Share

Bab 53

Author: Author Lee
last update publish date: 2026-03-05 00:38:14

Langit di luar tampak mendung. Elise baru saja terjaga dari tidurnya saat melihat Theo tengah bersiap-siap. Penampilannya, dengan sebuah kemeja putih lengan panjang, sudah rapi pagi itu. Entah ke mana pria itu akan pergi. Theo jarang sekali ke rumah sakit di hari Minggu.

Theo menoleh saat mendengar suara dari kasur. "Selamat pagi," sapanya hangat. "Apa aku sudah membagunkanmu?"

Elise tersenyum kecil, lalu menggelengkan kepala. Ia ingin bertanya, tapi mengurungkan niat. Rasanya saat ini ia tak p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 74

    Elise yang tengah duduk di atas kasur sambil memeluk kedua lututnya langsung menyibakkan selimut saat melihat kehadiran Theo. Raut wajah suaminya itu tampak sedikit tegang saat kembali ke kamar.Elise pun turun dari atas tempat tidur dan menghampiri Theo.Pria itu tengah melepas seluruh kancing kemejanya, lalu menanggalkan kain yang menutupi tubuhnya. Ia melemparkannya asal ke atas lantai."Ada apa?" tanya Elise lembut. "Kau terlihat tegang." Kedua tangannya terangkat dan diletakkannya di atas dada bidang Theo.Ketika tangan istrinya menyentuh kulitnya, Theo merasakan kembali gejolak dalam dirinya yang sempat tertunda. Kekesalan yang dirasakannya barusan perlahan meluruh.Theo melingkarkan tangannya di pinggang ramping Elise. Sudut bibirnya terangkat. Langkahnya perlahan menuntun Elise ke arah kasur."Tidak apa-apa, hanya sedikit lelah." gumam Theo sambil tersenyum.Elise menatapnya dengan tatapan menyelidik, seakan berusaha mencari sesuatu di dalam sana. "Jadi, kau sudah melihat reka

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 73

    Elise langsung mendorong tubuh Theo menjauh darinya. Nafasnya memburu setelah melihat bayangan di luar jendela yang menghilang secepat kilat tersebut."Hei," Theo menatapnya agak kaget bercampur bingung. Wajah Elise berubah memucat. "Ada apa?"Sekujur tubuh Elise membatu. Ia sampai tidak bisa menjawab pertanyaan Theo yang tengah menatapnya kebingungan.Theo menoleh ke arah Elise memandang dan tidak menemukan apa pun di luar sana. "Kau baik-baik saja? Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" desak Theo tidak sabar.Elise akhirnya tersadar. Ia menoleh menatap Theo dengan raut ketakutan. "A-aku..." ucapnya terbata-bata. "Tadi aku melihat bayangan seseorang di luar sana. Dia melihat ke arah kita!"Saat mengatakannya, tubuh Elise tanpa sadar bergetar. Theo langsung menariknya mendekat, lalu memeluknya erat. "Tenang, aku di sini.""Tapi," Elise menggeleng cepat. "Orang itu ada di luar sana!"Theo mendorong sedikit tubuh Elise menjauh darinya agar bisa menatap wajah istrinya itu. Sorot

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 72

    Atas desakan Elise, akhirnya mereka meninggalkan vila pagi itu. Setelah menghabiskan waktu sejenak untuk berendam di bak air hangat bersama, lalu sarapan ringan, Theo melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan kembali ke kota. Di sepanjang perjalanan, Elise tidak banyak berbicara. Ia lebih banyak diam menikmati pemandangan alam yang indah di luar jendela. Pemandangan yang belum tentu bisa didapatkannya setibanya di kota nanti. “Aku sudah memberitahu kakek bahwa kita akan pulang hari ini.” kata Theo di sela keheningan. “Kalau memungkinkan, kakek ingin kita mampir dan makan malam di sana.” tambahnya lagi sambil menoleh ke arah Elise sekilas, lalu kembali menatap jalan di hadapannya. “Boleh saja,” sahut Elise ringan. Sebenarnya ia juga sudah cukup merindukan para anggota keluarga yang lain. Mereka sangat jarang bertemu akhir-akhir ini. Mereka tiba di pekarangan rumah tepat saat waktu menjelang makan siang. Kepulangan mereka disambut hangat oleh Bibi Bernadeth yang terlihat sud

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 71 [21+]

    Dengan sekali gerakan halus Theo berhasil melucuti gaun tidur satin yang dikenakan oleh Elise malam itu.Gaun tidur indah namun cukup tipis itu jatuh sempurna ke atas lantai granit yang mengkilap dan dingin. Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh indah istrinya.Kepalanya yang semula bersandar di pundak Elise kini bergerak mendekat ke leher Elise, menikmati aroma wewangian lembut dari tubuh wanita itu.Elise menggeliat geli ketika ujung hidung Theo yang mancung mulai bergerak mengitari lehernya yang jenjang. Nafas panas Theo terasa jelas di kulitnya yang kini terekspos sepenuhnya.Seulas senyum sumringah diam-diam terukir di wajah Theo saat menyadari tubuh istrinya yang menerima setiap sentuhan darinya.Kedua tangan besar Theo bergerak turun perlahan, dari pundak menuju ke arah pinggang Elise. Sentuhannya lembut, seakan takut jika kasar sedikit saja, permukaannya akan terluka.Kulit tubuh Elise terlalu indah untuk disentuh dengan kasar. Putih bersih dan terasa sangat le

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 70

    Kedua matanya belum bisa terpejam meski malam sudah semakin larut. Apa yang dikatakan Theo pagi tadi padanya membuat Elise tidak berhenti memikirkannya.Apa yang sebenarnya diinginkan Felix Davis? Kenapa pria itu sampai datang ke rumahnya dan melakukan hal mengerikan semacam itu?Elise menoleh ke sosok pria yang berbaring di sampingnya itu. Kedua mata Theo terpejam. Tampak damai dan tenang.Garis wajahnya tegas dengan batang hidung yang tinggi. Bulu matanya yang panjang membuat rupanya nyaris sempurna. Diam-diam Elise tersenyum memperhatikan wajah tampan suaminya itu.Dengan gerakan perlahan, Elise menyibakkan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Ia tidak ingin membangunkan Theo yang tampak terlelap nyenyak.Langkah kakinya terhenti di tepi kaca besar yang tak jauh dari ranjangnya. Langit malam itu tampak begitu gelap dan pekat. Pemandangan laut yang luas di luar sana tampak begitu mencekam.Di bawah sinar bulan yang terang, suara desiran ombak yang halus mengisi keheningan malam.

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 69

    Felix Davies.Nama seorang pria yang cukup membuat Elise terkejut. Ia turun dari atas tubuh Theo, lalu mendaratkan bokongnya di sofa. Elise diam cukup lama. Sementara Theo hanya diam memperhatikannya, tidak berusaha mendesak."Ya," Elise mengangguk. "Aku kenal dengan pria itu." gumamnya masih sambil berusaha mengingat. "Tapi aku tak benar-benar dekat dengannya. Kami hanya sebatas rekan praktek di klinik yang sama. Dia itu senior di kampus.""Kau sama sekali tak dekat dengannya?" ulang Theo lagi.Elise mengangguk. "Dia orang yang cukup ramah pada siapa pun. Dia juga sangat baik padaku. Tapi..."Tatapan Theo menjadi lebih dalam dan serius. "Tapi apa?""Menurutku dia agak aneh dan sedikit mengerikan." gumam Elise meringis. "Saat praktek bersamanya di sebuah klinik, ada seekor kucing yang memberontak saat hendak ditanganinya. Kupikir dia akan tetap bersabar dan berusaha membujuk. Tapi ternyata tidak."Alis Theo terangkat. Ia cukup penasaran dengan kelanjutan cerita Elise. "Lalu? Apa yang

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 7 - Drunk

    Cellina tersengir sambil menggelengkan kepala melihat Theo yang baru saja menghabiskan segelas minuman beralkohol dalam satu kali teguk.Malam itu Theo tiba-tiba menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu di salah satu bar yang tak jauh dari tempat Cellina menginap. Awalnya Cellina ingin menolak,

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 6 - He

    "Aku mencoba menghubungi ponselmu berkali-kali, tapi tak ada jawaban." sahut Nathan yang saat ini duduk di samping Elise.Mereka berpindah ke sebuah kursi kayu yang ada di taman. Suasana taman begitu sunyi malam itu, sampai-sampai mereka bisa mendengarkan nafasnya masing-masing."Aku mengkhawatirkan

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 5 - Feeling

    Theo menyeret Elise ke kamar dan menutup pintu dengan sekali bantingan keras. Elise hampir terhuyung ketika Theo melepaskannya dengan kasar seperti sebuah benda tak berguna."Dia tamuku. Kau tak punya hak untuk mengusirnya!" desis Theo tajam.Elise melipat tangan di depan dada, berusaha meredam emo

  • Jatuh Cinta Setelah Permintaan Cerai   Bab 4 - Her

    "Jadi, kau belum memutuskan untuk menetap di sini?" tanya Elise pada Nathan yang saat itu duduk berhadapan dengannya.Jonathan Nilsson mengangguk sambil membenarkan posisi kacamatanya. "Aku masih memikirkannya."Elise mengangguk pelan sambil menyesap kopinya.Pria yang kerap disapanya Nathan itu ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status