LOGINBab 05. Dimulai.
Dua tahun berlalu. Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru. Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung mengguncang keseimbangan kekuatan yang telah lama terbentuk. Yang pertama… Klan Pengadilan Hitam. Sebuah nama lama yang kembali bangkit, namun kini dengan wajah dan kekuatan yang sepenuhnya berbeda. Tidak lagi sekadar bayangan masa lalu, melainkan entitas baru yang lebih terorganisir, lebih kejam, dan jauh lebih kuat dan mematikan Yang kedua… Kelompok Tabib Langit. Sebuah kekuatan yang benar-benar baru. Tidak memiliki sejarah panjang, tidak memiliki akar lama namun kehadirannya langsung menjulang tinggi, menempatkan diri sebagai satu-satunya kelompok penyembuh di seluruh Lembah Kematian. Dua entitas. Dua wajah. Namun… satu tubuh. Semua orang di Lembah Kematian memahami satu hal yang tidak tertulis, menyerang salah satunya sama dengan mencari kematian. Klan Pengadilan Hitam dikenal tanpa belas kasihan. Siapapun yang berani menyinggung kehormatan mereka akan diburu tanpa henti, hingga tak tersisa jejak. Sementara itu, Kelompok Tabib Langit memegang kendali atas sesuatu yang jauh lebih berharga dari kekuatan…Nyawa. Mereka adalah satu-satunya harapan bagi mereka yang terluka, diracuni, atau berada di ambang kematian. Dan karena itu, mereka memiliki kuasa untuk menentukan siapa yang layak hidup… dan siapa yang dibiarkan mati perlahan. Jika sebuah klan berani membuat masalah dengan Klan Pengadilan Hitam…maka Kelompok Tabib Langit akan menutup pintunya bagi mereka. Tak ada pengobatan,tak ada bantuan dan tak ada kesempatan kedua. Dan di tempat seperti Lembah Kematian Itu lebih kejam daripada hukuman mati itu sendiri. Sinergi inilah yang membuat kedua kekuatan tersebut tumbuh dengan kecepatan yang mengerikan. Dalam waktu dua tahun saja keduanya menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar yang tak tergoyahkan. Namun yang paling menakutkan bukanlah kekuatan mereka,melainkan sosok di balik semuanya. Pemimpin dari kedua entitas itu tidak pernah benar-benar terlihat. Tidak ada yang tahu wajahnya, tidak ada yang tahu asal-usulnya.Namun satu hal pasti, keduanya saling mendukung meski dari balik bayangan. Lembah Kematian perlahan berubah menjadi papan permainan. Tempat di mana hidup dan mati… hanyalah bagian dari rencana besar yang sedang berjalan. Dan kini rencana itu akan segera dimulai. Di sebuah gua rahasia yang tersembunyi di Bukit Utara, cahaya api berpendar redup, memantulkan bayangan empat sosok yang duduk melingkar. Di tengah mereka sosok pemuda berada. Tian Fan. Rambutnya kini lebih panjang, terikat sederhana di belakang. Tatapannya semakin dalam, dingin, dan penuh perhitungan. Aura yang dipancarkan bukan lagi aura seorang tabib… melainkan sesuatu yang lebih berbahaya. Di hadapannya, tiga orang duduk dengan sikap hormat. Sima Yi. Zhao Yun. Lu Tse. Tiga orang yang dulu menemuinya kini telah menjadi tetua inti Klan Pengadilan Hitam. “Jadi bagaimana?” tanya Tian Fan singkat. Suaranya tenang, namun memiliki tekanan yang membuat udara di dalam gua terasa berat. Sima Yi, pria paruh baya dengan mata licik dan sorot penuh perhitungan, bangkit dari duduknya. “Pemimpin, sesuai perintah, Klan Pengadilan Hitam telah berhasil menancapkan kukunya di setiap wilayah Lembah Kematian.” “Dan juga…orang -orang kita dalam satu tahun terakhir ini telah menyebar ke seluruh penjuru kota di luar lembah sebagai pencari informasi terpercaya.” Tatapan Tian Fan tidak berubah, namun jelas ia mendengarkan dengan serius. Lanjut Sima Yi,“Lebih dari itu, kami telah membangun jaringan informasi yang tersebar di berbagai wilayah.” “Mulai dari kota-kota kecil hingga ke sekte-sekte besar.” “Saat ini, setiap pergerakan penting di empat wilayah dan sebagian wilayah tengah bisa kita ketahui dalam waktu singkat.” Sedikit senyum tipis muncul di wajah Tian Fan. “Bagus,” ucapnya pelan. “Informasi adalah pisau pertama dalam perang.” Sima Yi menunduk hormat, lalu duduk kembali ke posisinya. Kini, Zhao Yun berdiri dari duduknya. Pria berjubah hitam bertubuh tegap dengan aura tajam seperti pedang terhunus dan memiliki wajah tampan itu menatap lurus ke arah Tian Fan. “Pemimpin, laporan mengenai Sekte Harimau Terbang.” Tatapan Tian Fan sedikit berubah,ada kilatan dingin di dalamnya mendengar nama Sekte tersebut. “Lanjutkan.” Zhao Yun mengangguk. “Dalam tiga tahun terakhir, Sekte Harimau Terbang memperluas pengaruhnya di wilayah utara Lembah Kematian.” “Mereka menguasai jalur perdagangan gelap dan mulai menekan sekte-sekte kecil untuk tunduk.” “Selain itu mereka juga aktif melakukan pekerjaan kotor dari orang orang yang menyewa jasa mereka dan saat ini mereka mulai mengembangkan sayapnya ke luar lembah kematian.” Suasana gua seketika menjadi lebih dingin.Tian Fan menyipitkan matanya. “Sudah dimulai,ya…” gumamnya pelan. Zhao Yun melanjutkan. “Kami menduga, jika mereka ada kaitannya dengan kejadian yang saat ini sedang ramai diperbincangkan diluar sana…teknik manipulasi tubuh dan energi.” “Metode mereka… tidak jauh berbeda dengan yang dulu dituduhkan kepada Pemimpin.” Hening. Api kecil di tengah ruangan berderak pelan, Tian Fan tersenyum tipis.Namun, senyum itu tidak mengandung kehangatan sedikit pun. “Jadi…mereka yang dulu menyebutku sesat sekarang diam-diam melakukan hal yang sama.” Zhao Yun menunduk. “Perintah selanjutnya, Pemimpin?” Tian Fan tidak langsung menjawab. Ia hanya mengetukkan jarinya perlahan ke pegangan kursinya. “Belum saatnya…biarkan mereka terus berkembang.” Ketiga orang itu sedikit terkejut mendengarnya namun tidak ada yang berani menyela. “Semakin tinggi mereka naik maka semakin sakit saat mereka jatuh.” Zhao Yun tersenyum tipis, ia paham apa yang Tian Fan katakan. Kini, Lu Tse berdiri. Wanita cantik dengan wajah tenang dengan aroma tubuhnya yang wangi obat obatan mulai bicara. “Pemimpin, laporan mengenai Sekte Raja Obat.” Untuk pertama kalinya aura di sekitar Tian Fan berubah,sangat halus namun cukup untuk membuat ketiga tetua merasakan tekanan yang meningkat. “Apa?” ucap Tian Fan dingin. Lu Tse mengangguk. “Sejak kepergian Master Sekte Raja Obat yang melakukan undur diri, kini Sekte mengalami perubahan besar.” “Para tetua inti dibawah Wakil Master Sektenya semakin konservatif. Kabar mengenai kelompok Tabib Langit kita membuat mereka lebih serius dalam mengembangkan pil pemurnian.“ Namun di balik itu semua kini mereka diam-diam melakukan eksperimen khusus…” Kilatan dingin melintas di mata Tian Fan, ia mulai menebak apa yang Lu Tse akan katakan. “Apa itu?” Lu Tse menarik napas. “Tiga orang murid inti… yang dulu dekat dengan Pemimpin…” “Mereka kini menjadi pilar utama generasi muda sekte dan… mereka juga adalah pihak yang paling aktif dalam eksperimen tersebut dimana percobaan yang dilakukan berdasar pada hasil percobaan Pemimpin…dulu.” Tangan Tian Fan berhenti bergerak, meski nama-nama itu tidak disebutkan,namun ia tahu siapa yang Lu Tse maksudkan. “Tiga orang itu…” gumamnya pelan. Bayangan wajah-wajah lama muncul di benaknya, dua tuan muda dan satu nona muda. Tawa mereka, kepercayaannya pada mereka dan pengkhianatan yang mereka tujukan padanya. Lu Tse melanjutkan. “Mereka menggunakan metode pemimpin dan mulai mengembangkannya secara pribadi,” Retakan kecil terdengar dari lantai batu di bawah Tian Fan karena tekanan aura ranahnya meningkat tanpa ia sadari. “Maaf…aku sedikit terbawa suasana.” Lu Tse mengangguk hati-hati. “Saat ini kami juga menemukan kemungkinan bahwa pil pil yang diedarkan oleh Sekte Raja Obat memiliki masalah.” Api di tengah ruangan tiba-tiba meredup… seakan takut. Tian Fan menunduk lalu senyum yang perlahan terangkat penuh dingin dan niat membunuh. “Bagus…” bisiknya pelan. Ketiga tetua merasakan bulu kuduk mereka berdiri. “Aku mencari alasan dan mereka memberikannya sendiri.” Ia mengangkat kepalanya. Netra matanya berubah, bukan lagi mata seorang tabib yang tenang melainkan mata seorang algojo. “Tetua Sima Yi.” “Siap, Pemimpin!” “Perluas jaringan. Aku ingin semua pergerakan Sekte Raja Obat berada di bawah pengawasanku.” “Perintah diterima!” “Tetua Zhao Yun.” “Siap!” “Awasi Sekte Harimau Terbang. Cari celah untuk dieksploitasi.” “Baik!” “ Tetua Lu Tse.” “Siap, Pemimpin.” “Kumpulkan semua informasi tentang tiga orang itu.” Tian Fan berdiri perlahan. Aura di tubuhnya berdenyut pelan seperti sesuatu yang siap dilepaskan. “Sekarang sudah saatnya aku bergerak.” “Untuk urusan sekte aku akan serahkan pada kalian bertiga.” Perkataannya sontak membuat ketiganya langsung terkejut mendengarnya. “Pemimpin, memangnya apa yang akan pemimpin lakukan?” tanya Sima Yi penasaran. “Aku akan mengunjungi mereka.” Ketiga tetua itu menunduk dalam-dalam. Mereka tahu ini bukan sekadar kunjungan tapi adalah awal dari pembalasan. Tian Fan berjalan menuju mulut gua. Angin malam dan langit gelap menyambutnya. Ia menatap ke atas dimana bulan tertutup awan. Namun di matanya cahaya dingin itu terlihat semakin terang. “Dulu kalian menghakimiku dan menjebakku. Kali ini…” “Aku yang akan mengadili kalian.”Bab 109. Padang Seratus JebakanPerdebatan di antara para gadis masih berlangsung tanpa tanda-tanda akan berakhir. Yue Qing’er tetap bersikeras ingin bergabung, Han Yue terus mengajukan alasan yang sulit dibantah, Su Lian berusaha menjadi penengah, sementara Mu Xueyan sama sekali tidak bergeming dari pendiriannya. Gu Chen yang sejak tadi memperhatikan hanya bisa mengusap wajahnya berulang kali, sedangkan Tian Fan akhirnya berdiri perlahan lalu melangkah ke tengah lingkaran mereka.Ia mengangkat satu tangan sebagai isyarat agar semua berhenti, lalu berkata dengan nada tenang, “Cukup. Kalau terus seperti ini, kita mungkin akan menghabiskan satu hari penuh hanya untuk berdebat di tepi sungai.”Keempat gadis itu akhirnya terdiam dan menoleh kepadanya.Tian Fan memandang Yue Qing’er, Han Yue, dan Su Lian bergantian sebelum berkata, “Kalian boleh bergabung.”Kalimat sederhana itu langsung membuat wajah ketiga gadis Sekte Bulan berubah cerah. Yue Qing’er bahkan tampak hampir melangkah maju,
Bab 108. Mereka yang Datang dari Retakan RuangSetelah tawa yang sempat menghangatkan suasana di tepian Sungai Cermin perlahan mereda, pembahasan mengenai aroma kacang akhirnya benar-benar ditinggalkan. Keenam orang itu duduk melingkar di atas hamparan rumput yang tidak jauh dari tepi sungai, sementara angin lembah bertiup perlahan membawa aroma air dan ilalang yang bergoyang tenang.Tian Fan memandang Yue Qing’er, Han Yue, dan Su Lian bergantian sebelum berkata dengan nada santai namun lebih serius.“Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian. Retakan ruang tadi jelas bukan sesuatu yang muncul secara kebetulan.”Yue Qing’er mengangguk pelan, lalu menatap kedua rekannya sejenak sebelum mulai berbicara. “Sebenarnya sejak awal kami bertiga bergerak bersama kelompok Pangeran Shui Feng dan Tang Bohu. Mereka mengaku memiliki petunjuk mengenai makam kuno ini, sehingga cukup banyak cultivator yang memilih mengikuti mereka.”Han Yue melanjutkan penjelasan itu dengan nada yan
Bab 107. Membahas kacang.Suasana di tepian Sungai Cermin berubah menjadi sangat aneh. Tidak lama setelah gelombang retakan ruang mereda, Tian Fan dan Gu Chen akhirnya duduk berdampingan di atas tanah dengan posisi seperti sedang berlutut, sementara di hadapan mereka Mu Xueyan duduk bersama tiga gadis dari Sekte Bulan. Keempat gadis itu duduk berjajar dengan posisi yang hampir sama, menatap Tian Fan dan Gu Chen dengan sorot mata tajam yang masih dipenuhi rasa kesal akibat kejadian memalukan beberapa saat lalu.Tian Fan mengusap pelipisnya pelan lalu menghela napas panjang sebelum akhirnya membuka suara. “Kenapa kalian masih menatap kami seperti itu? Lalu kenapa kami harus duduk seperti ini? Bukankah kejadian tadi murni kecelakaan? Kalau terus dipandangi begini, orang yang tidak tahu bisa mengira kami berdua telah melakukan kejahatan besar pada kalian.” Gu Chen yang duduk di sampingnya segera mengangguk cepat seolah menemukan sekutu. “Benar sekali. Aku bahkan tidak melakukan apa-a
Bab 106. Kacang.Sama seperti fenomena magis yang sebelumnya terjadi di Hutan Seribu Ilusi pada Lin Yuer, kubah formasi kekkai yang melingkupi area pertarungan kini perlahan menyamarkan dan membiaskan keberadaan Jian Mu dari alam nyata. Hanya dalam beberapa tarikan napas, aura pedang yang tajam beserta sosok tubuhnya benar-benar lenyap dari pandangan, membuat Tian Fan, Mu Xueyan, dan Gu Chen tak lagi mampu menangkap keberadaannya maupun struktur rumit dari formasi tersebut. Mu Xueyan yang menyaksikan raibnya Jian Mu mendadak diliputi rasa cemas. Ia menoleh dengan raut khawatir lalu bertanya." Saudara Tian Fan, apa yang sebenarnya akan terjadi pada Jian Mu di dalam sana? Apakah bayangan itu akan benar-benar membunuhnya jika ia lengah?" Tian Fan menghentikan pandangannya pada riak air sungai yang perlahan memudar, lalu membalas dengan nada yang amat tenang. "Sama seperti yang terjadi pada Lin Yuer sebelumnya yang menerima warisan, ia akan bertarung melampaui batas dirinya di
Bab 105. Lembah Neraka?Petunjuk yang diberikan Tian Fan bagaikan cahaya yang menembus kabut. Jian Mu, Mu Xueyan, dan Gu Chen tidak lagi berusaha mengalahkan bayangan mereka dengan cara lama. Mereka mulai memaksa diri keluar dari kebiasaan yang selama ini menjadi fondasi teknik masing-masing.Jian Mu perlahan mengubah ritme ayunan pedangnya. Tebasan yang biasanya lurus kini tiba-tiba berhenti di tengah jalan sebelum berubah menjadi tusukan dari sudut yang sama sekali berbeda. Gerakan itu bahkan terasa asing baginya sendiri. Bayangan di hadapannya sempat mengikuti pola lama, lalu terlambat sepersekian tarikan napas. Kesempatan kecil itu langsung dimanfaatkan Jian Mu untuk memaksa lawannya mundur.Di sisi lain, Mu Xueyan tidak lagi membiarkan tarian pedangnya mengalir mengikuti naluri yang telah terlatih selama bertahun-tahun. Ia sengaja memutus irama setiap beberapa jurus, kemudian menyambungnya dengan teknik yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. Bayangan di depannya beberapa kali
Bab 104. Pikiran sang jenius. Tian Fan tidak segera mendekati tepian sungai. Ia berdiri sekitar belasan meter di belakang ketiga rekannya dengan kedua tangan terlipat di depan dada, sementara tatapannya tenang mengamati setiap perubahan yang terjadi di permukaan air. Ia sama sekali tidak terlihat terburu-buru. Dibandingkan mencoba melewati ujian, yang jauh lebih menarik baginya adalah memahami prinsip di balik ujian itu sendiri. Di tengah sungai, Jian Mu telah berhadapan dengan sosok yang benar-benar menyerupai dirinya. Tinggi badan, wajah, pakaian, bahkan bekas luka kecil di sudut alis pun tidak berbeda sedikit pun. Yang paling menggetarkan adalah aura yang dipancarkan bayangan itu. Kekuatan Qi, tekanan pedang, hingga niat bertarungnya benar-benar identik. Jian Mu mengayunkan pedangnya lebih dulu. Cahaya pedang melesat bagaikan bulan sabit yang membelah udara. Namun hampir pada saat yang sama, bayangannya melakukan gerakan yang persis sama. Dua cahaya pedang bertabrakan
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain
Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o
Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri







