Beranda / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 97. Labirin Pertama

Share

Bab 97. Labirin Pertama

Penulis: Zayn Z
last update Tanggal publikasi: 2026-07-20 23:12:49

Bab 97. Labirin Pertama

Begitu seluruh peserta berhasil melewati penghalang, suasana di dalam makam kuno berubah menjadi riuh. Tatapan ribuan cultivator tertuju pada pemandangan yang sama.

Hamparan labirin batu raksasa membentang tanpa ujung, sementara jauh di atas sebuah bukit berdiri bangunan berbentuk piramida berwarna hitam keabu-abuan yang memancarkan aura kuno.

Meski dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh, hampir semua orang memiliki pemikiran yang sama. Bangunan di puncak bukit itulah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 104. Pikiran sang jenius.

    Bab 104. Pikiran sang jenius. Tian Fan tidak segera mendekati tepian sungai. Ia berdiri sekitar belasan meter di belakang ketiga rekannya dengan kedua tangan terlipat di depan dada, sementara tatapannya tenang mengamati setiap perubahan yang terjadi di permukaan air. Ia sama sekali tidak terlihat terburu-buru. Dibandingkan mencoba melewati ujian, yang jauh lebih menarik baginya adalah memahami prinsip di balik ujian itu sendiri. Di tengah sungai, Jian Mu telah berhadapan dengan sosok yang benar-benar menyerupai dirinya. Tinggi badan, wajah, pakaian, bahkan bekas luka kecil di sudut alis pun tidak berbeda sedikit pun. Yang paling menggetarkan adalah aura yang dipancarkan bayangan itu. Kekuatan Qi, tekanan pedang, hingga niat bertarungnya benar-benar identik. Jian Mu mengayunkan pedangnya lebih dulu. Cahaya pedang melesat bagaikan bulan sabit yang membelah udara. Namun hampir pada saat yang sama, bayangannya melakukan gerakan yang persis sama. Dua cahaya pedang bertabrakan

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 103. Lembah Sungai Cermin.

    Bab 103. Lembah Sungai Cermin.Keputusan telah diambil tanpa sedikitpun keraguan. Dengan dukungan Jian Mu, Mu Xueyan, Gu Chen, dan Tian Fan, Lin Yuer akhirnya menarik napas panjang sebelum melangkah perlahan menuju pondok bambu yang berdiri tenang di tengah danau. Permukaan air yang jernih memantulkan bayangan dirinya, sementara bola kristal bening sebesar kepalan tangan terus melayang beberapa jengkal di atas lantai bambu, memancarkan cahaya lembut yang membuat seluruh pondok terasa damai sekaligus sakral.Sesampainya di depan kristal itu, Lin Yuer menenangkan pikirannya sejenak. Ia kemudian mengangkat kedua tangannya dan menyentuh permukaan kristal dengan sangat hati-hati. Begitu ujung jarinya bersentuhan, cahaya bening di dalam kristal tiba-tiba berdenyut kuat. Seluruh pondok bambu langsung bergetar pelan, diikuti suara dengungan rendah yang seolah berasal dari dasar bumi.Wusss…Dalam sekejap, cahaya putih memenuhi pondok. Sebuah siluet lelaki tua berjubah panjang perlahan muncu

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 102. Warisan Pertama

    Bab 102. Warisan PertamaPerjalanan melintasi Hutan Seribu Ilusi tidak berjalan semudah yang mereka bayangkan. Meskipun Pil Penawar Lima Puluh Racun buatan Tian Fan berhasil menetralisir pengaruh Belladona dan pohon spirit kratom, semakin jauh mereka memasuki hutan, semakin kuat pula formasi ilusi yang bekerja. Kabut putih kini bukan lagi sekadar penghalang pandangan, melainkan berubah menjadi lautan Qi yang terus menyusup ke dalam kesadaran, menguji hati, keberanian, dan tekad setiap orang yang melangkah di dalamnya.Lin Yuer tetap memimpin di barisan paling depan sesuai arahan Tian Fan. Setiap langkahnya mengikuti jalur simpul formasi yang berhasil ia pahami, namun sesekali ia masih melakukan kesalahan kecil. Kesalahan itu memang tidak membuat mereka tersesat, tetapi cukup untuk menyentuh salah satu simpul ilusi sehingga formasi segera bereaksi.Kabut di depan mereka mendadak berputar membentuk pusaran besar. Dalam sekejap dunia di sekitar berubah.Yang pertama terkena adalah Jian

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 101. Hutan Seribu Ilusi.

    Bab 101. Hutan Seribu Ilusi.Tak lama setelah meninggalkan padang rumput, Tian Fan dan keempat murid Sekte Pedang Surgawi akhirnya tiba di tepian sebuah hutan yang tampak begitu tenang. Pepohonan raksasa menjulang rapat hingga cahaya matahari hanya mampu menembus dalam bentuk garis-garis tipis, sementara kabut putih menggantung rendah di antara batang-batang pohon tua, membuat seluruh kawasan terlihat sunyi sekaligus menyesakkan. Jika bukan karena petunjuk yang berhasil mereka pecahkan sebelumnya, tak seorang pun akan menyangka bahwa hutan yang tampak biasa itu adalah Hutan Seribu Ilusi, ujian pertama yang sesungguhnya. Tian Fan tidak terburu-buru melangkah. Ia memejamkan mata, lalu kesadaran jiwanya menyebar perlahan ke segala arah, disusul Domain Jiwanya yang ikut meluas bagaikan riak air tenang. Namun baru beberapa puluh meter memasuki kawasan hutan, seluruh persepsinya seolah ditelan sesuatu yang tak kasatmata. Ia perlahan membuka mata sambil menggeleng tipis. "Benar seperti d

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 100. Teka Teki dan petunjuk.

    Bab 100. Teka Teki dan petunjuk.Nama Mu Lan terus bergema di dalam benak Tian Fan. Langkahnya memang masih tenang, tetapi pikirannya telah tenggelam ke dalam lautan ingatan yang diwariskan Master Hua Tuo. Selembar demi selembar memori kuno melintas di benaknya hingga akhirnya sebuah sosok perempuan berjubah hijau zamrud perlahan muncul di antara pecahan kenangan itu. Mu Lan... murid ketiga Master Hua Tuo, seorang tabib sekaligus ahli formasi yang paling dipercaya oleh sang legenda. Di dalam warisan itu bahkan tercatat bahwa sebelum menghilang dari dunia, Master Hua Tuo pernah menitipkan sesuatu kepadanya, bukan ramuan, bukan kitab, melainkan sebuah warisan yang kelak hanya boleh diwariskan kepada keturunannya sendiri.Tatapan Tian Fan perlahan kembali jernih. Ia menoleh kepada Mu Xueyan sambil berkata tenang."Kalau begitu aku lebih memilih mempercayai cerita keluargamu daripada cerita Tang Bohu. Jika benar leluhur Mu Lan pernah menerima titipan Master Hua Tuo, apakah leluhurmu men

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 99. Nama.

    Bab 99. Nama.Tian Fan menerima kembali kedua sapu tangan itu sebelum mengembalikannya kepada Jian Mu dan Mu Xueyan. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya ketika ia berkata, "Jadi... dua paman itu adalah orang tua kalian? Sungguh sangat kebetulan." Setelah itu mereka berlima mulai berjalan berdampingan menuju hutan di kejauhan. Angin yang berhembus pelan membuat suasana terasa jauh lebih tenang dibandingkan kekacauan di dalam labirin pertama.Di sepanjang perjalanan, Jian Mu membuka percakapan sambil tersenyum pahit. "Setelah ayahku dan Paman Mu kembali dari Lembah Kematian, mereka terus berusaha mencari keberadaanmu. Satu-satunya petunjuk yang mereka miliki hanyalah namamu, Tian Fan. Setelah bertanya ke berbagai tempat, akhirnya mereka mendengar bahwa ada seorang murid Sekte Raja Obat di Kekaisaran yang memiliki nama itu. Karena itulah mereka sengaja datang ke sana untuk menemuimu dan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung."Tian Fan mengangkat alisnya tipis sebelum terseny

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status