MasukSetelah menyelesaikan study-nya, Zylva Tsania mendadak harus menikah demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang tengah bangkrut. Zylva yang tidak pernah berkencan dan menjalin hubungan dengan lelaki mana pun, menjadi takut dan marah besar. Dia terpaksa mengubur impiannya untuk membuka butik! Ditambah lagi, pria yang dijodohkan dengannya juga dikenal lemah, buta, dan buruk rupa, sampai harus menyembunyikan wajahnya di balik topeng. Yang paling mengerikan adalah pria itu tetap angkuh, sehingga kalangan atas memberi julukan “Tuan Muda Angkuh” padanya. Akankah Zylva bisa menjalani semua ini?
Lihat lebih banyakMalam turun lebih cepat di kastel itu.Kabut tipis menyelimuti halaman batu di luar jendela, membuat cahaya lampu taman terlihat samar seperti kunang-kunang yang kelelahan. Setelah kejadian di sayap timur pagi tadi, suasana kastel berubah aneh—lebih sunyi dari biasanya, namun tidak lagi terasa menakutkan.Setidaknya bagi Zylva.Ia berdiri di depan meja panjang dapur sambil menggulung lengan sweaternya. Aroma sup hangat memenuhi udara. Salah satu koki sempat menawarkan bantuan, tapi Zylva menolaknya halus. Entah kenapa, malam ini ia ingin melakukan sesuatu sendiri.Sesuatu yang normal.Sesuatu yang tidak dipenuhi rahasia, topeng, atau tatapan penuh luka.Ia menuang sup ke dalam mangkuk perlahan. Tangannya berhenti sesaat ketika mengingat wajah Zack tadi pagi.Lelah.Rapuh.Dan untuk pertama kalinya… benar-benar jujur.Zylva mengembuskan napas pelan lalu membawa nampan itu keluar dapur.Koridor kastel masih remang-remang saat ia berjalan menuju ruang kerja Zack. Pelayan mengatakan Zack
Pagi itu datang tanpa suara. Matahari memang terbit di balik bukit yang mengelilingi kastel, tapi cahayanya tidak pernah benar-benar menyentuh dinding-dinding batu tempat mereka tinggal. Udara dingin merambat pelan melalui celah jendela, membuat ruangan terasa kosong… dan anehnya terlalu hening.Zylva terbangun dengan rasa gelisah yang langsung menusuk dada.Ia meraih sisi tempat tidur sebelahnya—kosong.Selimutnya acak-acakan. Bantalnya dingin.Dan di atas seprai, tergeletak sarung tangan hitam milik Zack.Zylva memegangnya perlahan. Bukan cuma dingin… sarung tangan itu terasa lembap. Seperti seseorang menggenggamnya erat semalaman, lalu melepaskannya dalam keadaan putus asa.“Zack…?” panggilnya pelan.Tidak ada jawaban. Tidak ada suara langkah. Tidak ada tanda keberadaan.Ia berdiri, menatap ke luar kamar. Koridor masih gelap, lampu-lampunya belum dinyalakan. Biasanya, Zack bangun lebih pagi darinya. Meski lelaki itu jarang tidur nyenyak, ia selalu memastikan kastel tetap hidup—seka
“Apa yang salah dengan mata Zack sebenarnya apakah dia menyembunyikan sesuatu?” gumam Zylva Malam semakin larut, tapi di dalam kastel itu, waktu seolah berhenti. Api di perapian menjilat-jilat kayu, memantulkan cahaya ke wajah Zack dan Zylva yang masih duduk berdekatan. Zylva belum melepaskan sandarannya dari bahu Zack, tapi ia bisa merasakan tubuh pria itu mulai menegang. "Zack?" panggilnya pelan. Tak ada jawaban. Zylva menegakkan tubuhnya, menatapnya dengan dahi berkerut. Mata Zack terbuka, menatap ke depan… tapi tatapannya berbeda. Dingin. Seperti kosong. “Zack?” ulang Zylva, kini lebih cemas. Senyum muncul di bibir Zack. Tapi itu bukan senyum yang ia kenal. Senyum itu... miring. Sinis. “Dia tidur,” bisik Zack—atau sesuatu yang memakai wajahnya. “Sekarang giliranku.” Zylva bergidik. “Apa maksudmu?” “Apa kau benar-benar mengira dia sesederhana itu? Lembut, rapuh, bisa disembuhkan oleh kata-kata manis?” Suara Zack terdengar lebih berat, lebih tajam. “Aku bagian ya
Zylva membuka pintu kamar perlahan. Langkahnya pelan, khawatir membangunkan Zack yang sejak tadi diam tak banyak bicara selama perjalanan pulang dari hotel. Ia mendorong kursi rodanya ke dalam kamar yang remang, aroma kayu dan obat menguar dari udara dingin ruangan itu.“Aku bisa sendiri,” gumam Zack.“Biar aku bantu buka sepatumu,” jawab Zylva tanpa ragu, tetap jongkok di depan Zack. Tangannya dengan lincah melepas sepatu pria itu, lalu meletakkannya di samping pintu. Zack tidak banyak bergerak, hanya memandangi rambut Zylva yang tergerai ke depan, hampir menutupi wajahnya.“Kenapa kau selalu melakukan hal seperti ini?” tanya Zack, suaranya pelan, nyaris seperti angin.“Karena aku istrimu,” jawab Zylva singkat, menatapnya sebentar sebelum berdiri.Zack memalingkan wajah. “Kau tidak perlu bersikap seperti istri sempurna. Aku tahu ini bukan keinginanmu.”Zylva terdiam. Ia menatap Zack beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Memang bukan keinginanku. Tapi kalau kita sudah di sini... bu
Lihat bagaimana takdir bekerja.SET!Sebuah tangan yang lebar dan dingin menarik tangan mungil Zylva. Lelaki yang bahkan sedang tidak sadarkan diri saja memiliki kekuatan yang luar biasa. Membuat Zylva seakan terhanyut Dia menarik Zylva hingga gadis itu terjatuh tepat di sebelah tubuhnya."Jangan tingg
Malam telah menyapa, Zylva sekali lagi ketakutan dalam diamnya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, jika malam ini Zack mendatanginya dan meminta apa yang tidak pernah Zya mimpikan, apa yang akan terjadi setelah dia memberikan ciuman sore tadi?"Nyonya?""Ya ampun, kau me
Setelah jawaban itu keluar dari mulut Bibi An, Zylva merasa begitu frustasi pada takdir yang harus dia terima. Keyakinannya untuk kabur dari pernikahan ini semakin besar. Dia tidak bisa terus menangisi takdir orang lain yang malah menyeretnya lebih dalam.Cya adalah orang yang harusnya b
Sementara itu, di sisi lain."Nyonya, apa yang sedang Anda pikirkan? Anda masih memikirkan Tuan Muda?" Riri mencoba mengajak Zylva berbicara. Dia pelan-pelan mendekati Zylva, dan ikut duduk di atas ranjang.Zylva coba menepis semua itu. Setelah melihat suaminya yang mengerikan di pagi hari, dia tidak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan