MasukNisa, seorang menantu yang tak pernah mendapatkan cinta dan kasih sayang yang adil dari Ibu Mertua. Dirinya kerap dibandingkan dan diasingkan. Pun, cinta lama sang suami yang hadir sebagai adik ipar mengusik kebahagiaan. Dua sisi Menantu, membuka tabir kelam masa lalu Sang Suami dengan cinta pertamanya yang tak usai, memberikan pandangan untuk memilih jalan kehidupan agar tak gegabah dalam mengambil keputusan. Kehilangan orang terkasih di saat semua rahasia terbongkar dan memberi luka yang tak usai. Mampukah Nisa bertahan dan melawan semua ujian rumah tangganya? Atau justru memilih kalah dan pergi? Selengkapnya ada di Dua Sisi Menantu.
Lihat lebih banyak"Pergi saja! Tidak usah kunjungi Ibu lagi. Pergi saja kerumah si Lani. Ibu rasa kamu memang anak si Lani! Bukan anak Ibu!" teriakku kuat dan emosi. Rasanya menyakitkan sekali.Setelah mendengar teriakanku, tampak langkah Ilyas berhenti. Ia berbalik lalu menatapku."Walau Ibu menolak sekalipun. Ilyas tetaplah anak Ibu. Maafkan Ilyas yang telah mengecewakan Ibu karena menjadikan Nisa istri Ilyas. Dimata Ibu, Ilyas salah memilih. Tapi bagi Ilyas, pilihan Ilyas adalah yang terbaik."Jawaban Ilyas bagai ombak laut ganas yang menghantam pohon kecil dipinggir pantai. Sakit sekali rasanya."Ilyasssss. Hu hu hu hu," teriakku kuat ingin mengejar. Tapi Reno dan Zaki lebih cepat menangkapku. Menahan diri ini agar tak mengejar Ilyas keluar.Perlahan Rika dan Sarah membawaku ke kamar. Rasanya kepala mulai terasa sakit. Tubuhku lemas tak berdaya. Tapi hati masih dipenuhi rasa sakit dan benci bersamaan. Sakit
Aku menatap mata itu. Berusaha menelisik hatinya, mencari cinta yang besar seperti dulu untukku. Hasil nya nihil. Tak ada.Lelaki itu tampak sehat dan semakin tampan. Lelaki yang selalu bermain dipikiran dan imajinasiku. Setelah berpisah darinya, banyak lelaki jatuh kepelukan. Dan semuanya brengsek. Tak ada yang seperti dia. Tulus dan apa adanya. Setelah berusaha mati-matian melupakan dan tak bisa. Seorang lelaki lain yang mengantarku pulang dahulu, datang mengulurkan tangan, menawarkan sebuah pertemanan.Aku tahu, bukan hanya sebuah pertemanan tapi juga sebuah rasa.Kutolak dengan halus. Lelaki itu bukan typeku. Dia terlalu dingin. Hanya tertawa dan tak pernah memuji fisik dan kecantikanku. Aku suka lelaki liar, liar berkata-kata dan liar tangannya bekerja.Lelaki itu mundur. Tak ada usaha. Melempem bak kerupuk tersiram air.Payah! Sama sekali bukan typeku. Setelah berteman begitu saja. Via chat sesekali telepon, suatu hari lelaki it
"Maaf, Tante membuang-buang waktu saya. Saya kira tante tulus menelepon saya untuk meminta maaf karena menyesalkan perbuatan anak Tante. Tapi ternyata saya salah. Mobil itu memang saya niatkan untuk Ara. Tapi setelah apa yang saya terima rasanya Ara tak pantas memiliki mobil itu. Maaf. Anak Tante terlalu jalang dan sangat tak layak menerima mobil mahal itu. Dan kini saya tahu dari mana Ara mendapatkan sifat tak tahu malu dan kejalangannya. Hmm, buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya."Aku menarik napas, kasar.Setelah mengatakan hal itu rasanya sesuatu yang mengganjal dihati seperti ada yang terlepas. Lega.Tes. Setetes air bening mengalir dipipiku. Ombak laut kuhadapi dengan berani namun untuk urusan hati, nyatanya aku lemah bahkan lebih lemah dari sebuah rumput didasar laut.Ya Allah, tak kusesali semua yang terjadi padaku. Bahkan aku syukuri akhirnya aku mengetahui semua ini. Yang aku sesali hanya mengapa terlalu lama? Lima tahun waktu
Berkali-kali aku menghubungi Mas Ilyas. Lelaki yang menemani hari-hariku selama lima tahun belakangan ini. Lelaki yang menjadi atm berjalanku. Bersamanya ketemukan warna-warni hidupku. Sejak mulai tamat sekolah, kuliah hingga bekerja tak lepas dari dukungan dan bantuannya.Kembali kucoba menghubunginya. Hasilnya nihil. Bahkan ternyata nomorku sudah di blokir Mas Ilyas. Aku tak habis akal. Kembali kuhubungi nomor ponselnya. Tersambung. Ditolak. Dan lagi, diblokir.Kuhapus airmataku, kasar. Rasanya menyesakkan. Kenapa setelah semuanya terjadi justru perasaan cintaku semakin besar? Benarkah ini cinta atau rasa penyesalan saja?"Jalang!" Lagi si brengsek Rangga memakiku lalu tancap gas, membawa mobil merah yang harusnya menjadi milikku, kado terbesar di sepanjang ulang tahunku selama ini.Ah, kenapa Mas Ilyas bisa kedaratan dan aku tak mengetahuinya?Dan kenapa pula Mas Ilyas bisa sepintar itu? Pa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan