Share

Bab 60 Dinner Romantis

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-06-20 09:01:59

​Restoran kecil itu berdiri di pinggiran kota, tepat di tepi sebuah danau.

Pemandangan utamanya langsung mengarah ke air danau yang tampak berkilauan saat malam hari, berpadu indah dengan pantulan sinar rembulan dan bintang-bintang yang terlihat jelas di langit.

Meski ukurannya kecil, tempat ini menyuguhkan suasana yang menenangkan, apalagi dengan deretan meja outdoor yang tertata rapi di atas dek papan kayu tepat di pinggiran.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 128 Terbongkar

    "Mmm itu, Zayn, sebenarnya--" Azalea ragu hendak mengatakan semuanya, apalagi posisi mereka masih berada di tengah koridor. Ceritanya cukup panjang, Azalea pun meminta Zayn untuk mencari tempat yang lebih nyaman. Di taman rumah sakit, Azalea mulai menceritakan duduk permasalahannya lalu satu per satu yang berkaitan dengan pertanyaan Zayn ia jawab. Zayn mendengarkan dengan duduk tenang, ekspresinya tidak banyak berubah. Padahal Azalea kira Zayn akan kaget tak menyangka jika Azalea bilang omnya memiliki simpanan. "Zayn, kamu percaya padaku kan? Aku tidak bicara omong kosong.""Kamu punya buktinya?" tanya Zayn serius. Azalea lalu menyodorkan ponselnya, ia menunjuk foto-foto dan bukti yang sudah dikumpulkannya. "Lea," Zayn menatap gadis itu dengan serius. "Masalah sebesar ini harusnya kamu katakan padaku--"Dari respon Zayn, tampaknya pemuda itu kecewa. "Masalah ibumu itu, apa kamu pikir aku tidak bisa menyelesaikannya?"Azalea menggeleng cepat. "Tidak Zayn, aku hanya tidak ingin me

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 127 Zayn Mengetahui Rahasia Marvel dan Azalea

    "Na-Naura, ti-tidak! Kami tidak bermaksud begitu!" elak ketiga siswi itu. Keributan mereka menarik perhatian yang lain, termasuk Azalea yang kini menoleh dan mendengar namanya disebut-sebut. "Zayn, sepertinya ada yang bertengkar!" Azalea menggoncang pundak Zayn. "Zayn, itu Naura--"Zayn menegapkan duduknya dan menaruh buku di meja. Ia lalu melihat ke arah pintu, ada Naura dan siswi lain yang tampak sedang adu jambak. "Zayn, ayo lihat! Kamu harus melerainya!" Azalea hendak menarik tangan Zayn. Namun pemuda itu justru menarik tangannya dan memaksa duduk. "Apa kamu punya energi lebih untuk meladeni mereka? Lebih baik kamu simpan untuk nanti, kamu harus lembur." Zayn memerintah untuk Azalea fokus pada tugas yang sedang digarapnya. Sementara Zayn beberapa saat hanya memperhatikan, kemudian ia bangkit dan menghampiri keributan. Di saat Zayn berdiri tak jauh, Naura yang tadi berkelahi terpelanting, ia hampir jatuh namun menabrak Zayn. "Zayn?" Tahu jika Zayn yang menangkapnya, Naura se

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 126 Zayn dan Lea di Mata Siswi Lain

    Uhuuuk! Azalea sampai tersedak ludahnya sendiri. Apa tadi? My little baby duck? Apa dia gila! "Itu manis mana, Lea? Ayo, jawab!" Buru-buru Azalea menyeruput minumannya. Meski ucapan Zayn aneh dan terdengar gila, namun Azalea bukan seseorang yang bisa menolaknya mentah-mentah. "Mmm, tapi kenapa little baby duck Zayn? Maksudmu anak bebek?" tanya Azalea dengan wajah bodohnya. Sandy belum berkomentar apapun, yang jelas ekspresi wajahnya makin ditekuk-tekuk. "Ya. Kamu--" Zayn dengan harinya menyingkirkan anak rambut Azalea yang menutupi wajah. "Seperti anak bebek yang selalu mengikutiku ke mana pun, cerewet, tapi penurut. Yah, kurang lebih seperti itu--" Azalea memaksakan tawanya, itu sama sekali tidak lucu! Tapi karena Zayn yang bicara jadi Azalea tidak mungkin menegurnya. "Apa-apaan seperti itu! Lea bahkan bukan kekasihmu, kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan yang menggelikan!" protes Sandy lagi, tentu saja kali ini mendapat tatapan dan raut serius Zayn. "Salah lagi?" Zayn me

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 125 My Little Baby Duck

    Diam-diam Alya mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya, jika ia perhatikan sebenarnya hubungan mereka tidak begitu hangat. Baik Ayah dan ibunya sama-sama gila kerja, bedanya ibunya jarang lembur tapi kalau berangkat ke butik selalu awal. Alya menghela napas, fakta jika ia hanya anak pungut ditambah keluarga yang kurang harmonis membuatnya merasa tidak nyaman, tapi ia harus bertahan. Tidak ada yang boleh tahu tentang status aslinya, bagaimana pun selama ini ia hidup seperti seorang putri. Alya sadar akan itu, kemudahan baik di sekolah dan hidupnya semua ia dapat karena memiliki status sebagai anak konglomerat, maka dari itu ia bahkan tidak punya niat sedikit pun mencari keluarga kandungnya. Apalagi soal perjodohan dengan Haikal, Alya harus mempertahankan itu. Tidak peduli Haikal menerimanya karena terpaksa atau tak punya pilihan lain, yang jelas Alya harus mengikatnya. Jika suatu hari semua terbongkar, ia harap di saat itu Alya sudah mandiri, punya suami dari keluarga tajir se

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 124 Handuk Pink

    Tidak sampai lima belas menit pemuda itu kembali dan Azalea belum menyelesaikan tugasnya. ​"Zayn, apa proposal ini akan digunakan dalam waktu dekat?" tanya Azalea. Ia cukup tertarik dengan apa yang sedang ia garap.​"Benar," jawab Zayn sembari mendekat. Ia duduk di samping Azalea dan meletakkan sesuatu yang baru saja dibelinya. "Akan ada bazar buku. Tugas dewan siswa mengajukan proposal ini ke guru advisor. Kalau disetujui, pihak sekolah yang akan mendanai penuh seluruh operasional bazar bukunya.""Ah, begitu. Kalau terlaksana pasti akan sangat seru," celoteh Azalea menanggapinya antusias. "Makan dulu, setelah ini kamu harus selesaikan itu," titah Zayn menggeser kotak makanan, ia membelinya khusus untuk Azalea yang belum sempat makan malam. Azalea melihat itu, matanya berbinar. Perut yang sejak tadi berbunyi akhirnya bisa ia bungkam. "Makasih Zayn."Azalea tidak menyangka Zayn akan seperhatian itu. Menghabiskan nasi gorengnya, tapi menggantinya dengan sepotong ayam yang empuk. Yan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 123 Seporsi Orang Miskin

    "Lea, aku ingin cuci muka," pintanya dengan suara rendah, ekspresinya polos dan tampak muda, tidak seperti Zayn yang biasanya selalu datar dan serius. "Boleh, tapi kamar mandi orang miskin mungkin tak cocok untukmu--"Zayn mengabaikan sindiran Azalea, ia buru-buru melangkah dan masuk ke kamar mandi Azalea. Sekarang giliran gadis itu yang menunggu, ia juga lapar tapi tak enak hati menikmati nasi goreng yang ia siapkan untuk menjamu tamu. Sepuluh menit berlalu, Azalea kira itu waktu yang cukup lama untuk seseorang jika hanya mencuci muka. Rumah kontrakan itu hanya tiga petak, jelas sekali ia mendengar Zayn sedang membuang-buang air. Azalea yang miskin dan biasa menghemat air di rumah ini merasa miris mendengar suara gemercik air dan guyuran tanpa henti. Zayn sungguh hanya cuci muka atau sedang apa? Azalea tidak bisa lagi berpikir jernih, tapi tidak mungkin juga ia mengintip hanya untuk memastikan. Zayn keluar dengan hanya memakai celananya dan seragam putih yang belum ia kancingka

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 58 Pengumuman Hasil Test

    "Tidak ada, hanya ini saja." Azalea gugup, entah kenapa dengan perlakuan Zayn sekarang, jantungnya berdebar lebih kencang. Ia jadi tidak bisa fokus. "Baguslah, kali ini kamu berani melawan." Zayn tersenyum tipis, seperti sebuah penghargaan untuk Azalea. "Te--ten

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 48 Butuh Pijatan

    Azalea mematung, ia tidak menyangka Zayn akan mendekat hanya untuk mengingatkan tugasnya. Zayn mendengus dingin, lalu kembali ke posisinya. ​Peluit berbunyi, dan atmosfer di lapangan mendadak berubah menegangkan.Meskipun tim Alvano didominasi oleh anak-anak pencinta rumus, keberadaan Ezra sebag

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 44 Membagi Miliknya

    "Zayn, apa kamu ingin aku ambilkan minum?" tanya Azalea saat ia merasa bingung tidak ada kerjaan, sementara sejak tadi Zayn hanya diam saja dan sibuk dengan ponsel. "Tidak.""Atau kamu butuh sesuatu? Aku akan--""Duduklah," titah Zayn sambil menggerakan dagunya ke arah sofa. Azalea meringis cang

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 35 Kontrak Kerja

    "Kontrak kerja?" Kening Zayn berkerut. Azalea meringis malu-malu. "Hanya perjanjian secara tertulis agar kita sama-sama tidak rugi. Nanti kamu jelaskan detail bayarannya, dan aku juga jelaskan detail pekerjaan yang akan aku garap." Gadis itu sudah berubah lebih cerewet dan pintar bernegosiasi. K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status