Share

Chapter 26

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-03-24 15:30:23

"Aku dengar dari paman Sam bahwa kamu suka melukis dan menggambar komik. Jadi aku membelikanmu alat lukis, ada juga tab yang bisa kamu gunakan untuk membuat komik, aku juga membelikan laptop dengan konfigurasi terbaik." Akas berkata dengan suara tenang, namun ada jejak kasih sayang dalam beberapa nada suaranya. Ia meletakkan bingkisan tab dan laptop di atas meja agar Salsa dapat melihatnya lebih jelas. Dua produk elektronik ini adalah yang paling mahal di antara hadiah Akas yang lainnya.

Salsa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ganindra real
di tunggu lanjutannya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 124

    Salsa tertegun sejenak, ia kemudian tersenyum dan berjalan pergi setelah membayar biaya es krim tersebut. Dalam perjalanan kembali ke apartemen, pikirannya berhasil dipenuhi oleh nasihat dari bos pemilik toko es krim yang ditemuinya di taman tersebut. Apa yang dikatakan pemilik toko es krim itu menjadi pemicu bagi solusi masalah yang banyak Salsa pikirkan sebelumnya.Namun di sisi lain, Akas menyelesaikan urusan kantornya lebih awal. Alasannya sederhana, ia harus kembali ke rumah lama untuk menghadiri perjamuan keluarga. Namun kini, pria berusia hampir setengah abad itu sama sekali tidak mau bergerak dari tempat duduknya. Ia sedang mempertimbangkan apakah dia harus menelepon para tetua itu untuk memberitahu bahwa dia tidak jadi datang dan biarkan perjamuan ini berlangsung seperti biasanya."Boss, pesawat nyonya sudah mendarat di bandara kota pagi ini. Mungkin dia sudah tiba di rumah lama." Dimas berjalan mendekat dan memberikan laporannya. Kabar ini berhasil membuat suasana hati Akas

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 123

    "Ayah, apa ayah percaya anak itu adalah anak ayah? Bagaimana jika? Bagaimana jika kali ini Sienna juga berbohong?" Salsa tiba-tiba berkata, ia masih sulit untuk percaya. Jadi alam bawah sadarnya menggunakan hipotesis, menggunakan dugaan untuk menyangkal kebenaran secara sementara. Hendry mengangkat alisnya, ia jelas menyadari bahwa Salsa tampak begitu tidak menerima adik dari perut Sienna. Memang sulit di percaya, bahkan dirinya sebagai ayahnya juga merasa enggan mengakuinya hingga saat ini. Seperti ada rasa bersalah yang kuat pada mendiang istrinya dan putri kesayangannya. Sebuah pengkhianatan yang sulit untuk dimaafkan. Rasa mengganjal di hatinya, Hendry menundukkan kepalanya dan tidak mampu untuk berbicara. Namun ia tetap harus memberikan jawaban pada putrinya. Salsa masih muda, ia belum dewasa. Kabar ini juga bukan kabar baik untuknya. Hendry menarik nafas dalam dalam dan menekan rasa bersalahnya. "Ayah akan berpura pura dan bermain melanjutkan sandiwara ini. Kamu jaga diri baik

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 122

    Salsa melangkah turun dari taksi, ia sudah membuat janji dengan ayahnya. Bertemu kembali di sebuah restoran tempat mereka pernah makan bersama beberapa waktu yang lalu. Ketika Salsa masuk ke dalam, ia melihat sosok familiar duduk di salah satu kursi dekat jendela.Berapa hari dia tidak bertemu ayahnya, mengapa Salsa merasa ayahnya semakin tua? Salsa berjalan menghampiri ayahnya dengan langkah sedikit lebih cepat. Salsa melihatnya duduk disana dengan pandangan kosong. Entah apa yang dipikirkannya, namun punggungnya sedikit membungkuk terlihat penuh jejak kelelahan."Ayah..." Panggil Salsa dengan ekspresi rumit. Beberapa waktu lalu, ayahnya masih tampil sangat bersemangat. Namun, beberapa waktu sudah berlalu, dan semuanya berubah sedemikian rupa. Kondisi ayahnya jelas memburuk entah dengan alasan apa.Hendry segera tersadar ketika Salsa memanggilnya, ia mendongak dan terkejut melihat putrinya ternyata sudah berdiri di sampingnya. Hendry berdiri, membantu Salsa menarik kursinya. Untuk se

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 121

    "Hmm, Makasih paman." Ucap Salsa, ia tidak menyalahkan Akas. Dia tidak mengeluh atau menyebutkan apapun. Nadanya sangat tenang dan dingin, seperti yang dilakukannya hanya sebuah keharusan. Hal itu justru membuat Akas merasa sakit hati, ia lebih suka Salsa mengeluh dan bertingkah seperti putri manja.Ia ingin Salsa cemberut, berkata bahwa dirinya terlalu kasar sebelumnya. Namun Akas tidak memiliki hak menuntut dan berbicara. Statusnya semalam hanya sebagai debitur sementara Salsa sebagai seorang penyewa. Sebuah transaksi pembayaran yang dingin.Apakah kedepannya akan terus seperti ini? Akas jelas tidak ingin terus berada dalam kedinginan seperti ini. Rasanya seperti hampa dan kosong, namun ia tidak memiliki hak berbicara. Dia yang memulainya, dan Salsa hanya menerima tawarannya. Sesederhana itu!Beberapa waktu kemudian, Salsa berjalan keluar sudah dengan berpakaian rapi. Ia mengikat rambutnya dengan gaya ponytail, rok pendek berwarna putih dan kemeja berwarna merah muda. Gaya khas anak

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 120

    Selesai menyelesaikan panggilan telepon, Salsa mengembalikan handphonenya pada Akas. Namun fokus Akas tidak sedang berada di situ saat ini. Ia meraih dagu Salsa, kemudian memaksanya mendongak. Akas sedikit menundukkan kepalanya dan mencium bibir Salsa dengan ganas.Akas sudah memperhatikannya sejak awal, bibir merah merona yang terus menggoda dirinya untuk mengambil alih. Salsa membelalakkan matanya terkejut. Ia ingin mendorong Akas menjauh, namun pelukan Akas dari belakang ini mencengkram dirinya dengan kuat. Tangan Akas yang lebar memeluk pinggangnya dan menyelimutinya.Salsa yang merasakan suhu tubuh Akas melonjak drastis, ciuman yang dahsyat ini membuatnya perlahan kehilangan kendali. Tidak ada yang berbicara, tidak ada yang meminta, atau mengisyaratkan sesuatu. Dalam hubungan seperti ini, tidak ada kejelasan dan hanya berisi kesepakatan bersama.Salsa tidak mengatakan apapun, ia tidak meminta penjelasan, tidak memaksakan status. Ia hanya duduk di pangkuan Noah, memeluk leher Noah

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 119

    "album foto ini benar-benar dari ayah?" Salsa bertanya dengan suara serak. Matanya sudah memerah dan pelumpuknya sudah penuh dengan air mata. Ia melihat catatan memori di belakang setiap foto. Beberapa ditulis oleh ibunya dan beberapa ditulis oleh ayahnya. Ibunya menceritakan banyak hal tentang ayahnya, tentang memori yang tidak ingat. Tentang masa kecilnya yang tak pernah masuk dalam kode ingatannya. Ucapan-ucapan itu pernah kelembutan, kadang terdapat keluhan terkadang terdapat harapan. Ayah dan ibunya tidak pernah berharap besar padanya, mereka tidak memiliki harapan tinggi agar selesai mencapai status dan kekayaan yang luar biasa. Ayah dan ibunya hanya ingin Salsa bahagia dan sehat selalu dimata pun ia berada. Orang tua ini cukup romantis! Pikir Salsa ketika ia melihat catatan ayahnya dibalik salah satu foto.Ada begitu banyak foto ibu dan ayahnya juga dirinya. Sekarang Salsa merasa seolah-olah menjadi lelucon, Salsa manira dia hanya mempunyai satu foto yang tersisa. Ternyata ay

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 81

    Pada akhirnya, Adam tetap diam di tempatnya tanpa bergerak meski Isla sudah berbalik dan berlari pergi hingga menghilang dari pandangannya. Ucapan Isla seperti sebuah kutukan yang terus menggema di pikirannya. Namun Adam tidak bisa menghapusnya seketika. Ia jatuh terduduk di kursinya, mengingat ka

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 78

    Di negeri yang asing, Crystal mengerucutkan bibirnya. Ia sudah lama tidak terhubung ke internet dan hanya bisa menyelami buku buku manajemen ini. Sangat mengesalkan, ia bahkan tidak bisa menanyakan kabar Salsa.Ia melirik jam tangannya, bel tanda berakhirnya mata kuliah perlahan terdengar. Ketika C

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 77

    Salsa mendorong Akas menjauh dengan seluruh tenaganya, ia mengangkat tangannya tinggi dan mengayunkannya dengan cepat menampar pipi Akas dengan sangat keras.PLAKKKK!Suara tersebut seperti mengoyak seluruh suasana ambigu di dalam ruangan. Seluruh ruangan menjadi sunyi, hanya menyisakan musik yang

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 75

    "Ayo pergi makan? Setelah itu pergi ke tempat yang kamu inginkan." Baik itu Akas atau Salsa tidak ada satupun yang berusaha mengungkit masalah sebelumnya. Menganggap semuanya berlalu begitu saja.Ketika mereka duduk berhadapan di meja restoran, suasananya menjadi canggung. Lagipula keduanya sempat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status