MasukSarah baru saja lulus kuliah. Namun ia sudah diperintahkan oleh ibunya untuk menikah dengan seorang pria yang tak ia kenal. Sarah, yang bahkan belum pernah berpacaran, tentu saja merasa marah. Ia selalu berpikir bahwa ia akan menikah dengan seseorang yang ia cintai. Karena itulah di hari pernikahannya, Sarah memutuskan untuk melarikan diri ke luar negeri. Di tempat pelarian, Sarah bertemu dengan seorang pria menawan. Entah karena pengaruh alkohol, atau karena fisik Randy, atau memang ia hanya kesepian dan butuh seseorang untuk menemani, Sarah terbuai perasaannya sendiri. Sarah berdebar dan jatuh cinta, lalu ia setuju untuk menikahi Randy. Satu hal penting yang tak Sarah ketahui adalah bahwa Randy merupakan kakak beda ayah dari Vicky, calon suami yang telah ia tinggalkan...
Lihat lebih banyakBeberapa hari kemudian, Miranda datang ke rumah. Awalnya dia menyampaikan permintaan maaf kepada Sarah, karena telah meminta hal yang berlebihan dari menantunya. Miranda tidak sepenuhnya merasa bersalah. Tetapi, karena berbagai teguran dan tekanan dari Steven, akhirnya dia pun bersedia mengalah. Dia memilih untuk menjaga hubungan baik dengan putrinya. Sudah pasti Sarah menerima permintaan maaf ibunya dengan tulus hati. Sarah pun berjanji untuk tidak mempermasalahkan hal itu lagi, jika Ibu memang tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pembicaraan mereka berlanjut dengan cukup positif… Hingga di satu titik, mereka kembali berdebat, “Kapan kau akan berusaha untuk punya anak lagi, Sarah? Sudah cukup lama sejak kau keguguran waktu itu kan? Bukankah seharusnya sudah boleh?” Pertanyaan itulah yang seketika mengubah atmosfer di antara mereka. “Secara medis memang boleh, Bu. Tapi aku belum mau memikirkan itu. Aku ingin fokus untuk menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosiku dulu.
Hari-hari terus berlalu dengan semua rutinitas mereka masing-masing. Randy lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjalankan perusahaan asset management yang ditinggalkan oleh ibunya, dengan dibantu oleh Vicky yang perlahan-lahan mempelajari kegiatan operasional di sana. Otomatis Randy pun jarang datang ke perusahaannya sendiri. Segala kebijakan dan strategi krusial perusahaan diserahkan ke tangan Alana yang didapuk menjadi pimpinan tertinggi. Awalnya Alana merasa keberatan, karena dia yang merupakan karyawan baru sudah diberi tanggung jawab sebesar itu. Namun dengan sifat Alana yang pada dasarnya memang ambisius dan menyukai tantangan, tentu saja dia tidak mundur. Dia gigih dan berusaha keras untuk memenuhi tugas barunya. Dia merasa ini lah saatnya untuk membuktikan diri... bahwa seorang wanita yang dahulu diremehkan di dalam keluarganya sendiri, kini mampu menduduki jabatan puncak dalam sebuah perusahaan. Dia akan menunjukkan kualitasnya dan menampilkan performa yang terbaik.
Vicky melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang kerja kakaknya dengan ekspresi murung.Wajahnya tampak pucat dan lesu. Pikirannya kacau. Dia juga mengalami insomnia semalam, hingga bayangan lingkaran hitam samar muncul di sekeliling matanya.Randy yang melihatnya pun langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tak beres.“Duduklah,” kata Randy dengan tenang ketika Vicky sudah berada di dekat mejanya. “Kau mau minum?”“Tidak, tidak,” tolaknya cepat seraya menarik kursi di hadapan kakaknya dan duduk. “Aku hanya ingin bicara.”“Oke,” ucap Randy sambil menautkan jari jemarinya di atas meja. “Ada masalah apa?”Vicky menarik napas panjang dan memberi jeda selama beberapa detik sebelum berkata, “Kau pasti sudah tahu kan, Kak?”“Tentang apa?” tanya Randy waspada.“Tentang ayahku,” jawabnya dengan suara tercekat. Dia merasa seolah tenggorokannya tersumbat. Dia berusaha menahan emosinya sebisa mungkin, agar dapat berbicara dengan kepala dingin.Barulah Randy memahami apa yang sedang dialami adiknya
Tentu saja emosi Sarah meledak saat menghadapi ibunya. Apalagi Miranda tetap bersikeras bahwa dia sama sekali tidak melakukan kesalahan.“Memang apa salahnya? Suamimu sendiri rela memberikan semua barang itu. Ibu tidak pernah memaksanya!” protes Miranda kesal.“Ya walaupun begitu, tahu diri sedikit lah, Bu. Jangan memanfaatkannya seperti ini. Aku tidak suka Ibu melakukannya. Aku kan sudah pernah memperingatkan Ibu!” sahut Sarah.“Kau jadi sombong sekali ya, Sarah?! Kau bilang Ibu tidak tahu diri hanya karena Ibu menerima beberapa benda itu?!” Mata Miranda memerah dan dia menatap Sarah dengan murka. “Sekarang kau bisa hidup bersenang-senang bergelimang harta… Kau bisa tinggal di rumah yang bagus… Suamimu membelikanmu mobil, dan mungkin juga barang apa pun yang kau inginkan… Tapi kau bahkan tidak rela jika Ibu mendapatkan sebagian kecil dari itu?! Kau ingin menikmati semuanya seorang diri? Egois sekali! Apa kau tidak pernah memikirkan seberapa besar pengorbanan Ibu untukmu selama ini? M
Sarah memutuskan untuk menelepon Susan. Sahabatnya itu langsung heboh ketika menerima panggilan teleponnya.“Astaga, kenapa kau menghilang begitu saja, Sarah? Kau di mana sekarang? Kau tidak apa-apa kan? Ada orang yang mengganggumu, tidak? Aku juga dengar bahwa kau sakit?” cerocosnya.Sarah tertawa
Matahari bersinar cerah di hari Minggu itu. Awan putih tipis menggantung di langit yang jernih. Cuaca terasa begitu hangat dan bercahaya. Sayangnya kondisi Sarah berbanding terbalik dengan suasana indah di luar.Dia sedang tidak enak badan. Tubuhnya terasa lemas... Kadang juga disertai sakit kepala
Sekembalinya Susan dari ruang meeting, dia mendengar tentang kericuhan yang terjadi di ruangan tim keuangan tadi. Rekan-rekan kerja mereka membicarakan hal tersebut. Sedangkan Sarah hanya duduk diam di tempatnya, terlihat sibuk sendiri dengan pekerjaan, seolah tidak terjadi apa-apa. Susan pun seger
Beberapa hari kemudian. Pada pagi hari, situasi di kantor berjalan normal seperti biasanya. Sarah dan Susan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sambil sesekali berinteraksi dan bercanda ringan satu sama lain. Namun menjelang siang, badai mulai menerjang. Diawali dengan informasi dari Dimas


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak