kebutuhan rumah, namun saat ia melanjutkan Langkah pembicaraan mereka selesai.

“Mau kemana? Cantik sekali kamu saying,” pujinya menatap Adeline sudah dewasa namun tidak dengan pikiran dan tingkahnya yang masih seperti anak kecil di mata mereka.

“Aku ingin jalan dengan Bella dan Sisil mam, kenapa?” tanya Adeline begitu tenang tidak gugup atau menyembunyikan sesuatu karena dia pintar berakting di depan banyak orang apalagi memasang wajah seperti ini sangat mudah.

“Jalan kemana? Mami berhak tahu, sebentar lagi papi pulang. Kalau dia tanyain kamu, mami bisa lebih mudah jelasin ya.”

“Ya belum tahu, intinya kita ketemuan dulu. Aku mau ngajak ke restoran atau mall sih tapi lihat nanti,” jawab Adeline mencoba menyakinkan Mami Angelin agar tidka banyak tanya.

“Ajak Kenzo, biar mami tenang. Papi biar mami urus kalau Kenzo ikut.”

Mami Angelin duduk, seketika mata Adeline langsung tak terima nama Kenzo di sebutkan. Ia sangat muak sekali berurusan dengan Kenzo. Apa tidak bisa, sehari tanpa Kenzo? Bisa – bisanya Mami menyuruh Kenzo ikut.

“Mami apaan sih, mami gak tahu sekarang Kenzo sibuk? Please deh mam, dia punya kerjaan lagian aku kumpul sama Bella dan Sisil kayak sama siapa aja sih, pakai acara Kenzo ikut terus!” dengan kesal dan merajuk Adeline menolak keras keinginan Mami Angelin apalagi Kenzo ikut bisa berantakan ia tidak jadi bertemu dengan Galuh.

“Mami, Adel mohon deh jangan paksain Kenzo terus. Adel bosen lihat dia. Galak, suka maksa, apaan sih gak mau Adel!” ucap kembali Adeline menolak keinginan Mami Angelin.

“Mami bisa tenang kalau kamu sama Kenzo, kalian sudah kenal lama. Wajar dong kalau Kenzo dia kayak gitu ke kamu. Kalau mami pikir dia gak galak kok, malahan kalau gak sam kamu baru galak dia,” dengan senyuman menyebalkan mami Angelin sedikit menggoda putrinya namun tidak dihiraukan.

“Gak mau, udah Adeline duluan…, dah mami!” ia langsung pamit, mau setuju atau tidak ia tetap pergi menemui Galuh.

“Hm, oke tinggal hubungin Kenzo!” akal licik Mami Angelin menelpon Kenzo langsung.

[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Sisil. Mami gak tahu dia kemana, kamu temani dia ya? Kamu gak sibuk kan?”]

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Candu Obsesi Sahabatku   17

    Bab 17“Maksud papi apa? Adeline mengadu kalian ingin menjodohkannya dengan pria lain?” tanya Kenzo kesal, bahkan ia bicara dengan dingin membuat Papi Aditya menganggukan kepala.“Benar, itu permintaan istri papi langsung. Kejadian kemarin sudah cukup membuat kita waspada, kita tidak mau Adeline ada di tangan laki – laki lain yang membahayakan keselamatan Adeline sendiri,” jawab Papi Aditya tanpa ragu menatap laki – laki dengan sort kemarahan di depannya.“Aku tetap tidak setuju dengan keputusan kalian, Adeline baru pulih dari kesehatannya. Dan itu buat mental dia tidak baik – baik saja,” ia masih kekeh hingga tak lama orangtua Kenzo masuk ke ruangan.Mereka terkejut kenapa anaknya ada di sini?“Kenzo? Kau sedang apa?” Tanya Papa Reno dengan putranya, rasanya menahan amarah dengan Aditya sendiri.Mama Merry pun bingung, ia mengusap pelan tubuh Kenzo memastikan jika laki – laki itu dalam keadaan baik – baik saja. Namun, diluar dugaan dia menepis tangannya menandakan dia sangat marah sek

  • Candu Obsesi Sahabatku   16

    Bab 16Adeline di perbolehkan pulang, kondiisnya sudah membaik. Ia hanya perlu istirahat dan beberapa kali control untuk datang ke ruang psikolog. Mengingat kejadian itu, membuat dirinya trauma. Mami Angelin bahkan merapikan baju di kamarnya dengan santai, ia tidak masalah dengan putrinya yang murung menahan kesal sejak tadi.“Kamu mau makan apa? Biar mami siapkan makan malamnya,” tanya Mami Angelin membuat Adeline menahan nafas.“Aku gak laper, masih kenyang mi.”“Inget kata dokter, kamu boleh pulang dengan catatan makan yang banyak, minum obat dna istirahat. Jangan gak laper ap aitu, mami inget ya kamu cuma sarapan tadi. Siang juga belum makan,” oceh mami Angelin membuat Adeline menutup matanya.“Ayam bakar,” jawab malas Adeline membuat mami Angelin tersenyum.“Hm, baiklah. Oh ya, tadi mami udah bicara soal perjodohan kamu. Keluarga mereka juga sangat senang hati kalau putranya berjodoh denganmu, sayang.”Deg.Perasaan Adeline yang buruk semakin buruk. Ia tidak menyahuti lagi ucapa

  • Candu Obsesi Sahabatku   15

    Bab 15Adeline mengerutkan kening tak paham denga napa yang baru saja diucapkan oleh maminya,. Kata menikah menjadi penganggu di pendengarannya.“Maksud mami, nikah?” tanya Adeline.“Iya, mami akan carikan kamu laki – laki untuk jadi calon suamimu. Cukup sudah waktu kamu soal pacarana itu. bahaya, mami gak mau. Bahkan Papi sudah setuju soal ini, dan kita sepakat untuk cari suami buat kamu!” jawab Mami Angelin membuat Adeline mengerutkan kening tidak paham.“Aku tidak mau, untuk apa mami repot dengan hal ini. Bahkan mami tidak bicara dengan aku lebih dulu,” tentunya Adeline menolak. Bagaimana bisa orang tuanya membicarakan hal ini dengan mereka. Tanpa sepengetahuan Adeline sendiri.“Sayang, kita sudah memikirkan ini. Kejadian kamu kemarin, buat mami dan papi takut. Bukankah, lebih baik kamu menikah. Kita akan sedikit lebih tenang kamu ada yang jaga!”Adeline benar – benar tidak mengerti bagaimana bisa mereka memutuskan sesuatu yang mudah, percuma menjelaskan panjang lebar dengan Mami A

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 14

    Bab 14Adeline diam, ia akui jika terlalu banyak hal yang terjadi antara dirinya dan Kenzo. Semuanya hanya mereka yang tahu. Seperti sekarang ia memeluk erat Kenzo bagaimana jika kedua orang tua mereka tahu? Bahkan Adeline begitu nyaman ada dipelukannya. Adeline berpacaran dengan Galuh tanpa ada kontak fisik, hanya sebatas hal wajar. Pelukan saja jarang, apa lagi ciuman bibir panas dan liar seperti tadi. Lama terdiam dengan pikirannya sendiri, ia tertidur dalam dekapan Kenzo. “Kenapa lo gak pernah ngerti kalau gue suka sama lo, Adeline. Gue bahkan benci saat lo deket dengan laki-laki manapun selain gue. Karna lo hanya milik gue.”Kenzo ikut terpejam, ia tidur dengan Adeline bersama di satu bed rumah sakit ini. *Adeline membuka, tak ada siapapun. Hening, merasa haus ia mencoba bangun secara perlahan. Terlihat masih lemas, tapi ia mencoba meraih gelas di dekatnya. Sialnya ia kesulitan hingga suara pintu kamar mandi terbuka ada Kenzo segera berjalan ke arahnya. “Minum, aku haus.” “

  • Candu Obsesi Sahabatku   13

    Bab 13 “Kemana?” bisik pelan Adeline tidak mau ditinggalkan oleh Kenzo. Ia merasa takut jika sendirian.“Aku di sofa,” ucapnya namun Adeline menggelengkan kepala.“Gue gak mau ditinggal.”“Aku kamu, Adeline. Kenapa ngomongnya masih gitu hmm? Kita bukan orang kemarin, kita sudah lama kenal lho.” Ucap Kenzo namun gadis itu hanya tersenyum kecil dan tetap geleng kepala.“Jangan pergi, di sini saja.” Adeline menahan tangan Kenzo untuk tetap disini, ia bahkan menggenggam tangan Kenzo dengan erat tidak mau ditinggal sama sekali.“Aku disini, tidurlah.”Adeline memejamkan mata, ia bangun dan duduk kembali. Meminta Kenzo mendekat dan tak terduga memeluknya. Kenzo hanya tersenyum kecil membalas pelukan Adeline. “Kenapa? Ada sesuatu hem? Katakan saja!” ucap Kenzo.“Engga ada, aku cuma pengen peluk.”Adeline yang biasanya keras kepala, angkuh sekarang menjadi sosok diam. Tak ada senyuman dan cerewet dari mulutnya. Kenzo hanya bisa pasrah menunggu Wanita itu hingga benar – benar sembuh dari keja

  • Candu Obsesi Sahabatku   12

    Bab 12Tubuh Adeline menegang kaku, melihat Kenzo menggendongnya ke dalam kamar mandi. Ada rasa malu, bahkan ia butuh karena idak tahan lagi. “Bisa? Mau dibanu lepas celananya?” tanya Kenzo menggoda Adeline membua wanita itu melotot langsung.“Gila lo, udah deh sana keluar!” dalam sekejab sikapnya langsung berubah menjadi galak dan judes. Bukan apa, jusru Kenzo merasa gemas dengannya, ia mengacak – ngacak pelan rambut Adeline.“Aku hanya bercanda, panggil kalau selesai.”Kenzo meninggalkan Adeline sendiri di kamar mandi, perasaannya berdebar begitu kencang. Tak lama Mami Angelin datang bersama suaminya mereka melihat taka da Adeline disana.“Kemana Adeline Ken?” tanya Papi Aditya.“Kamar mandi,” ujarnya pelan. “Sudah selesai kerjaan mami?” tanya Kenzo kembali apalagi Anjelin baru saja keluar sudah datang kembali.“Belum, kebetulan papi datang. Besok saja, kita sudah kabari kok.”Tak lama suara Adeline memanggil Kenzo, “Ken… gue udah selesai.” Kenzo langsung masuk ke kamar mandi, meli

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 4

    Bab 4Kenzo yang sedang meeting di ruang rapat dengan Zack dan lainnya langsung berhenti menerima telfon dari Mami Angelin. Kenzo selalu mengutamakan panggilan dari Adeline, kedua orangtuanya, dan juga orang tua Adeline langsung.[“Kenzo, Adeline lagi keluar…, katanya mau ketemu dengan Bella dan Si

  • Candu Obsesi Sahabatku   11

    Bab 11 Adeline menatap datar Kenzo, perasaannya masih bingung dan bimbang dengan semua yang terjadi kali ini. Nyatanya, dengan Galuh ia tidak benar – benar ada rasa. Bahkan pria itu tega menjebak dirinya untuk tidur dengan pria lain, gila bukan? Kenzo, sahabatnya yang selalu ada untuknya. Bahkan A

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 2

    Prabu Aditya, papi dari Adeline kini menatap putrinya tajam. Penuh tanda tanya, gadis cantik itu justru tersenyum manis ke arahnya. Tidak hanya ada Aditya, melainkan ada Reno Romano, Papa Kenzo yang sedang bertemu dengan mereka ikut bingung.“Kamu kenapa sayang?” tanya Papi Aditya, masih menaruh ke

  • Candu Obsesi Sahabatku   Bab 1

    “Ayo pulang,” suara pria tampan yang menjemput Adeline pulang dari shopping dengan teman - temannya. “Astaga aura Kenzo ganteng banget, idaman wanita gak sih. Beruntung banget Adeline punya sahabat kayak Kenzo.” “Gue masih heran, kenapa Kenzo begitu posesif dengan Adeline. Kalau dipikir Adeline

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status