登入"Dia menjijikkan."
Elizabeth Branch bergidik dipenuhi rasa muak dan jijik di hadapan Igor Sanchez."Aku memang gila harta, tetapi bukan berarti aku mau melakukan segalanya demi uang.""Apa maksudmu?""Dia seorang biseks, aku menyelidiki pria itu dan kamu tahu dia bisa saja mengajak kita untuk pesta seks. Aku tidak segila itu, Igor."Igor menganggukkan kepalanya."Tidak hanya Bertrand Reeves, tetapi juga beberapa pria Reeves mer"Tidak!" Rosalia menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Dia tidak mungkin tahu jika aku adalah kekasih Mattiash." matanya tertuju pada kotak perhiasan di atas meja riasnya. Kesalahannya adalah meninggalkan kalung dengan liontin pemberian kakeknya, Rosalia menyadari jika Steven menyalahkan Rosemary karena dia yang paling sering mengenakan kalung dan liontin tersebut dan tentu saja untuk memakainya dia harus mengiba pada Rosemary. Sekarang, dia sudah membuat duplikat yang serupa, sama persis. Dia akan mengenakannya di kencan berikutnya agar kecurigaan Steven terhadapnya kembali runtuh. Sikap tenang Steven membuatnya sadar akan kata-kata Hilda, jika Steven terlihat aneh. Rosalia mengutuki dirinya yang begitu bodoh karena bisa terjebak kembali di dalam hubungan bersama orang yang seharusnya tidak boleh dia dekati kembali. "Aku tidak peduli dengan ancaman Rosy dan Damian, yang paling utama adalah keselamatanku. Steven harus kembali percaya jika Rosemary adalah mantannya Mattiash." rac
Siang hari yang berada di luar dugaan bagi Rosemary maupun Rosalia, keduanya tanpa sengaja bertemu di pusat perbelanjaan.Rosemary dengan perutnya belum begitu besar sedang menghabiskan waktu dengan mencari perlengkapan untuk calon buah hatinya di saat Damian sedang rapat dan tidak dapat dia ganggu. Sementara Rosalia sedang mencari hadiah untuk ulang tahun Steven."Lama tidak bertemu, Rosa." sapa Rosemary dengan nada ramah. Rosalia berusaha tersenyum meskipun ada rasa canggung di dalam dirinya mendengar sapaan Rosemary. "Apa kabarmu?" Rosemary kembali bersuara."Aku baik, bagaimana denganmu?" balas Rosalia sambil menenangkan perasaannya"Aku? sehat, bahagia dan apakah kamu sudah memberitahu Steven hal yang sebenarnya terjadi Rosa?"Rosalia menggigit bibir bawahnya, tentu saja dia belum mengatakan hal yang sebenarnya kepada Steven. "Rosy, aku-""Selama mantanmu itu tidak mengganggu kehidupanku, aku tidak akan mengganggumu Rosa. Aku sedang hamil, baik aku, Damian dan juga Adam. tidak
"Apa kamu tidak merasa aneh, Rosa?" Rosalia mengabaikan pertanyaan Hilda, dia tahu jika Hilda sedang cemburu. Steven yang kembali menjalin hubungan dengannya telah memberikan hubungan yang dia inginkan. Hubungan yang pernah dia cemburui saat melihat betapa lembut dan perhatiannya Damian terhadap Rosemary. "Aku tahu kamu cemburu Hilda." Hilda menghembuskan asap rokok dari bibirnya, dia memang cemburu, sangat cemburu, tetapi kali ini bukan hanya rasa cemburu, ada rasa curiga dengan sikap Steven Hill yang tiba-tiba berubah tidak lagi mengejar Rosemary sebagai target balas dendam. Dia telah mencoba menghapus memori tentang Rosemary di dalam ingatan Steven Hill saat pria itu terbaring koma dan pada akhirnya pria itu mengingat kembali sosok Rosemary bahkan kembali mengatur rencana balas dendamnya. Pertanda hipnotis yang telah dia lakukan gagal. Pria yang begitu ingin menghancurkan seseorang, tiba-tiba melupakan tujuan hidupnya dan bersikap normal bahkan cenderung manis serta perhatia
Rosalia memejamkan matanya, dia baru saja pulang dari kencannya bersama Steven. Perlakuan Steven membuatnya merasa dimabuk cinta, tidak seperti dulu di mana kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan dengan bercinta. Kali ini semua kata-kata Hilda terbantahkan, Steven tidak mencari kehangatan tubuhnya. Pria itu bahkan hanya memberikan ciuman selamat malam karena Rosalia harus bekerja keesokan harinya. Semua berjalan begitu lambat dan manis seperti keinginannya jika suatu saat dia kembali menjalin cinta. Dada Rosalia menjadi berdebar-debar dengan sikap manis Steven yang lembut dan penuh perhatian, pria itu juga tidak lagi bicara tentang Rosemary yang membuat dirinya semakin merasa tenang. Tidak ada lagi tatapan penuh dendam si mata Steven, yang dia lihat hanyalah tatap teduh yang membuatnya semakin merasa kali ini mereka berada di hubungan yang benar. Steven berusaha mencintai dirinya dengan perlahan, tetapi pasti begitu juga dengan dirinya. Bukan lagi cinta cinta dipenuhi dengan na
"Steve?" Rosalia segera memayungi tubuh Steven yang basah di bawa guyuran hujan. Wajah pria itu tampak pucat, rambut-rambut kasar tampak tumbuh tidak terawat di wajah Steven. "Apa yang harus aku lakukan, Rosa?" Raut wajah Rosalia tampak bingung melihat penampilan dan mendengar suara parau pria itu. Tanpa ragu dia segera membawa Steven menuju kamar apartemennya. Dia segera membawakan jubah mandi agar pria itu dapat berganti pakaian untuk sementara dan merasa hangat setelah terguyur oleh air hujan, Rosalia segera mengeringkan pakaian basah Steven pada mesin pengering pakaian. Jantungnya berdebar cepat, Steven telah rapi kembali. Wajahnya terlihat bersih setelah bercukur dan tanpa sadar Rosalia memperhatikan tubuh Steven yang terpahat indah, dulu dia tidak begitu memperhatikan Steven. "Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu menangis?" Steven menghela nafasnya. "Aku tidak bisa berpisah denganmu, hidupku menjadi kacau sejak kita berpisah. Aku sudah selesai dengan dendam ku terhadap Ros
Hantaman benda keras hampir menghancurkan tempurung kepala Ella, melihat hasil pemeriksaan dan penjelasan dari dokter membuat tubuh Steven terasa dingin. Di dalam pikirannya, Damian Reeves berusaha membungkam Ella sebagai satu-satunya orang yang mengenal wajah dari kekasih Mattiash. Dia masih menduga jika Rosemary adalah kekasih Mattiash. Sulit baginya untuk membayangkan Rosalia yang memiliki sikap lemah lembut mampu melukai seseorang, ditambah Rosalia juga tidak memiliki seseorang yang bisa diandalkan."Biarkan aku yang menjaga bibi, anda bisa pulang terlebih dahulu."Steven menganggukkan kepalanya. "Apa kamu sama sekali tidak mengenal atau pernah melihat kekasih Mattiash. "Gery terdiam, dia tidak yakin apakah dia dapat mengatakan jika dia pernah melihat kekasih majikan bibinya atau dia diam demi menutupi kesalahannya. Steven menatap tajam ke arah Gery yang terlihat bimbang. "Aku hanya ingin tahu apa kamu pernah melihat perempuan itu atau tidak? Aku tidak akan menghukummu. "Mat
"Bagaimana hari ini?" Rosalia tersenyum senang, dia bisa menjadi dirinya, dia tidak pernah khawatir akan dibanding-bandingkan dan Steven sangat menghargai dirinya. Mereka akan bertemu di akhir pekan saat kerja magangnya tiba, Rosalia memutuskan tidak lagi tinggal di apartemen
Suara gelak tawa yang sangat khas milik Rosemary menyambut kedatangan Rosalia. Sesuai dugaannya Damian kembali luluh dan sudah menemani gadis itu lagi. Film kartun tentang kucing dan tikus yang saling jahil terlihat di layar televisi berlayar tujuh puluh satu inch. "Ah! Kamu
"Rosa! Sarapan untukmu." Langkah Rosalia berhenti saat mendengar Rosemary memanggilnya. Dia bisa melihat pancake, omellete dan bacon berada di atas meja makan. Perutnya memang terasa lapar, tetapi dia tidak yakin dengan ketulusan Rosemary yang menyiapkan sarapan unt
"Sialan!" umpat Rosalia sambil memandangi Hilda yang tidur dengan lelap tanpa busana.Berbagai alat bantu pemuas gairah berserakan di atas karpet berbulu pada kamar Hilda, dulu dia bisa menikmati kegiatan seksual tanpa kehadiran lawan jenis. Dari Hilda yang membantunya menyelesaikan masala







