Share

Bab 565

Author: Hazel
Melihat sikap Calista terhadap Frans, lalu melihat kondisi tubuh Frans, Tirta langsung mengetahui alasannya.

"Kamu bicara sembarangan apaan?! Aku dan istriku saling mencintai. Anak ini adalah hasil cinta kita selama tiga tahun. Sudah pasti ini anak kandungku! Kalau kamu fitnah istriku lagi, aku nggak akan segan padamu!"

Begitu mendengar ucapan Tirta, Frans langsung marah besar. Dia berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya, seolah-olah hendak berkelahi dengan Tirta. Namun, dia tidak menyadari e
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru ceritanya lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3286

    Pedang Haus Darah merupakan senjata pelindung yang diberikan oleh kakek buyut Irena, sang pemimpin Dinasti Pembunuh, seorang ahli tingkat semi pencapaian agung.Dalam keadaan normal, Irena sama sekali tidak akan menggunakan pedang ini. Namun, lawan yang hendak dia bunuh sekarang adalah para ahli tingkat penebas dewa tahap akhir puncak.Hanya dengan menggunakan pedang inilah dia bisa mengeluarkan daya bunuh yang luar biasa."Pfft!" Lelaki tua yang masih terperangkap dalam ilusi itu sama sekali tidak menyadari bahaya yang mendekat. Pedang Haus Darah membelah kepalanya begitu saja.Sesaat setelah merenggut nyawanya, bilah pedang merah itu memancarkan kilatan cahaya merah. Roh primordial lelaki tua itu pun langsung terserap ke dalam Pedang Haus Darah."Aaah ....""Itu ... itu Pedang Haus Darah milik Dinasti Pembunuh! Kamu punya hubungan apa sama pemimpin Dinasti Pembunuh?"Setelah berhasil dengan satu serangan, Irena sama sekali tidak ragu. Dia segera membalikkan tubuh dan menusukkan pedan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3285

    Lonceng raksasa itu berguncang, mengeluarkan dentuman yang mengguncang langit. Bukit-bukit di kejauhan bahkan tak sanggup menahan serangan gelombang suaranya hingga hancur berkeping-keping.Byuur! Salah seorang lelaki tua memegang sebuah kotak persegi seukuran telapak tangan. Dari dalamnya terus mengalir air kematian.Siapa pun kultivator yang tersentuh air itu, tulang serta dagingnya akan membusuk dan kultivasinya akan hancur total!Empat lelaki tua yang tersisa pun masing-masing mengerahkan kemampuan mereka. Seorang mengangkat cermin perunggu kuno, seorang mengeluarkan Pedang Terbang, seorang berubah menjadi raksasa setinggi seratus meter, sementara seorang lagi membentuk segel mantra hingga memanggil gugusan bintang di langit untuk menghantam ke bawah!Menghadapi formasi seperti ini, bahkan seorang ahli tingkat semi pencapaian agung pun akan merasa kewalahan.Namun, Tirta tidak gentar. Dia kembali ke wujud manusianya, lalu mengeluarkan peta bintang dan Pedang Penumpas Dewa.Dengan p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3284

    "Sombong sekali omonganmu. Bocah, jangan kira hanya karena mengandalkan teknik rahasia untuk memaksa meningkatkan kultivasimu, kamu sudah bisa menandingi kami!""Kamu mau bunuh kami? Kamu belum punya kemampuan itu. Berlatih seribu tahun lagi pun masih belum cukup!"Seorang lelaki tua murka. Sambil menggenggam sebuah tongkat berwarna emas berkilauan, dia menerjang ke arah Tirta.Tongkat itu memiliki ukiran sembilan naga yang melilit, tampak begitu hidup seolah benar-benar nyata.Dalam sekejap, ukiran itu menjelma menjadi wujud sungguhan. Sembilan naga raksasa berputar dan memelesat di angkasa, menembus ruang hampa. Auman mereka pun mengguncang telinga. "Roar!""Bagus! Karena kamu berani menantang kami lebih dulu, kami akan kabulkan keinginanmu! Kami akan membuatmu mati tanpa bisa dikuburkan!"Pada saat yang hampir sama, seorang lelaki tua lainnya ikut bergerak. Namun, cara menyerangnya sangatlah unik.Dengan teriakan rendah, roh primordialnya keluar dari tubuh. Seketika, roh itu berubah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3283

    "Ayo, kita balik ke tempat tadi dan sisir ke segala arah."Yumika memiliki kertas emas yang diberikan Tirta sebagai pelindung, sedangkan Priya seharusnya juga memiliki senjata rahasianya sendiri.Karena itu, Tirta tidak terlalu mengkhawatirkan keselamatan mereka. Setelah kembali ke lokasi tempat pertarungan terjadi, Tirta menjadikan tempat itu sebagai titik pusat, lalu mulai melakukan pencarian menyeluruh.Benar saja. Sekitar sepuluh menit kemudian, Tirta menemukan jejak yang ditinggalkan Yumika dengan tergesa-gesa di arah timur.Saat memandang ke kejauhan, tampak puncak gunung tertinggi berdiri megah. Gunung itu begitu kokoh dan menjulang, bagaikan tembok raksasa yang memisahkan langit dan bumi."Ayo, kita cari ke arah sana."Tirta dan Irena segera bergerak menuju timur. Sepanjang perjalanan, Tirta sengaja melambat. Dia tidak ingin melewatkan satu pun penanda.Sret! Setelah menempuh sekitar 500 meter, tiba-tiba puluhan cahaya pedang memelesat melintasi langit.Mereka membelah ruang de

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3282

    Sambil mengikuti jejak penanda itu, mereka terus melaju. Namun beberapa saat kemudian, Tirta tiba-tiba menyadari ada sesuatu yang tidak beres."Di sini ada bekas pertarungan."Di depan mereka, hutan lebat yang semula hijau telah porak-poranda. Pohon-pohon purba yang besar pun patah di bagian tengah. Sebagiannya hancur menjadi debu. Selain itu, di tanah ada puluhan cekungan yang menganga, baik besar maupun kecil.Jelas, belum lama ini telah terjadi pertarungan sengit hingga sebagian puncak gunung pun runtuh."Pasti orang-orang yang berhasil keluar dari jalan ujian bertemu di sini, lalu saling mengadu siapa yang memperoleh warisan yang lebih hebat!" kata Irena dengan penuh semangat."Bukan." Tirta menggeleng. "Energi spiritual di tempat ini begitu pekat, bahkan masih disertai aroma khas tanaman obat spiritual. Seharusnya di sini ada tanaman obat spiritual berusia 8.000 tahun lebih. Mereka bertarung untuk memperebutkan tanaman obat spiritual itu."Di tempat yang dipandang Tirta memang tam

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3281

    Pohon itu berubah menjadi seberkas cahaya, lalu memelesat masuk ke kening Tirta.Sebelum Tirta sempat memikirkan penyebabnya, pemandangan di depan matanya kembali berubah. Dia telah kembali ke jalan berlumpur yang dipenuhi jejak kaki yang tak terhitung jumlahnya seperti sebelumnya."Jadi pohon itu berada di lautan kesadaranku ...."Tirta memeriksa kondisi tubuhnya dari dalam. Dia pun terkejut mendapati pohon raksasa yang sudah menyusut berkali-kali lipat itu, kini berdiri kokoh di dalam benaknya, seolah telah tumbuh di sana sejak dahulu kala."Sudah waktunya keluar."Karena tak menemukan jawabannya, Tirta pun berhenti memikirkannya. Langkah kakinya menjadi begitu ringan. Satu langkah sejauh 30 meter pun dapat ditempuh tanpa kesulitan.Perbedaannya dengan sebelumnya benar-benar bagai langit dan bumi. Kurang dari sepuluh menit kemudian, dia benar-benar berhasil keluar dari ujian itu!Di hadapannya berdiri gunung suci yang menjulang tinggi menembus awan, dengan air terjun menggantung baga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1598

    Mendengar ucapan Tirta, ketiga wanita itu penasaran. Bella bertanya, "Tirta, kamu punya ide apa?""Memasang formasi pertahanan yang nggak bisa diterobos siapa pun," jawab Tirta. Dia tidak menutupinya.Sekarang Tirta sudah mencapai tingkat pembentukan energi tahap kesembilan puncak. Ditambah dengan b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1564

    Biarpun sudah selesai melihat dokumennya, Tirta masih tidak bisa menerimanya. Dia mengembalikan dokumen tersebut kepada Marila.Sebenarnya wajar saja jika Tirta bereaksi seperti ini. Dia sudah hidup selama belasan tahun di suatu tempat. Tiba-tiba, seseorang memberitahunya orang tua yang dia akui buk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1546

    Namun, sosok seorang wanita yang mondar-mandir di depan pintu vila menarik perhatian Tirta. Setelah menghentikan mobil, Tirta turun dan bertanya dengan ekspresi bingung, "Kak Nabila, kamu lagi hamil. Kenapa kamu nggak istirahat di kamar malah mondar-mandir di depan pintu?"Farida dan Arum yang duduk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1599

    Kalau Tirta sudah sampai di kediaman Keluarga Hadiraja, itu berarti Yahsva sudah terlambat. Dengan demikian, Yahsva tidak bisa meminta bantuan Tirta lagi. Dia tentu tahu keuntungan membantu seseorang saat kesulitan lebih besar daripada hanya menyanjungnya.Saba menyahut seraya menggeleng, "Bukan. Ti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status