Share

Bab 53

Author: Norwinda
last update publish date: 2026-01-18 19:02:56

Anya mengusap wajahnya, ia memandangi luar jendela yang sudah tampak gelap di sana. Tidak terasa sudah dua jam ia mengurung diri dalam kamar ini.

Ia bangkit dari kasurnya dan melangkah keluar. Begitu melangkah ke dapur, suasana dalam rumah itu terasa sangat sepi sekali. Apa anak-anak sudah makan malam dan tidur?

Namun, Anya mendengar samar-samar orang yang tengah mengobrol di ruang tengah. Karna penasaran Anya melangkah ke sana, ia mengintip dari balik tembok.

Pupil matanya melebar melihat Rayd
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Norwinda
Masih update kok
goodnovel comment avatar
Raya Hafiyya
kak ga update lagi kah ?
goodnovel comment avatar
Dinar kasih 1205
pilihan macam apa itu wahai orang tua egois , rayden berilan anya status yang jelas jangan cuma abu2 , lagian anya gampang banget luluhnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 81

    Pada akhirnya, Anya memilih ikut bersama Arum. Di dalam mobil Alphard itu juga sudah ada beberapa anggota keluarga lain yang tampaknya datang terlambat, sehingga mereka bergabung dalam rombongan Arum.Anya menunduk menatap bayinya yang terlelap pulas di dalam gendongannya. Syukurlah, si kecil tetap tenang sepanjang perjalanan. Ia tidak menangis ataupun rewel, membuat Anya bisa sedikit bernapas lega di tengah suasana yang terasa canggung.Perlahan matanya melirik semua orang yang diam membisu. Mereka seakan sudah kelelahan hingga tidak bicara apapun.Matanya beralih melihat perempuan yang menyetir dengan Arum yang duduk di samping. Perempuan itu terlihat tertutup dengan jaket dan masker yang menutupi hampir seluruh wajahnya.Perjalanan telah berlangsung lebih dari satu jam lebih. Setelah melewati jalan tol menuju Bandung, mobil akhirnya keluar dan melanjutkan perjalanan di jalan raya seperti biasa.Namun, tak lama kemudian suasana mulai berubah. Mobil memasuki kawasan yang diapit hutan

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 80

    Tanpa meminta persetujuan Arum, bahkan tanpa menghiraukan tatapan marah dan ketidaksukaannya, sang mertua justru mengajak Anya bergabung bersama keluarga besar mereka.Bukankah seharusnya mereka mengusir perempuan itu? Membiarkannya datang ke acara keluarga saja sudah keterlaluan, apalagi dengan begitu percaya diri membawa bayi itu, seakan sengaja ingin menarik perhatian dan simpati semua orang yang hadir.Rahang Arum mengeras. Ia tak sanggup lagi menyaksikan pemandangan itu. Dengan wajah yang dipenuhi amarah, ia bangkit dari duduknya, lalu melangkah menjauh sambil mengutak-atik layar ponselnya untuk menghubungi seseorang.“Kamu datang ke sini segera. Rayden membawa perempuan itu ke mansion.”“What? Beneran Tante?” ucap orang diseberang sana.“Makanya kamu datang ke sini.”“Baiklah. Tunggu saja, sebentar lagi aku akan sampai yang ke sana.”Arum menyimpan kembali ponselnya setelah panggilan telpon selesai. Ia kembali ke perkumpulan di mana orang-orang masih mengerumuni Anya, untuk meli

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 79

    Raut canggung begitu kentara diwajah Anya. Ia tampak tegang dan merasa tak nyaman saat Rayden masih di sini, setelah apa yang terjadi. Laki-laki itu duduk berseberangan dengan dirinya dan begitu memperhatikan dirinya. Bahkan ia tidak bisa menikmati makanannya. “Mas Rayden… kenapa melihatku seperti itu. Mau makan?” tawar Anya yang sebenarnya hanya sekadar basa basi. “Aku tidak lapar. Hanya saja, aku ingin pernikahan kita bisa dipercepat dan—” “Mas…” Anya buru-buru memotong ucapannya. “Sebaiknya jangan bahas itu dulu.” Rayden mengernyit. “Kenapa, Anya? Apa kamu tidak menginginkannya?” Anya menggeleng pelan.“Bukan begitu, Mas. Aku juga menginginkannya. Hanya saja, untuk saat ini lebih baik kita fokus pada anak kita dulu.” Rayden menghembuskan napas panjang. “Justru karna itu aku ingin pernikahan kita dipercepat. Aku tidak mau terus menjaga jarak seperti ini. Kita belum benar-benar sah, dan kamu selalu membatasi setiap kali aku ingin lebih dekat.” Anya terdiam. Bibirnya ber

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 78

    Cahaya dari lorong langsung menerpa wajah Kevin saat pintu kamarnya dibuka oleh sang ibu. Namun, laki-laki itu tak bergeming. Ia tetap duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong seakan kehilangan arah."Kevin, kamu baik-baik saja, kan, Nak?" tanya Misra seraya menghampirinya.Wanita paruh baya itu kemudian duduk di samping putranya. Dengan penuh kasih, ia mengusap bahu Kevin.“Bagaimana kalau aku yang tidak bisa memberikan anak?”“Kamu itu bicara apa, Kevin. Maksudnya mandul?” Raut wajah Misra langsung mengeras.Kevin menoleh pada ibunya dengan tatapan rapuhnya.”Aku hanya takut, kalau sebenarnya memang aku yang mandul.”“Kamu jangan bicara seperti itu. Justru mereka saja yang lambat sekali hamil. Ibu yakin, itu anakmu. Hanya Anya saja yang berusaha menyembunyikan semua ini.”“Sudahlah, Bu. Aku tidak ingin menelan harapan mentah.”“Lho, Ibu bicara yang sebenarnya, Vin. Kamu jangan lemah jadi laki-laki. Terus juga, Yulia kenapa semakin hari semakin berani dengan Ibu?”Mendengar nama is

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 77

    Keduanya akhirnya sampai di unit apartemen mereka. Begitu masuk ke dalam sudah ada Arum yang ternyata sudah datang lebih awal. Wanita paruh baya tengah duduk di sofa dan menikmati jamuan yang diberikan oleh bi Jumi. “Cepat sekali, Ma. Aku kira Mama datangnya nanti,” ucap Rayden sambil berjalan mendekat sang mama. Sementara itu, Anya hanya berdiri terpaku beberapa saat. Tatapannya tertuju pada Arum dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Setelah menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, ia akhirnya melangkah mendekati wanita paruh baya tersebut. Anya tersenyum menyapa Arum. Namun, wanita paruh baya itu hanya melirik sekilas sebelum mengalihkan pandangannya, seakan kehadiran Anya tak berarti. Mendapat sambutan sedingin itu, Anya hanya mengulas senyum tipis lalu memilih melangkah menuju kamar. Ia sadar, di mata Arum, keberadaannya masih belum dianggap. Dan Anya pun mengerti alasan di balik sikap dingin wanita itu terhadapnya. “Anya, mau ke mana?” tegur Rayden saat perem

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 76

    “Jawab, Anya! Apa kamu mengandung anaknya saat masih menjadi istriku?” Suara Kevin menggelegar, dipenuhi amarah. Rahangnya mengeras, sementara tatapannya menyorot tajam ke arah Anya. Tangannya terulur hendak mencengkram pergelangan tangan Anya. Namun, sebelum sempat menyentuhnya, Rayden dengan sigap menepis tangan Kevin dan berdiri di depan Anya, menghalangi laki-laki itu mendekati perempuan yang kini berada di belakangnya. “Kalau memang itu kenyataannya, lalu kamu mau apa?” tanya Rayden dengan tenang, tetapi sorot matanya tajam. “Apa kamu lupa, Kevin? Sejak awal kamulah yang mengkhianati Anya. Kamu berselingkuh saat masih menjadi suaminya. Jadi, atas dasar apa kamu menuntut kesetiaan darinya?” Napas Kevin memburu. Dadanya naik turun menahan amarah yang kian bergolak. “Tidak semua kejahatan harus dibalas dengan kebaikan,” lanjut Rayden tanpa gentar. “Lucunya, orang yang paling lantang menuntut kesetiaan justru orang yang lebih dulu berkhianat. Bukankah itu terdengar munafik?”

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 07

    Suara berisik yang mengganggu membuat Kevin yang tengah tertidur terbangun. Ia melirik ke kamar mandi dan melihat Anya baru keluar dari sana dengan wajah yang tampak pucat. Meskipun begitu ia memilih untuk kembali melanjutkan tidurnya, namun sentuhan lembut di lengannya membuatnya berdecak dan kem

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 06

    “Mas Kevin.” Suara Anya terdengar lirih dan hampir tak terdengar. Senyuman getir terbit di bibirnya yang pucat.“Aku datang ke sini bukan untuk pulang,” ucap Kevin sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Ia meletakkan map di tangannya ke meja.“Kamu harus tanda tangani surat cerai ini agar perceraia

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 05

    Kelopak mata perempuan itu perlahan terbuka, samar-samar ia melihat bayangan dua orang yang tengah memperhatikannya. Begitu matanya terbuka sempurna, ia terkejut melihat dua laki-laki yang menatapnya dengan pandangan yang berbeda. Salah satunya laki-laki yang terakhir kali bersamanya di lift sampai

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 04

    Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Anya datang lebih pagi ke perusahaan besar yang ada di pusat kota. Ia melangkah memasuki area perusahaan dan di sana ia melihat Ayu sudah menunggu dirinya.Ia tersenyum dan semakin mempercepat langkahnya.“Aku kira kamu akan datang lebih lambat dariku,” ucap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status