Bab 08. (21+) Frustasi.Meskipun telinganya menangkap bisikan terima kasih dari wanita bercadar itu, wajah Tian Fan tetap kecut. Amarah dan harga diri yang terluka berkecamuk di balik bungkamnya. Nikmat? Ya, tubuhnya tidak bisa berbohong. Namun, dipaksa menjadi wadah pelampiasan tanpa daya adalah penghinaan yang tidak bisa dibayar hanya dengan kata-kata manis.Wanita bercadar itu perlahan mengangkat tubuhnya. Sebuah desahan panjang lolos dari bibirnya, membawa nada keengganan yang aneh. Sejenak, ia mematung, matanya terpaku pada "senjata" Tian Fan yang masih berdiri tegak menantang langit, meski baru saja memuntahkan cairannya. Ada kilatan kekaguman sekaligus rasa bersalah di sana.Dengan gerakan anggun namun lemah, ia merogoh cincin penyimpanannya dan meletakkannya tepat di atas perut Tian Fan."Ini... sebagai sedikit kompensasi," bisiknya halus, hampir tak terdengar. "Lupakan apa yang terjadi hari ini. Anggap saja ini adalah kesialan yang menimpa kita berdua."Tanpa menunggu jawaba
Terakhir Diperbarui : 2026-05-15 Baca selengkapnya