Teilen

Retak dalam Pack.

last update Veröffentlichungsdatum: 10.04.2026 15:33:17

Selamat membaca.

Langit Lunaris, kembali tenang. Namun tidak dengan pack, begitu mereka kembali dari perbatasan, suasana berubah. Bukan karena luka, melainkan karena sesuatu yang lebih berbahaya.

Ketakutan.

Bisikan-bisikan terdengar di setiap sudut. “Dia hampir menghancurkan Penjaga!" “Kalau dewa benar-benar turun, Kita tidak akan selamat…”

Elara berdiri di tengah aula yang masih retak mendengar semuanya. Tidak ada yang berani mengatakannya langsung dihadapannya.

Tapi Elara tahu. Dia adalah ala
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Hati liar sang Alpha   Hukum Timpal Balik

    Sore belum benar-benar pergi. Bersama bunga yang mulai tumbuh. Awan kelabu masih menggantung di atas atap kastel Lunaris. Udara yang biasanya dingin terasa sedikit lebih hangat karena tungku di ruang keluarga mulai dinyalakan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama... Tidak ada teriakan. Tidak ada suara pedang, hanya keheningan yang perlahan belajar menjadi damai. Elara duduk di dekat perapian. Tatapannya masih sering kosong, tetapi kini sesekali ia menjawab pertanyaan orang lain. Itu sudah merupakan kemajuan. Tetua Maereth menghela napas lega. "Nah." Wanita tua itu duduk di belakang Elara. Tanpa meminta izin, ia menepuk pelan pahanya. "Kemarilah." Elara menoleh bingung. "Jangan menatapku seperti itu." "Kau terlalu kurus." "Duduk." Sejenak Elara ragu. Namun entah mengapa...

  • Hati liar sang Alpha   Tunas di Tanah yang Mati

    Hari itu masih terasa panjang.Kesedihan belum sempat menemukan tempat untuk beristirahat.Langit Lunaris tetap kelabu, sementara angin yang melewati halaman kastel membawa aroma hujan yang belum benar-benar turun. Burung-burung tidak lagi bernyanyi. Bahkan hutan Silvaris di kejauhan tampak kehilangan warna.Elara masih berada di beranda.Pandangannya kosong.Entah sudah berapa lama ia hanya menatap pepohonan tanpa benar-benar melihatnya.Aelmon berdiri di sampingnya. Tidak banyak bicara,namun kini ia memiliki satu kebiasaan baru.Setiap kali hendak meninggalkan Elara...Ia akan berhenti sejenak.Perlahan mengusap helaian rambut yang menutupi wajah istrinya.Lalu mengecup pelan dahinya. Begitu pula ketika Elara tertidur, dan ketika ia terbangun.Seolah Alpha itu sedang berusaha mengingatkan dirinya sendiri..."Dia masih di sini."Hari ini pun sama.Aelmo

  • Hati liar sang Alpha   Salahkah Aku mengharapkanmu?

    Langit Lunaris tetap kelabu, seolah matahari pun kehilangan keberanian untuk muncul. Angin berembus pelan melewati beranda kastel, mengangkat beberapa helai rambut Elara yang terjatuh menutupi wajahnya.Ia belum berpindah dari tempatnya.Keheningan menjadi satu-satunya teman yang masih bertahan.Aelmon masih duduk di sampingnya. Tidak lagi memaksa, tidak lagi mengucapkan banyak kata. Ia hanya menemani, membuatkan Elara merasa nyaman dengan kehadirannya.Karena, kadang-kadang, seseorang tidak membutuhkan jawaban. Ia hanya membutuhkan seseorang yang tidak pergi."Aku boleh tetap di sini?" tanya Aelmon pelan.Elara tidak menoleh. "Kau selalu bertanya." Tapi Aelmon tidak pernah benar-benar pergi dari sisinya."Aku sedang belajar."Belajar. Satu kata yang membuat Elara tersenyum getir. "Alpha ternyata bisa belajar.""Kalau gurunya adalah istriku..." Aelmon menghela napas pelan. "...aku rela mengulang pelajaran yang sama seumur hidup."Deg! Keheningan kembali hadir. Namun kali ini tidak lag

  • Hati liar sang Alpha   Hangat yang Tertahan

    Hari itu belum juga berakhir.Kabut tipis masih menggantung di atas Lunaris. Angin berembus pelan membawa aroma pinus yang basah, bercampur tanah yang baru saja menerima terlalu banyak air mata.Kematian Asterion masih terasa begitu dekat.Tak seorang pun di kastel berbicara lebih keras dari bisikan.Bahkan para pelayan melangkah tanpa suara, seolah takut mengganggu duka yang belum sempat beristirahat.Elara duduk di beranda kayu yang menghadap hutan. Jubah putihnya berkibar pelan, tatapannya kosong.Ia tidak sedang melihat pepohonan.Ia sedang mencari seseorang yang tidak mungkin kembali. "...Elara" Suara itu masih terngiang.Senyum tipis Asterion. Kesetiaan tanpa syarat, dan kalimat terakhirnya.Lanjutkan... tempatku. Sial kau Asterion...Elara menundukkan kepala. "Aku bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih."tap... tap... tap...Suara langkah pelan terdengar dari belakang.Aelmon. Ia berhenti beberapa langkah di belakang Elara, tidak mendekat, tidak memanggil hanya berdiri.B

  • Hati liar sang Alpha   Langit yang tidak Pernah Menjawab

    Matahari menolak bergerak.Seolah waktu sendiri merasa bersalah melihat apa yang baru saja terjadi.Angin berembus pelan melewati Hutan Lunaris, membawa aroma tanah yang lembap bercampur logam dari darah yang masih hangat. Pepohonan yang dahulu menjadi tempat para serigala muda bermain kini berdiri sunyi, menjadi saksi seseorang yang memilih mati karena kesetiaan.Elara masih memeluk Asterion.Tubuh itu mulai kehilangan kehangatan. Namun Elara tidak sanggup melepaskannya, jari-jarinya justru menggenggam semakin erat, seolah dengan begitu kematian akan berubah pikiran."Asterion..."Suaranya hampir tidak terdengar."Kau pernah bilang, kesetiaan bukan berarti selalu berada di samping seseorang. Tapi berada di dalam doa yang tidak pernah berhenti." Ia tersenyum. Senyum yang lebih menyakitkan daripada tangisan. "Kalau begitu...""...mengapa doaku tidak pernah cukup?"Tidak ada jawaban.Hanya angin. Dan tubuh yang tidak lagi mampu menjawab namanya, air mata jatuh satu demi satu.Tidak dera

  • Hati liar sang Alpha   Hari yang Tidak Mau Berakhir

    Hari itu terasa seolah enggan berganti.Matahari tetap tersembunyi di balik langit yang retak, sementara cahaya kelabu menggantung di atas Lunaris seperti kain duka yang tidak pernah selesai dibentangkan.Udara dipenuhi bau tanah basah, dedaunan yang terbakar, dan darah.Tidak ada seorang pun yang mampu mengatakan apakah waktu masih bergerak.Yang mereka rasakan hanyalah penderitaan yang semakin berat.***Di dalam kastel...Elara masih berlutut. Darah yang tadi dimuntahkannya belum benar-benar berhenti, noda merah membekas di lengan bajunya.Namun rasa sakit di tubuhnya kalah jauh dibandingkan sesak di dadanya.Asterion. Nama itu terus memenuhi pikirannya...Di luar sana... Ia bertarung seorang diri. Sedangkan dirinya—Terjebak."Aelmon..." Suaranya serak. "Tolong."Alpha itu berdiri membelakanginya.Bahu lebarnya tampak kaku. Tidak sekali pun ia menoleh, "Kalau kau masih memiliki sedikit saja belas kasihan...""...hentikan semua ini."Keheningan. Elara menatap punggung pria itu, ia t

  • Hati liar sang Alpha   Jalan Menuju Dunia Manusia

    Hujan belum berhenti.Kabut tipis menyelimuti Lunaris sejak pagi, membuat seluruh lembah tampak pucat dan dingin. Langit retak di atas sana masih menggantung seperti luka besar yang tidak bisa sembuh.Dan suasana pack jauh lebih buruk dibanding cuaca.Aula utama Lunaris dipenuhi ketegangan.Lyra me

  • Hati liar sang Alpha   Istri Alpha atau Dewi Matahari

    Hujan turun sejak dini hari.Rintiknya membentur atap kayu Lunaris perlahan, menciptakan suara tenang yang biasanya menenangkan. Kabut tipis menyelimuti lembah, sementara langit retak di atas sana tampak lebih redup dibanding malam sebelumnya.Namun kamar Alpha justru terasa semakin sesak.Elara ma

  • Hati liar sang Alpha   Malam yang Terlalu Sunyi

    Malam semakin larut.Api unggun di tengah Lunaris mulai mengecil, menyisakan bara merah yang berpendar pelan di antara kayu-kayu hangus. Tawa para anggota pack perlahan mereda, digantikan suara angin malam dan langkah kaki yang mulai menjauh menuju tempat istirahat masing-masing.Namun wajah Elara

  • Hati liar sang Alpha   Cara Sederhana untuk Tetap Tinggal

    Sinar senja jatuh hangat di sela dedaunan, seperti mencoba menyentuh tanah dengan hati-hati. Angin berhembus pelan, membawa aroma kayu dan tanah.Elara duduk di dekat api kecil yang hampir padam.Selimut tipis masih melingkari bahunya, rambutnya jatuh sedikit berantakan di sisi wajah. Ia memegang c

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status