LOGINSetelah selesai makan malam, Azalea masih sibuk dengan ponselnya. Carlos yang melihat itu malah menyandarkan tubuh santai di kursinya sambil memperhatikan Azalea.
“Ayo tidur,” katanya santai.
Azalea langsung menoleh curiga.
“Lo nggak bakal apa-apain gue kan?”
Carlos mengangkat alis kecil. “Menurut lo?”
Azalea langsung mendecih kesal.
“Gue serius.”
Carlos menahan tawa kecil melihat wajah galak Azal
Sudah lebih dari satu jam Azalea duduk di kursi samping ranjang rumah sakit. Awalnya ia sempat membaca materi kuliah dari ponselnya.Lalu mencoba bermain game. Namun pada akhirnya ia hanya melamun sambil sesekali melihat infus Carlos.Pria itu masih tertidur. Atau setidaknya begitulah yang Azalea kira. Karena merasa bosan, Azalea akhirnya menghubungi Citra.Panggilan langsung tersambung."Halo?"Suara Citra terdengar heboh seperti biasa."Lo di mana? Dosennya udah masuk nih."Azalea menghela napas. "Gue nggak bisa masuk hari ini."Citra langsung penasaran."Hah? Kenapa?"Azalea melirik ke arah Carlos yang masih tampak tertidur.
Azalea berlari keluar dari kamarnya sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit berantakan. Wajahnya terlihat panik.Langkahnya cepat menuruni tangga rumah. Di ruang makan, Rose dan Bryan sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa.Ada nasi goreng, telur dadar, dan teh hangat di atas meja. Rose yang sedang menuang teh langsung menoleh.Bryan juga ikut mengangkat kepala. Keduanya tampak heran.“Loh?”“Bukannya kamu tidur di rumah Carlos? Kenapa keluar dari kamar?” tanya Rose bingung.Azalea bahkan tidak sempat duduk. “Nanti aja jelasinnya, Bu. Aku harus ke rumah sakit sekarang.”Rose dan Bryan langsung saling pandang. “Rumah sakit?”
Azalea langsung mendesah panjang. “Emangnya kenapa?”Mike berkedip bingung.Azalea menatapnya datar. “Nggak boleh gue udah terbiasa sama hal begitu?”Mike langsung terdiam.Azalea melanjutkan santai. “Lo sama Leon juga pasti udah sering kan?”Wajah Mike langsung memerah.“AZALEA!”Azalea malah terkekeh kecil melihat reaksinya.“Apaan?”Mike menutup wajahnya sebentar.“Bukan gitu maksud gue. Sumpah.” Ia menghela napas panjang.“Gue cuma nggak nyangka aja.”Azalea yang tadinya bercanda perlahan kembali terdiam. Ia tahu Mike tidak sedang menghakiminya. Pria itu memang hanya terkejut.Namun tetap saja membahas semua itu membuat Azalea kembali teringat pada Carlos. Dan itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.Akhirnya ia berdiri dari sofa. “Ya udahlah. Nggak usah dibahas lagi.”Mike memperh
Mobil Mike akhirnya berhenti tepat di depan rumah Azalea. Lampu jalan menerangi dua rumah yang berdampingan itu. Rumah Azalea yang sederhana. Dan rumah Carlos yang jauh lebih besar dan mewah tepat di sebelahnya.Mike mematikan mesin mobil lalu turun terlebih dahulu. Ia berjalan ke belakang mobil dan mengambil salah satu karung cabe hasil panen tadi. Azalea langsung ikut turun dengan panik kecil di dalam hati. Karena Mike sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya rumah di sebelah itu adalah rumah tempat Azalea tinggal bersama Carlos.Dan lebih parahnya lagi… Mereka sudah menikah.Mike mengangkat karung cabe itu ke pundaknya.“Gue bawain masuk.”Azalea langsung menggeleng cepat. “Nggak usah, nanti gue bawa sendiri aja.”Mike tertawa kecil. “Ini berat banget. Udah nggak papa.”Azalea menggigit bibirnya gugup.Akhirnya ia tidak punya pilihan selain membuka pintu pagar rumahnya sendiri.
Lampu club malam berkelap-kelip memenuhi ruangan. Musik berdentum keras. Orang-orang menari sambil tertawa dan menikmati alkohol.Namun di salah satu sofa VIP Carlos justru duduk diam sambil meminum whiskeynya perlahan. Kemeja hitamnya terbuka beberapa kancing.Tatapannya kosong. Pikirannya penuh.“WOI!”Alex datang dengan heboh sambil langsung duduk di samping Carlos.“Gue denger Azalea pacaran sama Mike?!”Carlos langsung mendecakkan lidah kesal.“Gue juga nggak ngerti.” Ia meminum whiskeynya lagi. “Kenapa Azalea tiba-tiba berubah begitu?”Alex mengangkat alis.Carlos mengusap rambutnya frustrasi. “Dia sekarang jadi sering dandan.”“Sering pergi sama Mike. Bahkan jadi punya pacar.”Nada suaranya terdengar makin kesal tiap mengucapkan itu.Alex malah tertawa keras. “HAHAHA MAMPUSS!”Carlos langsung melotot.
Azalea baru saja keluar dari gedung kelas sambil membawa laptop di pelukannya.“Hei, Azalea!”Mike melambaikan tangan dari parkiran kampus sambil tersenyum. Ia memakai jaket hitam dan berdiri di samping mobilnya.Citra yang berjalan di samping Azalea langsung menyeringai jahil.“Wihhhh. Sekarang ada yang jemput terus nih.”Azalea langsung mendelik malu.“Citra…”Mike malah tertawa kecil sambil menghampiri mereka.“Nggak salah kan jemput pacar sendiri?”Citra langsung heboh sendiri. “Duh manis banget.”Azalea cuma bisa memijat pelipisnya pelan. Namun tiba-tiba sebuah suara lain terdengar.“Azalea.”Ketiganya langsung menoleh. Leon berdiri beberapa meter dari sana. Wajahnya terlihat lelah. Matanya bahkan sedikit sembab seperti kurang tidur.Begitu melihat Mike berdiri dekat Azalea, ekspresi Leon langsung berubah tidak
“AAAAAA!” Azalea langsung mengibaskan tangannya panik sambil mundur cepat dari sisi ranjang. “Itu apa?!” teriaknya dengan wajah merah total. Carlos malah mendelik malas. “Lea, lo teriak sekali lagi, gue sumpel pake nasi! Sumpah demi tuhan kuping gue sakit!!” Azalea langsung melotot tidak percay
Setelah menutup teleponnya dengan Azalea, Carlos kembali fokus pada pekerjaannya. Tumpukan dokumen di meja kerjanya terlihat penuh, sementara layar laptopnya dipenuhi laporan dan jadwal rapat yang membuat kepalanya mulai pening.Ia menghembuskan napas pelan sambil memijat pelipisnya.
Carlos tiba-tiba menarik pinggang Azalea pelan hingga tubuh gadis itu langsung menabrak dadanya.Deg.Azalea refleks menahan napas.Jarak di antara mereka benar-benar hilang sekarang. Tangan Carlos masih melingkar santai di pinggangnya, sementara Azalea bisa merasakan hangat
Azalea langsung nengok cepat. “Hah?”Carlos menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil. “Tentang semalam.”Bug!Azalea langsung mukul lengan Carlos cukup keras.“Tentu aja gue keberatan!” protesnya kesal. “Inget ya, kita nikah kontrak. Bukan berarti lo bisa nyentuh gue seena







